Obstacle yang terjadi di dua episode awal memperlihatkan konflik yang terjadi pada Ella yang kehilangan Samir, juga Maura yang mengidap Endometriosis yang menyebabkan Maura tidak bisa hamil.
Permainan emosi Ella dan Maura dibuat lebih dalam dan lebih terasa pedih.
Lakonde dan Monty Tiwa paham betul di episode awal ini bridging penonton tidak dibuat terlalu panjang, karena kemungkinan besar akan fokus pada konflik yang terjadi antara Ella, Joshua, dan… Ben, sahabat dari Joshua.
Ngga sabar jir!
Konflik yang tercipta pun dibuat sama dengan filmnya, namun dengan versi pengembangan cerita yang lebih detail dan terasa lebih dalam.
Bagaimana emosi yang dimainkan oleh Anggika sebagai Ella lebih terasa nusuk lagi di series ini.
Chemistry antara Ella dan Maura di series ini sejujurnya lebih terlihat intim sebagai sahabat.
Bagaimana Maura yang bossy, bagaimana Ella yang sayang banget sama sahabatnya. Semua tergambar dengan baik di episode awal meskipun pace dibuat agak lebih cepat.
Anggika Bolsterli kembali memerankan Ella setelah sukses sebagai tulang punggung film yang rilis di tahun lalu. Kini, akting terbaiknya sebagai “orang kedua” hadir di
DEAR JO THE SERIES
Sudah tayang 2 episode di @Viu_ID dan, impresi pertama sama series ini adalah:
“Wahhh, kok lebih bagus series nya nih.”
hari ini nonton Dear Jo di netflix, random pick aja karena latar tempatnya lumayan seger. surprisingly ngangkat surrogate mother (ini film indonesia btw), kayaknya baru ini doang ya? cmiiiw
Script wise, Dear Jo: Almost is Never Enough ini simple dan straight to the point. Yang mana jarang ada lagi film drama yang beneran ngasih plot sesederhana ini. Meski dramanya kadang suka sedikit berlebihan.
Penyutradaraan Monty di sini kayak film2 drama dia di era 2000an awal
Gue cukup suka sih sama film ini, gatau aja kayak easy drama aja nontonnya. Yang ga ribet dan eksekusinya juga lumayan oke.
Anggika Bolsterli selalu oke sih mau peran apa aja.
Adaptasi dari novel yang cukup proper.
Stream di @NetflixID