indonesia bukan cuma diisi umat islam yang bayar pajak.
ada kristen, katolik, hindu, buddha, konghucu, penghayat, dan warga lain yang ikut membiayai apbn lewat pajak, ppn, cukai, dan pungutan negara.
jadi kalau kurban pakai apbn, masalahnya bukan semata “sah atau tidak sah secara syariat”.
masalah besarnya: bolehkah uang publik lintas agama dipakai untuk membangun citra ibadah pribadi satu pejabat?
negara harus adil. jangan jadikan anggaran rakyat sebagai panggung kesalehan personal
"Kalo tau bakal begini ga bakal gw dukung"
Ngga, lo bukan gatau, tapi bodoh aja. Dari program kerja, riwayat hidup, sampe debat pun lo harusnya udah bisa nilai.
Soalnya jjur bingung harus gimana lagi, komplen di socmed dianggap lalu, kasar dikit disiram air keras, komplen di depan gedung ditangkep dan diteror2 keluarganya, nrimo jg gk ikhlas dan gk ada tenaga krn disetting kerja sampe burn out untuk bisa survive.. gila bgt jadi wni
Kan Indonesia impor sampah sampai 262 ribu ton. Sampah plastik, kertas, sampai pakaian.
Bahkan, di perjanjian dagang RI-AS kita bakal impor cacahan pakaian. Ga heran udara kita penuh mikroplastik, coba aja nonton “Menolak Punah”
Bahkan ga ada catatan sejarah tokoh perjuangan kemerdekaan yang disiram air keras, dibuat cacat permanen oleh kolonial. Tindakan paling jauh ya diasingkan. Lah ini dibuat cacat. Dan bentar lagi bakal ada mobilisasi buzzer yang ngebunuh karakter korban. Literally iblis!