Excited to announce our partnership with @SoluluClub_web3 !
Solulu is building the all in one fintech layer for stablecoins, making exchange, payments, on and off ramp, and global settlement more accessible for everyday users and businesses.
Together, ADXP Protocol and Solulu Club are aligned in building more open and efficient digital infrastructure, powering the next era of transparent value flow across Web3 and real world adoption.
Pandangan Ulil ini memanipulasi rasa “bersalah bersama” untuk membenarkan kejahatan struktural. Ia menyodorkan fakta bahwa semua orang pakai hasil tambang seolah itu mandat moral untuk terus menggali, padahal yang sedang dikritik adalah model produksi yang rakus, kotor, dan mematikan, bukan keberadaan logam itu sendiri.
Menyalahkan rakyat karena pakai HP dan listrik sambil membebaskan oligarki tambang dari tanggung jawab adalah pembalikan logika: yang mengatur sistem energi dan industri adalah segelintir elite, bukan petani yang tanahnya longsor atau warga yang mati di lubang bekas galian.
Saat Ulil menyebut zero mining “goblok”, yang sedang ia bodohi justru publik. Zero mining bukan klaim bahwa besok pagi bumi harus steril dari setiap bentuk penggalian, melainkan horizon politik: batas keras bahwa ada ekosistem, wilayah adat, dan generasi masa depan yang tidak boleh lagi dikorbankan.
Di tengah krisis iklim, banjir bandang, kekeringan, dan puluhan ribu lubang tambang telantar, sikap rasional justru adalah rem darurat, moratorium, sampai penutupan bertahap—bukan menambah izin baru lalu menyebutnya “dengan aturan yang jelas”.
Belajar dari kasus tumblr, nggak semua2 harus dishare ke sosial media. Pun, harus sadar diri kalau teledor dan hilang sesuatu karena keteledoran ya nggak perlu nyalahin orang lain.
Bagi yang pernah sekolah/kuliah di Jogja, pasti pernah kepikiran: “Jogja itu ngangenin.”
Sampai akhirnya mencoba kembali ke Jogja, namun tidak bisa bertemu lagi dengan teman2 lama, tempat2 favorit juga sudah berubah suasananya, lalu merasa asing di lingkungan yang sama.