Beli kopi di coffee shop langganan di Menteng, Jakarta Pusat. Bulan lalu Japanese coffee masih sekitar 40 ribu. Hari ini, pas bayar Rp93.500.
Apa gak sinting ini rupiah?
@LambeSahamjja Ketika narasi-narasi kritis dari keresahan dan pembacaan pakar muncul, di dalam sana dinilai sebagai inflasi pengamat. Dan ketika ditanya anggarannya dari mana? Pokoknya ada.
Dari kecil belajar memahami; fotosintesis, monokotil, dikotil, klorofil, autotrof, heterotrof, fungsi hutan & mangrove, vegetasi, reboisasi, ekologi sampe jadi anak IPA. Tapi saat dewasa, malah dipaksa menerima deforestasi. Bahkan, sawit juga pohon katanya.
An American influencer recently shared a video of Riau province in Sumatra on social media, claiming, “This is what deforestation looks like from above.”
While his intention was good, the footage actually shows an area after the harvesting of a monoculture pulpwood plantation.
I know this because I was Sustainability MD of a large pulp and paper company for almost 15 years.
The barren land is not a result of natural forest clearing; it was likely deforested and converted into plantation land by the company more than six years ago.
We need to stop deforestation and work towards restoring the damaged ecosystem.
Satu lagi, mundur dari jabatan politis bukan budaya politisi Indonesia. Karena jabatan itu amanah. Budaya pejabat kita panggul beras di lokasi bencana.
Kalau harus mengulang lagi dan lagi perjalanan lintas jalur Rinjani, jawabannya tetap sama. Ayo. Doakan ya, mau menuju 7 summits Indonesia selanjutnya.
Danau Segara Anak di petang dan delapan pagi
Melangkah sedari pagi, pulang di waktu yang hampir berganti hari, mau bilang ke diri sendiri; makasih ya, energi untuk hari ini. Besok dan nanti berdiri lebih tegak, bersuara lebih keras.