Menjelang Magrib Aliansi BEM Tasikmalaya (ABT) menjebol pintu gerbang dan menduduki kantor DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (8/9/2022).
#TolakKenaikanBBM#TolakKenaikanBBM
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons melemahnya nilai tukar rupiah yang kini telah melewati ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS. Ia mengakui pelemahan rupiah menyebabkan beban pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Purbaya menjelaskan, sebagian besar instrumen utang negara diterbitkan dengan skema tingkat bunga tetap (fixed rate) atau kupon konstan. Meski besaran bunga tidak berubah, ia tidak menampik bahwa pelemahan nilai tukar otomatis akan mendongkrak nilai total pembayaran utang saat dikonversikan ke dalam mata uang rupiah.
"Saya lupa. Kuponnya fix, ya? Ya, fix. Harusnya sih fix kuponnya. Tapi kan kalau dia jual di… pembayaran utang kan lewat ini, kan? Lewat bond, ya? Kuponnya sih constant. Cuman pada waktu rupiah melemah, ya, meningkat kan dalam rupiah pembayarannya," kata Purbaya saat ditemui usai Rapat Paripurna, Kamis (4/6/2026).
#Rupiah #Dolar #NilaiTukarRupiah #PurbayaYudhiSadewa #Sindonews
Amblesnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga tembus Rp18.000, bakal menambah beban pemerintah untuk memenuhi pembayaran utang luar negeri.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, pelemahan rupiah bisa timbulkan krisis utang, sebab berdasarkan data Bank Indonesia per Maret 2026, utang luar negeri pemerintah jangka pendek kurang dari 1 tahun ada 16,8 miliar dolar AS setara Rp302,4 triliun (kurs Rp18.000).
"Ada missmatch (ketidakcocokan), pembayaran pakai pendapatan valas (valutas asing) tapi sebagian besar pendapatan pemerintah dalam bentuk rupiah," papar Bhima, Kamis (4/6/2026).
"Jadi pemerintah gimana mencari dalam waktu dekat 16,8 miliar dolar AS? APBN jelas tidak sanggup ditengah kebutuhan subsidi energi yang makin bengkak," sambung Bhima.
Menurutnya, jika pemerintah kesulitan memenuhi kewajiban utang jangka pendek, maka lembaga rating utang sangat mungkin lakukan penurunan peringkat (downgrade) satu atau dua tingkat.
"Bisa jadi junk bond (surat utang peringkat rendah) utang Indonesia, dan memicu pelarian modal dari pasar surat utang. Rupiah makin amblas," ucap Bhima.
#Rupiah #BankIndonesia
Kekhawatiranku ketika mendengar rupiah Rp20.000 per dolar, aku tidak langsung memikirkan pasar keuangan.
Aku memikirkan:
🛒 Harga belanja.
⛽ Harga BBM.
✈️ Tiket pesawat.
📱 Harga gadget.
Karena ekonomi akhirnya terasa di dompet kita.
Investor tampak aktif menjual Surat Utang Negara (SUN) setelah rupiah menembus Rp18.000 per dolar AS, yang kian mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi di berbagai tenor.
Simak selengkapnya: https://t.co/dtRiB2Ga8q
Perang antara Amerika Serikat dan Iran menguntungkan Singapura. Negara yang luasnya lebih kecil dari Jakarta ini menjadi buruan investor global, terlihat dari kesenjangan suku bunga antara Singapura dan AS mencapai level terdalam dalam beberapa tahun terakhir.
Data terbaru menunjukkan swap rate dua tahun dolar Singapura (SGD) diperdagangkan dengan diskon 246 basis poin dibandingkan swap rate dua tahun dolar AS. Angka tersebut menjadi selisih terbesar sejak setidaknya tahun 2020.
Ekonomi Singapura yang tetap kuat menjadi salah satu faktor utama yang menarik minat investor. Produk domestik bruto (PDB) negara tersebut tumbuh 6 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026, lebih tinggi dibandingkan perkiraan ekonom sebesar 5,2 persen. Pemerintah Singapura juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2026 di kisaran 2-4 persen.
Kinerja ekonomi tersebut mendorong sejumlah analis memperkirakan Monetary Authority of Singapore (MAS) akan memperketat kebijakan moneternya pada Juli mendatang. Berbeda dengan banyak bank sentral lainnya, MAS menggunakan nilai tukar sebagai instrumen utama kebijakan moneter, bukan suku bunga.
Selain didukung fundamental ekonomi yang solid, Singapura juga mendapat keuntungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven sejak pecahnya konflik di Timur Tengah. Stabilitas politik dan ketahanan ekonomi negara kota tersebut membuat investor global mencari perlindungan di pasar keuangannya.
📸: Dok. kumparan/Anggita Aprilyani.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: bisnisupdate | update | bisnis | oneliner | R068 | E036
#bicarafaktalewatberita #kumparan
KPK menyebut kasus dugaan korupsi pengurusan izin tinggal WNA yang menjerat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim terjadi saat ia menjabat Dirjen Imigrasi periode 2023-2024. Silmy telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dugaan alur perintah maupun penerimaan uang dilakukan saat Silmy masih menjabat Dirjen Imigrasi. KPK belum mengungkap konstruksi lengkap perkara, yang diduga terkait pemerasan dalam penerbitan KITAS dan KITAP bagi WNA.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan 8 tersangka. Selain Silmy, tersangka lain di antaranya Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra, Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi 2024-2025 Saffar Muhammad Godam, serta Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Pusat 2024-2025 dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat 2025-2026 Ronald Arman Abdullah.
Kasus ini terungkap dari OTT KPK pada Selasa (2/6) malam di wilayah Jakarta Barat, Jawa Barat, dan Bali. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan uang tunai dalam mata uang asing, logam mulia, serta kendaraan mewah.
KPK menaksir total nilai pemerasan dalam perkara ini mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, jumlah pasti uang yang diamankan maupun nilai kerugian masih dalam proses penghitungan dan akan disampaikan dalam konferensi pers.
📸: Dok. Antara.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R158 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Pelemahan rupiah hingga menembus Rp 18.000 per dollar AS tidak hanya mengguncang pasar keuangan, tetapi juga mulai menekan daya beli kelompok kelas menengah.
~RS
Guys, ada satu orang di debat Head to Head CNN Indonesia yang menurut gue paling berani dan paling jujur dalam menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia sekarang.
Prof. Ferry Latuhihin pakar ekonomi dan analis pasar modal tidak basa-basi.
Tidak diplomatis.
Langsung ke inti.
Dan apa yang dia katakan sangat sulit dibantah.
Pertama tentang prediksi yang bikin banyak orang tidak nyaman:
Ferry memprediksi rupiah bisa menyentuh Rp20.000 di Juni, Rp22.000 di Juli, dan Rp25.000 di akhir tahun.
Banyak yang langsung menolak prediksi ini.
Tapi Ferry punya alasan yang sangat spesifik dan yang paling penting:
track record-nya selama ini benar.
Dia sudah prediksi IHSG ambruk benar.
Dia prediksi rating Indonesia di-downgrade benar. Dia prediksi dolar menembus Rp17.000 malah lewat.
Dan ini argumen intinya yang paling kuat:
"Kalau kamu bilang ini semua gara-gara faktor eksternal global coba lihat angkanya.
Saat mata uang negara-negara Asia lain menguat terhadap dolar rupiah tetap melemah.
Saat bursa Asia menghijau IHSG kita turun hampir 5% dalam sehari."
"Jadi kalau kamu taruh semua blame di faktor global
you must be wrong.
Karena boroknya ada di kita sendiri."
Dan ini tentang apa yang Ferry sebut sebagai borok internal yang paling mengejutkan:
Sebelum perang Iran bahkan dimulai Fitch dan Moody's sudah menurunkan outlook Indonesia.
Di angka pertumbuhan 5,11% yang seharusnya bagus lembaga rating justru memberikan sinyal negatif.
Kenapa?
Karena mereka melihat sesuatu yang tidak bisa disembunyikan oleh angka pertumbuhan:
kebijakan yang tidak bisa diprediksi dan tidak memberi kepercayaan kepada investor.
Contoh yang Ferry sebut:
begitu PT DSI didirikan S&P langsung menggonggong dengan ancaman downgrade.
Begitu Danantara diumumkan Fitch langsung memberikan rating sangat negatif.
"Ini bukan tentang apakah kebijakan itu niatnya baik. Pertanyaannya:
apakah investor percaya kebijakan itu benar atau koplak?"
Dan ini tentang lingkaran setan yang paling sulit dipecahkan:
Kalau pemerintah mengeluarkan obligasi baru dengan kupon lebih tinggi untuk menarik investor yang pertama kena dampaknya adalah asuransi, dana pensiun, dan bank sebagai pemegang SBN yang ada sekarang.
Nilai aset mereka turun.
Loanable fund berkurang.
Kredit ke ekonomi makin seret.
Tapi kalau tidak dinaikkan investor tidak mau masuk karena imbal hasilnya tidak sebanding dengan risiko.
"You cannot close the balloon here without it inflating somewhere else.
What a big nonsense you say every time oh ekonomi kita kuat 5,6% pertumbuhannya."
Dan ini yang paling relevan untuk kehidupan sehari-hari:
Ferry mengingatkan sesuatu yang sering dilupakan:
Indonesia masih impor kedelai untuk tahu tempe, masih impor gandum untuk roti, masih impor gula, masih curiga impor beras, masih impor jagung, masih impor pupuk dan tentu saja masih bergantung impor minyak.
Artinya setiap kali rupiah melemah semua harga bahan pokok itu ikut naik.
Bukan karena kebijakan harga domestik berubah.
Tapi karena bahan bakunya sendiri lebih mahal dalam rupiah.
Dan kondisi ini diperparah oleh sesuatu yang Ferry sebut shrinkflation harga barang tidak naik tapi ukurannya mengecil.
Ini tidak dihitung sebagai inflasi secara resmi tapi dampaknya ke kantong masyarakat sama saja.
Dan ini kalimat Ferry yang paling menohok tentang BI menaikkan suku bunga 50 basis poin:
"Diketawain sama market."
Bukan karena langkahnya salah secara teori.
Tapi karena hitungannya tidak masuk:
kalau US Treasury yield 4% dan Indonesia harusnya membayar risk premium minimal 3% di atasnya karena rating yang lebih rendah berarti SBN seharusnya diperdagangkan di yield sekitar 10%. Tapi sekarang masih di bawah 7%.
Artinya: investor yang rasional tidak akan masuk.
Dan yang sudah ada di dalam punya alasan kuat untuk keluar.
Dan ini yang paling penting dari seluruh analisis Ferry:
"Ini bukan temporary shock.
Ini systematic shock. Bedakan itu."
Temporary shock artinya ada gangguan dari luar yang akan reda sendiri.
Systematic shock artinya ada masalah struktural di dalam sistem yang tidak akan selesai hanya dengan menunggu.
Dan selama tidak ada mitigasi risiko yang nyata — bukan sekadar pernyataan bahwa fundamental ekonomi kuat tekanan terhadap rupiah tidak akan berhenti.
"Purbaya bilang tenang aja ini temporary.
Kalau temporary kenapa dari tahun lalu terus naik? Temporary apanya?
Ferry bukan sedang menakut-nakuti.
Dia sedang menjalankan fungsi yang paling penting dalam ekonomi: memberikan sinyal yang jujur ketika sinyal resmi tidak mencerminkan realitas.
Dan realitasnya sekarang adalah: rupiah di Rp17.900 bukan hanya angka di layar. Itu adalah hasil akumulasi dari masalah kepercayaan yang sudah menggerus selama berbulan-bulan
dari kebijakan yang tidak konsisten, dari program besar yang dipertanyakan tata kelolanya, dan dari narasi optimisme yang tidak didukung oleh tindakan mitigasi yang nyata.
Masalah kepercayaan tidak bisa diselesaikan dengan pidato. Hanya bisa diselesaikan dengan rekam jejak — dengan kebijakan yang konsisten, transparan, dan bisa diprediksi.
Dan sampai itu terjadi Ferry mungkin benar.
mungkin bulan depan kita akan bertemu
rupiaah di 20.000/usd
Pasar keuangan domestik kembali bergejolak. Nilai tukar rupiah terus melemah hingga menembus batas psikologis di level Rp 18.000 per dolar AS. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melanjutkan penurunan hingga sempat ke level 5.600.
Baca di https://t.co/KZ58AEx3Xf ➡️ https://t.co/nole4uBgql
#IHSG #NilaiTukarRupiah #AdadiKompas
Pasar keuangan domestik menghadapi tekanan seiring keluarnya arus modal asing dari pasar keuangan domestik yang sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai Rp 69,5 triliun. #Ekonomi#AdadiKompas
https://t.co/dp0MF5SM4m