buat lu pada yang muslim, gw ngasih peringatan buat hati2 kalo mau "becanda" kyk gini. ini sama sekali gak bisa dibilang becanda, komen mereka ini secara implisit udah ngatain si Fathimah Azzahra tuh pezina (lonte).
kita nih gak polos2 amat kali ya buat tau angka2 apa yang mereka sebut itu.
ini udah mencoreng kehormatan dia dengan tuduhan besar (qadzf). lu tau apa balasannya buat mereka apa? laknat di dunia dan akhirat. lihat aja tuh laknat dunia udah mulai dihujamin ke mereka, banyak orang2 pada ngelaknat mereka. bahkan gw liat ada yang sampe ngedoxxing mereka.
Untuk laki2 yang marah di reply, tolong alasannya jangan hanya karena mereka pendukung 02 atau netizen Tiktok ya.
Tapi karena memang itu salah satu bentuk pelecehan seksual, objektifikasi seksual, seksisme, merendahkan martabat perempuan, kekerasan seksual dalam patriarki, KBGO, & upaya membungkam perempuan yang berani berbicara di ruang publik. (15 bentuk kekerasan seksual: https://t.co/WQuTL6wKJf)
Ini ga hanya terjadi kepada perempuan cerdas, mahasiswa, & berjilbab. Tapi hampir ke semua perempuan yang berani tampil, berpendapat, mengkritik, memimpin, yang berpakaian jenis apapun, baik di medsos ataupun real life. Pelecehan seksual digital ini sudah berlangsung sangat lama, sampai sekarang.
Perempuan dengan berbagai latar belakang sering alami komentar bernuansa seksual, body shaming, penghinaan, slut shaming, sampe ancaman kekerasan seksual hanya karena mereka perempuan. Karena masalahnya bukan soal politik semata, tapi penghormatan terhadap sesama manusia. Ini bisa terjadi kepada siapapun, termasuk keluarga kita sendiri, atau bisa juga kepada laki2 sendiri.
Semoga Fathimah ga baca pelecehan2 itu, biar dia tetap fokus perjuangkan kebenaran bersama teman2nya. Kita dukung & lindungi mereka sesuai kapasitas masing2. Kita kecam para pelaku sebagai sanki sosial/hukum, juga peringatan kepada orang lain & diri kita sendiri.
Hi aku Rince🤗 Aku suka buat konten berkebun since awal tahun 2025 untuk penyegaran Timeline🌱🍅🌻🍓🌶🧚♀️
Kalian bisa cek Highlights Profileku untuk Thread Berkebun skala hobi di halaman rumah 🥰
Tapi sejak April 2026 lalu aku Subscribe to X Premium, aku kayaknya dikenal sebagai Mami Cino 😂✌soalnya aku sekarang lebih sering share konten daily Cino mania 😹
Yuk berteman🌿🌱🌻😗🐱🌼
Kenapa Dubes ditemui sama Seskab? 🤨
Menteri Luar Negeri gak ada?
Wakil Menteri Luar Negeri? Ada satu, dua, tiga loh wakilnya?
Itu empat orang gak bisa semua?
Pak, Indonesia itu butuh 9.000 ton paracetamol setiap tahun.
Sembilan ribu ton, pak.
Itu angka dari Kementerian Kesehatan.
Paracetamol yang harganya 2.000 rupiah di warung sebelah, adalah obat paling banyak dikonsumsi di negara kita.
Pusing? Paracetamol.
Demam? Paracetamol.
Pegal habis kerja? Paracetamol.
Gak enak badan tapi gak tahu kenapa? Paracetamol juga.
Dan kita gak pernah nganggep itu aneh. Sampai aku baca satu hal yang bikin aku "beneran ini?"
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
Some Indonesians are brainwashed to look for the literal meaning, the exact conclusion provided, and virtue in every aspect. The way they're obsessed in "Dari blablaba kita bisa belajar ..." They're set for template story structures. Most of the A24 movies won't feed that shit.
Ingat guys, bedanya demo bayaran sama demo organik :
> Gambar kiri. Bayaran, demo di UGM kemaren
> muka ditutup, malu-malu
> Kok ditutup? lo masuk TV jadi pengedar baso boraks?
> Nah, gambar kanan organik, demo hari ini di Jakarta
> gak malu-malu
> Pede, ngomong berbobot, gak takut mukanya tampil
Terima kasih mahasiswa-mahasiswa yg udah turun ke jalan hari ini. Semoga wowok dengerin (susah sih ini, udah disaring buna duluan infonya pasti)
Paling yg nyampe telinga owo gini :
"aman pak, demo berjalan tertib, masa terkendali, gak ada macet. Merek udah menyampaikan aspirasi dengan baik"
Klaim sepihak pemerintah yang menyebut BBM jenis Pertamax hanya dikonsumsi "orang kaya" telak dihantam realita di aspal. Faktanya, kebijakan menaikkan harga Pertamax hingga Rp4.000 per liter justru mencekik leher kelas pekerja bawah mereka yang terpaksa bertahan demi menjaga modal kerja utama yaitu mesin kendaraan.
~RS