Yang ia tahu, jika Damar memiliki nyali besar untuk menjawabnya, maka Damar juga memiliki sesuatu yang 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 untuk ia berikan pada Kaia. Karena—hey? Tidak mungkin Damar akan sepercaya diri itu memandangi Kaia seolah-olah ia sedang menyetubuhi Kaia tanpa ampun dalam peluknya.
@WRANGLERIC Oh, gitu… paham-paham.
Ambigu banget soalnya mau beliin sesuatu yang bikin muka saya merah. Nggak salah dong, kalau jadi mikir yang aneh-aneh?
@Roekayasa Salam kenal, Mas Mahen. Boleh nggak saya panggil begitu? Oh, tentang selera rasa.. saya tipikal orang yang pemilih, jadi untuk paling aman ada di: coklat dan mangga. Mas Mahen suka es krim, nggak?
@WRANGLERIC Kan ada opsional lain misalnya jalan keluar buat beli nasi uduk atau ketoprak, Bas? Bujang-nya, ngebujang banget kalau ini.
Aman aja, Bas. Saya kalau work day tapi nggak sarapan bisa kayak orang anemia. Lemah, letih, lesu, lemes, lemes, lemes.
Akan tetapi, ia menyempatkan diri untuk menyimpan sebuah paper bag kecil dengan sepucuk surat di depan setiap pintu unit apartemen pusat kota ini. Jua tak lupa menitipkan beberapa di meja resepsionis untuk para staff.
“Semoga mereka suka..” harap Kaia dalam hati.