Halo teman-teman twitter, gw bikin buku judulnya “Ketika Kelas Menengah Turun ke Jalan”. Targetnya temen2 kelas menengah yang masih ragu buat melihat perubahan dan transisi demokrasi. Bukunya bisa didownload gratis di https://t.co/oiE2uIX8qT. Terima kasih.
Sebelum saya selesaikan buku ini. Mari kita buat dulu penjelasan singkatnya di youtube. Kalau ada yang mau penjelasan detailnya. Maka pak Anies Baswedan harus menang dulu. Hehe
https://t.co/ISHpiJ2B6m
40 kota setara jakarta itu bukan berarti dalam 5 tahun bisa bangun pencakar langit sebanyak ini.
1. Membangun transportasi publik yang mapan
2. Infra dasar
3. Ruang publik
4. Perizinan terpadu
Serta hal-hal lainnya yang membuat sebuah kota berkembang cepat dengan sendirinya.
@rayestu YIA masih lebih baik daripada Kertajati. Sayangnya headwaynya aja 1 jam kayaknya. Kalau ketinggalan dan ditambah jalannya jadi 1 setengah jam juga. Adi sutjipto juga gak mati2 banget karena masih ada citilink sama Flyjaya meskipun terbatas.
Untuk kasus Adi Sutjipto, kalo lihat dari sisi positifnya, bandara ini memang secara lokasi dekat dengan pusat kota sehingga lebih mudah dijangkau dibandingkan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo.
Namun jika dilihat dari keberadaan dan latar pembangunan YIA yang menelan anggaran s.d Rp12T serta pembangunan infrastruktur spt jalur rel kereta api bandara, serta dengan segala macam huru-hara selama pembangunannya, jadi makin kelihatan kalo negara ini dikendalikan oleh 'kepentingan' segelintir pihak.
Apalagi kita tau kalo Adi Sutjipto itu adalah otoritas milik TNI-AU.
Nah salah satu cara menyaring noise menjadi voice adalah dengan bertanya substansinya. Kalau ada orang marah-marah datang yang harus dilakukan adalah tanyakan substansinya apa. kalau dia bisa menjelaskan substansi maka itu voice dan bisa didiskusikan dan diselesaikan.
.
Kalau dia tidak bisa menjelaskan substansi, maka itu noise. Nah ada pilihan antara dibiarkan atau dibuat lebih marah aja sekalian. Kalau di twitter saya lebih suka yang no 2. 😄
🤬: program lu gak jalan
😌: lo salah mengerti maksudnya, gak gitu.
🤬: pokoknya gak jalan
😌: coba dibaca lagi supaya gak salah baca.
🤬: oh jadi cara meresponnya gini. (Belum lagi tambah embel2 defensive bla..bla..bla..)
.
Oh iya memang pengen subtweet. Karena banyak yang gini.
With all due respect,
1. program DP Nol bukanlah program pengadaan perumahan tapi pembiayaan. Sejak awal disampaikan dan dilaksanakan itu sudah seperti itu tidak berubah. Sehingga capaian dinilai dengan persentase itu salah sasaran.
2. Cara menilai portofolionya seperti menilai inter cuma dari pertandingan derby aja, padahal inter dapet scudetto.
.
Mungkin bisa diubah cara membaca hasilnya agar tidak salah sudut pandangnya.
Kalau yang dimaksud ini, warga kampung akuariim udah punya KTP Jakarta sejak lama, warga bukit duri juga gitu. Warga tanah merah dikasih KTP Jakarta oleh Jokowi. Kalau yang dimaksud gelap secara administrasi sudah pasti tidak, karena sebagai WNI ya punya administrasi yang diakui negara. Kalau yang dimaksud gelap secara status ekonomi, maka positioningnya udah berbeda ya.
Ya gak bisa lah WNA belum dinaturalisasi dikasih KTP. Pak Erick Thohir aja Naturalisasi dulu. Lagian kalau imigran gelap masuk ke Indonesia yang salah ya Imigrasi gak sih? Kok gubernur.
Kalau bener pake uang sendiri, malah jadi gak tertib administrasi. Ini mah jadi nyampur-nyampur mana agenda pribadi dan mana agenda kenegaraan. Ketika semua yang terkait kebijakan, harusnya pakai APBN supaya jelas pertanggung jawabannya.
guyss baru aja nih
seskab teddy klarifikasi terkait
kunjungan ke lur negeri yang terjadi kemaren, dia bilang biaya keluar negeri ditanggung pribadi prabowo sendiri
lalu jumlah rombongan dia juga bilang
sudah di pangkas dari 50 %
dari periode jokowi seblumnya
dulu 120 orang sekarang cuma 52 orang
lalu kenapa prabowo sering keluar
katanya sih ada jadwal tahunan
dan ada jadwal mendesak sesuai kondisi
dan tujuan nya buat lobby lobby bantuan
jika suatu saat butuh bantuan
bisa minta ke negara yang di kunjungi
lahh tadi pidato prabowo
bilang tidak ada bangsa lain yang peduli dengan rakyat indonesia ??