SIT KARTU MERAHH π₯π€π»
prabs menutupi mulutnya dgn kertas sambil mengucapkan sesuatu kpd audience
"saya mau ngomong sesuatu tapi ada wartawan"
"tahan ya, jangan sebut"
ambil kertas β tutupin mulut β ngomong sesuatu β audience ketawa terbahak-bahak
I'M DONE
In the last four World Cup finals, only two runners-up stayed on the pitch until the trophy presentation: Argentina in 2014 and Argentina in 2026.
Not Croatia, Not France. Did anyone say anything during that time? No, because that wouldn't get clicks.
Guess which country is now being criticized and accused of disrespecting the winners simply for going over to acknowledge their own fans? Argentina, of course.
Padahal kalahnya team Argentina saat melawan Spanyol bukan karena team Spanyol main kasar tp kekelahan Argentina karena memang kalah taktik dan segalanya.
Lah kok mental Pecundang banget kalian tdk mau mengakui Kemenangan Lawannya dg membelakangi selebrasi kemenangan Spanyol.
@MaiyagyGery@AsepKurnia21913@arsenalskitchen Gadapet orang dalem gimana kontol, harusnya ronaldo 2 match awal wc juga gaboleh maen karena akumulasi kartu merah, tapi tetep bisa maen gara gara loby pangeran arab
Waktunya nggak lama lagi, Messi bakal ninggalin sepak bola.
Di MetLife Stadium, New Jersey, Messi jalan pelan menuju podium runner up. Bahunya sedikit membungkuk, matanya berkaca kaca saat medali perak digantung di lehernya.
Spanyol baru saja menang 1-0 lewat gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Argentina gagal pertahankan gelar. Tapi bagi jutaan orang yang nonton, malam itu bukan tentang kekalahan. Malam itu adalah tentang akhir sebuah era.
Messi berusia 39 tahun. Rambutnya sudah mulai memutih di pelipis, langkahnya nggak secepat dulu, tapi matanya masih sama. Penuh api, penuh cinta untuk sepakbola. Sepanjang turnamen cetak delapan gol, kasih assist krusial, dan bawa Argentina yang sempat terseok hingga final. Messi main kayak umur 29 tahun, bukan 39. Tapi usia nggak pernah bohong. Tubuhnya lelah, dan sepak bola tak lagi beri ruang untuk keajaiban selamanya.
Kita ingat Qatar 2022. Malam itu Messi mengangkat trofi yang selama 36 tahun tak pernah diraih Argentina. Air mata bahagia mengalir deras.
βSaya sudah lengkap,β katanya saat itu.
Tapi Tuhan memberinya satu babak lagi. Satu kesempatan terakhir untuk menari di panggung terbesar. "The Last Tango", begitu ia tulis di postingan sebelum final. Tango terakhir. Dan meski berakhir dengan nada sedih, tango itu tetap indah kok.
Bayangkan seorang anak kecil dari Rosario yang dulu menderita kekurangan hormon pertumbuhan, kini berdiri di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya.
Lihat wajah para pemain Spanyol saat membuat guard of honour. Ada rasa hormat di mata mereka. Mereka tahu, mereka baru saja mengalahkan legenda hidup, panutan mereka sendiri.
Nggak lama lagi, Messi bakal ninggalin sepak bola. Mungkin beberapa bulan lagi di Inter Miami, mungkin satu atau dua pertandingan persahabatan terakhir dengan Argentina. Lalu lampu stadion akan padam untuknya. Nggak ada lagi momen ankara messi yang bikin bek lawan mati kutu. Nggak ada lagi senyuman malu malu saat ia mengangkat trofi.
Yang tersisa adalah warisan yang nggak bisa dihapus. Bukan hanya rekor gol, assist, atau Ballon dβOr. Tapi Messi ngajarin kita bahwa bakat saja tak cukup. Dibutuhkan hati yang besar, ketahanan yang luar biasa, dan cinta yang tak pernah pudar.
Untuk Leo, terima kasih. Terima kasih telah membuat jutaan anak di seluruh dunia percaya bahwa mimpi bisa diwujudkan meski berkekurangan dan tantangannya besar.
Kau bukan runner up malam ini, Leo. Kau adalah pemenang seumur hidup.
Sekarang, istirahat yang pantas. Dunia sepak bola akan terus berputar, tapi tak akan pernah sama lagi tanpamu.
Ternyata perasaannya aneh ya
Sejak sepanjang pertandingan berjalan bahkan hingga sekarang telah usai, perasaannya belum hilang juga
Ternyata lebih besar rasa nggak ingin melihat salah satu dari mereka kalah, daripada rasa ingin melihat salah satu dari mereka menang
ποΈLionel Messi: βYesβ¦ I cried. Not only because we lost a final, but because I know this is my last World Cup with the national team.β
Messi sepertinya konfirmasi ini Piala Dunia terakhirnya.
Thank you, legenda. π¦π·
Anyway, terima kasih banyak untuk panutan para La Masia boys sekaligus legenda terbesar La Masia & Barcelona.
3x final dari 4 World Cup terakhir, sempat jadi top skor sepanjang masa World Cup, assist terbanyak sepanjang masa World Cup.
Bisa membawa Argentina 3x ke final dan 1x juara dengan skuad seadanya itu sangat luar biasa. Bayangkan dulu dia lebih memilih bela Spanyol, mungkin trofi Piala Dunia-nya bisa lebih dari ini. Tapi ia memang orang yang setia, di dalam dan luar lapangan πππ
Leo Messi, The Greatest Of All Time π
Sabar capt, mempertahankan memang selalu lebih sulit. Sepakbola anda kan sudah tamat. Niatnya cuma enjoy the tournament tapi bisa sampe final. Emg ngga enak kalah di final, tapi ngga ada yg abadi dan menang terus2an kan? π