Sejarahnya..negara2 Asia gudangnya pencetak atlet2 besar Badminton..d luar Denmark ada Peter Gade..tergeser semua ama Prancis yg baru aja nongol..ikhlas semua d kuasai negara2 Eropa..
Untuk pertama kali dalam sejarah, Prancis🇫🇷 meraih gelar juara dunia bulu tangkis. Tidak hanya 1, tapi Prancis meraih 2 emas di Kejuaraan Dunia 2026.
Tahun ini, Prancis hanya berada satu tingkat di bawah Korea Selatan (2 emas dan 1 perunggu).
Prancis mengungguli China (1 emas), Jepang (2 perak), Malaysia (1 perak), Taiwan (2 perunggu), India, Thailand, Indonesia, Kanada (masing2 1 perunggu)...
Hal 4-5 tahun lalu tidak terbayangkan akan terjadi.
في 2010: ميسي ما فاز لا بدوري الأبطال ولا بكأس العالم، ومع ذلك غيّروا معايير الكرة الذهبية وصارت تعتمد على الأهداف، وأعطوه الجائزة.
في 2011: كريستيانو سجّل أهداف أكثر من ميسي، لكن قالوا إن البطولات هي المعيار، وفاز ميسي بالكرة الذهبية مرة ثانية.
في 2012: كريستيانو حقق بطولات أكثر، لكن أعطوا الجائزة لميسي بحجة أنه سجّل 91 هدفًا في سنة ميلادية.
في 2019: فان دايك فاز بدوري الأبطال، واختير أفضل لاعب في أوروبا وأفضل لاعب في الدوري الإنجليزي، لكن رجعوا غيّروا المعيار وصارت الأهداف هي الأهم، وفاز ميسي بالكرة الذهبية.
في 2021: ليفاندوفسكي سجّل أهدافًا أكثر، وقدّم موسمًا فرديًا تاريخيًا، وفاز بجائزة الأفضل من فيفا، لكن الكرة الذهبية ذهبت لميسي بسبب فوزه بـكوبا أمريكا.
في 2023: هالاند حقق 5 بطولات، منها الدوري الإنجليزي، ودوري أبطال أوروبا، وكأس الاتحاد الإنجليزي، وكأس العالم للأندية، وكأس السوبر الأوروبي، إضافة إلى جائزة أفضل لاعب في أوروبا، وأفضل لاعب في الدوري الإنجليزي، والحذاء الذهبي. ومع ذلك، ذهبت الكرة الذهبية إلى ميسي بسبب فوزه بـكأس العالم 2022، رغم أنهم في 2010 كانوا يقولون إن كأس العالم ما له أي تأثير. 😂
Sejauh ini, hanya Prancis dan Meksiko yang menang cukup nyaman.
Tim2 lainnya, susah payah lolos ke 16 besar dan menghasilkan laga2 sangat dramatis.
✅Afrika Selatan 0-1 Kanada — gol kemenangan di stoppage time.
✅Brasil 2-1 Jepang — gol kemenangan di stoppage time.
✅Jerman 1-1 Paraguay — Paraguay menang via adu penalti.
✅Belanda 1-1 Maroko — Maroko menang via adu penalti.
✅Pantai Gading 1-2 Norwegia — gol kemenangan di menit ke-86
✅Inggris 2-1 DR Congo — gol kemenangan di menit ke-86
✅Belgia 3-2 Senegal — gol kemenangan di stoppage time pada akhir perpanjangan waktu. Belgia tertinggal 0-2 lebih dulu.
Rivall Watch:
Prancis 🇫🇷
Kenapa Prancis lolos dari "kutukan juara dunia" bahkan semakin menggila?
Banyak orang bilang Prancis cuma beruntung.
Padahal kalau dibedah lebih dalam, mereka justru jadi contoh paling jelas gimana sebuah negara HARUS konsisten.
Mereka gak sekadar punya pemain hebat.
Mereka punya sistem.
Kesalahan terbesar juara dunia biasanya sama.
Mereka terlalu lama hidup dari nostalgia.
Masih berharap generasi emas bisa ngangkat tim 4 tahun kemudian.
Begitu generasi itu habis
Tim ikut habis.
Italia terlalu lama bergantung pada sisa generasi 2006.
Spanyol terlalu lama mencari "Xavi dan Iniesta baru."
Jerman terlalu lama hidup dari bayangan generasi Lahm, Schweinsteiger, Özil, Kroos, Müller, Hummels, Boateng, sampai akhirnya regenerasi berjalan setengah-setengah.
Prancis?
Mereka gak pernah mikir begitu.
Lihat skuad 2018.
Lloris
Varane
Umtiti
Pavard
Pogba
Matuidi
Kante
Griezmann
Giroud
Mereka juara dunia.
Empat tahun kemudian
Sebagian nama besar itu mulai hilang.
Tapi apakah Prancis ikut hilang?
Enggak.
Karena yang masuk bukan pemain sembarangan.
Masuk Tchouaméni
Kolo Muani
Upamecano
Konaté
Thuram
Mereka gak cari Pogba baru
Mereka cari pemain yang cocok dengan sistem.
Itu bedanya.
Deschamps gak pernah jatuh cinta sama satu gaya bermain.
Kalau lawan harus diserang
Dia menyerang.
Kalau harus bertahan
Dia bertahan.
Kalau harus jelek demi menang
Dia rela.
Prancis mungkin bukan tim yang paling indah ditonton. Tapi mereka hampir selalu jadi tim yang paling sulit dikalahkan.
Dan di turnamen, itu jauh lebih penting daripada main cantik.
Hal lain yang bikin Prancis beda adalah
Mereka gak bergantung pada satu superstar.
Semua orang bilang Prancis timnya Mbappé.
Padahal enggak.
Saat Mbappé dijaga
Masih ada Dembélé
Masih ada Tchouaméni
Masih ada bek-bek elite yang bisa bikin pertandingan tetap hidup.
Mereka punya banyak cara buat menang, bukan cuma satu.
Yang paling penting
Regenerasi Prancis dimulai sebelum generasi lama habis.
Ini yang sering gagal dilakukan negara lain
Pemain muda gak disimpan sampai senior pensiun.
Mereka dimainkan bareng
Masuk ruang ganti yang sama.
Jadi ketika pemain senior pergi
Yang muda gak kaget
Mereka udah siap ambil alih.
Makanya jangan heran
2018 juara dunia
2022 final
2026 masih jadi salah satu kandidat paling berbahaya.
Ini bukan kebetulan
Waktu dunia ngira era Griezmann, Giroud, Pogba, Varane, dan Lloris bakal jadi akhir kejayaan Prancis.
Federasi Prancis cuma senyum
Karena mereka udah nyiapin suksesor.
Bukan satu
Tapi satu angkatan
Di depan, setelah era Griezmann & Giroud, mereka masih punya Mbappé sebagai pemimpin generasi baru.
Di belakang Mbappé, sekarang muncul Barcola. Winger yang berani duel satu lawan satu, cepat, eksplosif, dan gak takut ambil risiko.
Lalu ada Doué. Masih sangat muda, tapi tekniknya luar biasa. Bisa jadi winger, gelandang serang, bahkan second striker. Tipikal pemain yang bikin lawan bingung karena bisa muncul dari mana aja.
Belum lagi Cherki. Kreativitasnya mungkin salah satu yang terbaik di generasinya. Visi, dribel, umpan terobosannya bikin dia bisa jadi otak serangan Prancis untuk bertahun-tahun ke depan.
Masih ada Olise yang kaki kirinya bisa mengubah jalannya pertandingan kapan saja.
Di lini tengah, tongkat estafet sudah berpindah ke Tchouaméni didampingi Kone. Masih muda, tapi jam terbang di level tertinggi sudah luar biasa.
Di belakang
Ada Saliba.
Bek yang tenang, kuat duel, cepat, dan nyaman membangun serangan dari bawah. Banyak orang percaya dia bakal jadi pemimpin Prancis selama satu dekade ke depan.
Ia masih ditemani Konaté, Upamecano, dan Kounde yang sama-sama berada di usia emas.
Regenerasi di Prancis bukan proyek dadakan.
Itu budaya
Itu sistem
Itu sebabnya mereka hampir selalu punya dua bahkan tiga pemain top di setiap posisi.
Kalau satu cedera,
Masuk pemain kelas dunia lainnya.
Kalau satu pensiun,
Sudah ada penerus yang siap.
So, jangan heran kalau Prancis selalu ada di daftar unggulan setiap turnamen besar.
@bayuajianto@Fandom_ID @bacot_bolaa @sepakbolatribun@bahaspemainbola @masBOLAA perlahan tp pasti suatu saat kesan "Big Match" akan berubah ke tim2 non unggulan.mereka akan ambil alih kalo tim2 yg d anggap besar makin thn makin menurun.cuma nama besar doang g akan bs,dl pildun tanpa Italy rasa gmn.skrng kita dah terbiasa kan.kalo mo seru
king Indo lolos dl