FRAGMEN TENTANG YANG MASIH MEKAR: Malam sudah lama mati, tapi di antara retak bumi ada yang tetap tumbuh; maka ia memilih menjadi lembut di tengah yang hancur.
️️
️️
ㅤ
Di bawah reruntuhan, ada suara kecil yang menolak padam. Bukan melodi, bukan rintih, hanya denyut lembut yang mengingatkan bahwa luka pun bisa bernapas.
𝘽𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝗻𝘆𝗶 𝘁𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗻𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗱𝗼𝗮 𝘁𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗻𝗮𝗺𝗮.
️️
️️
️️
️️
ㅤ
You make every word feel like a warm hug to my heart. Thank youu, Kak Evaan! 🥺🩷 I will keep growing, keep blooming, knowing my heart has a place it can always come home to. I love you, endlessly. 🩷🩷
ㅤ
ㅤ
ㅤㅤ
To my beloved Moira, happy birthday. Beyond health and happiness. May the Heavens light your way and make every dream easy to reach. May you continue to blossom into your best self, a gift to the world and a sanctuary for my heart. I love you.
ㅤㅤ
ㅤㅤ
To my beloved Moira, happy birthday. Beyond health and happiness. May the Heavens light your way and make every dream easy to reach. May you continue to blossom into your best self, a gift to the world and a sanctuary for my heart. I love you.
ㅤㅤ
Acara kemudian dimulai dengan bersulang dan sambutan dari Creative Director, Anggun Kamaniya Chua (@sophrosynean).
Para waiters berkeliling membagikan sampanye untuk tamu undangan.
https://t.co/b8ApLefsuL
Di setiap meja tamu, terdapat kotak Sagesse yang diletakkan dengan rapi berisi scarf sutra edisi terbatas yang ditenun dengan tangan pengrajin Perancis, L’Allégorie de l’Atelier.
Dalam kotak tersebut juga terdapat kartu ucapan eksklusif dari Sagesse.
Setiap warna mempunyai cerita. Setiap bahan memiliki rasa. Setiap jahitan memiliki kenangan. Perjalanan indah selama beberapa dekade terwujud tak hanya meninggalkan kesan magis namun juga trendi.
Di sudut kiri dan kanan, model-model ini menjadi mahakarya hidup, yang menyalurkan citra artistik dari zaman Renaisans dan Baro. Membingkai indah setiap mahakarya Sagesse yang melekat dari waktu ke waktu.
Sambil menyesap elixir, mata para tamu dimanjakan oleh "Tableaux Vivants" (Lukisan Hidup). Model-model yang mengenakan koleksi Sagesse haute couture dari berbagai koleksi berpose diam tak bergerak dengan panggung kain, mengaburkan batas manekin, manusia, dan mahakarya seni.
Sebagai pengganti penyambut tamu biasa, para tamu dilayani oleh staf berseragam rapi yang menawarkan "La Nuit du Louvre Elixir". Di atas nampan kuningan, gelas-gelas coupe berisi koktail violet, dihiasi dengan serpihan emas murni dan replika cokelat piramida mini.
Aroma "Efflorescence Elegante"—perfume signature Sagesse—tercium samar di udara, campuran mawar dan cheddar wood yang menambah suasana romantis di udara malam hari ini. Efflorescence Elegante adalah wewangian yang dibuat terinsipirasi dari koleksi haute couture SS 2024.
Musik lembut menyambut, alunan lagu Golden Hour versi orkestra dimainkan dengan apik oleh 𝐕𝐢𝐯𝐢𝐝 𝐒𝐭𝐫𝐢𝐧𝐠𝐬. Suara harpa dan biola yang indah menjadi satu harmoni yang menimbulkan kesan 𝘥𝘳𝘦𝘢𝘮𝘺.