pertanyaanku dari dulu kenapa kita perlu/harus S2 akhirnya kejawab sama Kak Wai! gila berapa tahun lulus S1, disuru dosen buat lanjut, banyak temen yang udah S2 aku baru nemu jawabannya! I want to pin it to appreciate myself because, until now, I'm still willing to get to know!
Di-layoff cuma gara-gara lokasi?
Serius, kita masih main kayak gini di 2025?
Risiko atau diskriminasi sih sebenarnya?
Yuk bahas dilema di dunia kerja remote global!
Bayangin, kamu kena lay-off bukan karena performa, tapi cuma karena kamu tinggal di negara yang dianggap “militeristik” atau “nggak stabil secara politik.”
Ada saja perusahaan yang bikin keputusan ini demi ngurangin 'perceived risk', tapi apakah ini adil?
Dari sisi etika dan hukum, jelas ini bikin banyak tanda tanya.
Kalau dari sisi perusahaan, mungkin alasannya kayak gini:
🚨Risiko geopolitik: Takut kena sanksi atau masalah hukum internasional.
🚨Keamanan data: Khawatir data perusahaan bocor atau disadap.
🚨Gangguan operasional: Stabilitas politik atau infrastruktur di negara kamu mungkin dianggap nggak mendukung kerjaan remote.
🚨Kebijakan umum: Kadang perusahaan bikin aturan “hindari negara berisiko tinggi” tanpa lihat kasus per kasus.
🚨Citra publik: Perusahaan nggak mau dikaitkan sama negara yang punya reputasi kontroversial.
Tapi kalau dilihat lebih luas ini tuh PROBLEMATIK, loh!
✅️Diskriminasi banget: Keputusan ini bisa melanggar hukum dan bikin karyawan nggak percaya lagi sama perusahaan. IMHO, ini termasuk wrongful termination.
✅️Main Stereotip: Label “negara militer” sering banget cuma berdasarkan asumsi tanpa bukti jelas.
✅️Kerjaan kan remote?: Kalau kerjaan kamu nggak ada hubungannya sama data sensitif, kenapa lokasi jadi masalah?
Buat kamu yang kena dampaknya, ini pasti berat banget.
Tapi amit-amit jika ada kasus lain, ada beberapa hal yang bisa dilakukan :
👀Cek kontrak kerja, siapa tahu ada klausul soal ini.
👀Konsultasi sama pengacara hubungan kerja yang paham hukum internasional buat tahu hak kamu.
👀Tuntut penjelasan transparan dari perusahaan.
👀Kalau aman, ceritain pengalaman kamu untuk bangun kesadaran publik.
Kasus ini nunjukin tantangan besar dalam kerja remote global.
Lagi-lagi aku mau bilang : job security is a myth, APAPUN cara kerjanya.
Kalau perusahaan mau rekrut secara global, mereka juga harusnya lebih adil dan empati.
--
P.S
Menurut kamu gimana?
Apa yang di benak kamu soal kerja remote ketika membaca kasus ini?
--
Aku turut prihatian dengan kasus yang menimpa Kak Annisa dan 1 temannya ini.
Kena lay-off adalah pukulan berat bagi siapapun (been there, done that)
Buat teman-teman yang kenal pribadi sama mereka berdua, ketika semua ini sudah agak tenang, tolong sampaikan kalau aku ingin bantu mereka untuk cari kerja remote yang baru lewat konsultasi aku, gratis.
Tentu saja kalau bersedia. No pressure at all.
Sekarang kakaknya pasti lagi overwhelmed banget jadi aku juga belum berani reach out.
Thank you.
walau kondisi lagi anjeng, tetap berbanggalah. berbangga karena you still have a good will to presence in the right side. semoga dgn kesadaran ini jd energi baik buat ttp jadi manusia.
@burhan_infinity kebayang riwehnya, wkkwkwkwkw bayangin aja gmn mondar mandirnya. pasien lansia, pasien yg hamil, dan pasien rentan lain cemana ga ha ho ha ho
@AdjieSanPutro nggak, krn prosesnya panjang dan ber-layer2 kalau positive vibes terus, kuat terus, selalu gembira terus capek soalnya. menurutku belajar memulihkan trauma, duka, patah hati dsb itu ga ada abisnya. sdgkan 'keharusan' dan 'keterusan' itu sifatnya sementara. (ngomong apa ni aku?)😂
mengapa list buku bagus versiku selalu ada di Periplus? ini sengaja ngelamain baca buku ga abis2 krn ga kebeli2 wkkwkwkwk murahin harga buku sm encourage riset dan penulis Indonesia dong kemendikbud. pengen literasi maju kan? wqwq
ini, di rumah sakit. menepi bentar, buat dapet energi setelah rungsing dengan diri plus mendengar keluh kesah masyarakat BPJS. politikus2 besok kalau mau nampak merakyat baiknya jgn cuman ke pasar, sini ke rumah sakit :)
lg sering dengerin BigBang sm Day6 jd inget inii enak bgt instrument-nya mana di-rewrite lg. suara awal2 Jae masuk tuh kayak haaah kok bisa semulus itu suaranya wkwk
@tonjolanbakat momennya di akhir tahun, ya. umumnya masy memaklumi harga naik krn mau Natal dan Tahun Baru, apalagi btr lg Ramadhan. Eh ternyata kenaikan harga sembako akhir tahun ini ada batu dibalik udanggg. bisaan emg
@tsrid_@_mardial_ justru yg spontan itu berarti sudah menjadi kesadaran yg mendarah daging dong. itu di depan khalayak umum kayak gitu, gimana di belakang panggung? duh jembek aku wkwkw dr dulu sm modelan org2 kayak gini.