Gelar Perkara Khusus hanyalah Permainan Ilusi Transparansi.
Jokowi berjanji akan menunjukkan ijazah ke pengadilan.
Ternyata dia, melalui Polda, menunjukkan ijazahnya di gelar perkara khusus.
Ditunjukkannya ijazah itu, yang hanya berlangsung kurang dari 10 menit. Dan berbagi adu kepala dengan puluhan orang yang hadir. Tidak ada proses observasi, penelitian, pengkajian yang memadai dengan waktu sependek itu. Apalagi kami dilarang menyentuh, memegang, meraba, dan menguji selembar kertas yang disebut ijazah tersebut.
Itulah permainan manipulasi otak.
Saya meminta ijazah ditunjukkan di saat awal gelar perkara. Tetapi dipenuhi di saat terakhir, setelah 6 jam diskusi yang sangat melelahkan. Dilakukan hampir tengah malam. Ketika otak sudah lelah berpikir.
Masyarakat harus paham dan tidak boleh terjebak dalam ilusi transparansi yang sedang dimainkan ini.
Sebab,
Ini bukan soal asli dan tidaknya ijazahnya tersebut.
Pembuktian keaslian ijazah bagi RRT sudah selesai. Sudah kami tuntaskan secara science-based.
Ini adalah perang konsistensi.
RRT tetap konsisten dengan hasil penelitiannya.
Jokowi tetap konsisten dengan kebohongannya.
Dia lupa, ijazah bukan dokumen tunggal yang berdiri sendiri. Ada transkrip nilai yang amburadul, skripsi yang muncul tahun 2108, KKN yang terjadi dua kali, kartu Registrasi masuk ke prodi Sarjana Muda dan bukan prodi Sarjana, dan 700++ dokumen yang disita Polda dari UGM.
Untuk saya, dr Tifa, semua bahan itu adalah tanda kegiatan penelitian kami akan terus berlanjut.
Alhamdulillah, atas doa, dukungan, dan kerjasama teman-teman semua akhirnya Pak @KRMT_RoySuryo, Pak @SianiparRismon dan Bu @DokterTifa malam ini bisa kembali ke rumah setelah diperiksa di Polda Metro Jaya selam sktr 11 jam.
TRANSKRIP ASLI DAN TRANSKRIP PALSU
Saya mau tunjukkan salah satu TRANSKRIP ASLI yang saya dapatkan dari salah satu LULUSAN ASLI Fakultas Kehutanan UGM yang lulus 1985.
Bandingkan dengan TRANSKRIP PALSU dari LULUSAN PALSU Fakultas Kehutanan UGM, yang ditayangkan oleh BARESKRIM tanggal 22 Mei 2025.
Perhatikan baik-baik!
Transkrip nilai ASLI terdiri atas 56 Mata Kuliah Wajib dan 11 Mata Kuliah pilihan.
Total SKS yang ditempuh Sarjana Kehutanan UGM 1980-1985 adalah 161 SKS.
Transkrip ditulis dengan rapi dengan MESIN KETIK MANUAL. Nilai ditulis juga dengan MESIN KETIK MANUAL.
Di bawah ada tandatangan Dekan dan Pembantu Dekan I Bidang Akademik, dicap asli UGM sebagai tanda Transkrip nilai ini ASLI.
Sedangan TRANSKRIP PALSU dari LULUSAN PALSU Fakultas Kehutanan UGM
Nama mahasiswa ditulis tangan, bukan mesin ketik.
Nilai ditulis tangan, bukan mesin ketik.
Di kolom Mata Kuliah Pilihan, kosong alias zonk, padahal mata kuliah pilihan walaupun namanya Pilihan tetap WAJIB untuk ditempuh, agar bisa lulus jadi Sarjana.
Tidak ada nama dan tangan Dekan.
Tidak ada nama dan tandatangan Pembantu Dekan I.
Tidak ada cap UGM.
Transkrip ini jelas zonk. Abal-abal. Palsu!
Terus kita mau percaya bahwa Joko Widodo lulus jadi Sarjana Kehutanan UGM itu dari manaaa?
CC Presiden @prabowo@KRMTRoySuryo2@SianiparRismon
Bambang Tri dapat Amnesti?
Alhamdulillah wasyukrulillah
Semoga kabar ini benar adanya.
Bambang Tri orang yang pertama kali menggugat kepalsuan Ijazah Jokowi.
Dan karenanya dia dipenjara dengan kejam, tidak tanggung-tanggung, dua kali dipenjarakan!
Memang bengis sekali pemilik ijazah palsu!
Dan dengan insyaAllah dibebaskannya Bambang Tri, maka dia bisa jadi saksi untuk 12 Aktivis yang lagi-lagi dikriminalisasi oleh si pemilik ijazah palsu.
12 Aktivis dalam minggu-minggu ini diseret ke polisi. Status naik dengan cepat: dari penyelidikan ke penyidikan.
Artinya polisi dapat pesanan dari si pemilik ijazah palsu agar buru-buru penjarakan 12 Aktivis ini.
Karena dia pikir 12 Aktivis ini bisa dibungkam dengan jeruji penjara, dan soal ijazah palsu ini akan bisa dibungkam!
Salah besar! Justru jika kami dikriminalisasi, kami akan lebih galak dalam meneriakkan kebohongan ijazah ini!
Kami akan teriak ke seluruh Indonesia!
Kami akan teriak ke seluruh dunia!
Salah pilih lawan, kata bang @msaid_didu
Backingan kami ALLAH!
Tidak ada orang besar orang besar!
Adanya ALLAH Yang Maha Besar
Kami ini alatNya dalam membongkar kepalsuan Ijazah.
Karena tidak ada kebohongan yang abadi.
Dan Allah tidak mau kezaliman merajalela lebih lama lagi!
Bismillah! ALLAHUAKBAR!