“Tengorokan sakit buat nelen dikasih apa?”
Kasih Degirol atau sp troches!
Ga bosen2 rekomendasiin dua itu krn manjurrrr banget
Dia tuh antiseptik oral jd aman banget ya! Asal minumnya sesuai anjuran pd kemasan.
Yg penting JANGAN FG troches (frame ketiga)
Tambahin juga nih:
- prioritaskan istirahat/tidur
- banyakin minum air putih (terutama yg anget)
- mam makanan anget berkuah
- buah sayur, dll.
#SEBARIN
Kata siapa CPR susah? Catet!
1. Pastiin km sbg penolong, lingkungan, & korban aman
2. Cek respons
3. Klo g sadar, call ambulans
4. Cek nadi karotis. Gak ada? Langsung CPR
PS: km awam & gbs cek nadi? Yaudah, jika korban ga sadar + ga napas, asumsikan henti jantung ➡️ CPR
Akar Kejahatan
Dewi Sukesi mengandung anak Wisrawa, Rsi agung yang mencuri cinta anaknya, Prabu Danareja dari negeri Lokapala. Rsi Wisrawa sejatinya ke Alengka bertamu ke istana Prabu Somali, sahabat lamanya dikala muda, untuk meminang Dewi Sukesi demi mewujudkan cinta anaknya semata. Tetapi sang Rsi terhanyut oleh keinginan Dewi Sukesi akan keillahian yang bukan miliknya, sehingga mereka berdua terjerumus kedalam dosa. Dosa itulah yang ada dalam kandungan Dewi Sukesi, yang kemudian lahir dalam bentuk darah, kuku dan daun telinga. Darah itu tumbuh menjadi Rahwana yang jahat, kuku menjelma menjadi Sarpakanaka yang penuh nafsu, dan daun telinga menjadi Kumbakarna yang selalu tidur. Kelak, ketika Dewi Sukesi dan Wisrawa menyesali dosa2nya dan kembali kedalam kebajikan, mereka melahirkan seorang anak yang bijak dan tampan, Wibisana.
Disaat yang hampir bersamaan, di negeri Ayodhya, 3 bersaudara, Anjani, Guwarsa dan Guwarsi bertengkar memperebutkan Cupu Manik yang memuat rahasia keabadian dunia. Ayah mereka, Rsi Gotama, kemudian melemparkan cupu itu sejauh2nya. Di udara, cupu terpisah dari tutupnya. Cupu jatuh di hutan Ayodhya menjadi Telaga Nirmala, sementara tutupnya jatuh di Alengka menjadi Telaga Sumala. Anjani, Guwarsa dan Guwarsi yang mengejar cupu itu, mengira cupu jatuh ke telaga. Guwarsa dan Guwarsi menyelam, sementara Anjani yang lelah hanya membasuh wajah, kaki dan tangan. Guwarsa dan Guwarsi, begitu tercebur kedalam telaga, berubah menjadi kera, dan Anjani tumbuh bulu2 kera di wajah, tangan dan kaki yang terkena air telaga.
****
Sejak jaman dahulu kala orang sudah bertanya2, mengapa ada kejahatan dan penderitaan di dunia padahal dunia ini ada dalam pengawasan dan perlindungan Tuhan yang maha pengasih lagi penyayang. Berbagai argumenpun telah disampaikan, diantaranya karena terjerumus godaan setan, karena takdir, karena evolusi kesadaran, dan mungkin banyak lagi argumen lainnya. Apapun sebabnya, kenyataannya kejahatan eksis. Ada orang yang memenggal leher manusia lain untuk alasan missi yang suci. Ada pegusaha yang tega hidup bermewah2 dengan menipu dan menggelapkan dana orang2 yang hendak beribadah. Ada proyek yang sengaja dibuat agar anggarannya yang bernilai trilyunan bisa dikorupsi beramai2. Ada orang yang sukarela memelihara dendam dan kebencian dalam hatinya. Mengapa kegelapan dan kejahatan bisa menjadi begitu pekat, gelap gulita menutupi nurani manusia ?
Weda menyatakan, unsur utama dalam proses pembentukan semesta adalah dua azas yang sangat sukma, gaib dan abadi yaitu Cetana dan Acetana yang juga disebut sebagai sebab mula terciptanya segala yang ada (causa prima). Cetana merupakan asas roh yang menjadi jiwa semesta, sifatnya murni dan selalu sadar (consciusness) sedangkan Acetana merupakan asas materi dari alam semesta yang sifatnya tidak sadar dan serba lupa (unconsciusness). Pertemuan Cetana dan Acetana menciptakan Purusa dan Pradana yang merupakan sumber roh dan materi. Pertemuan Purusa dan Pradana menghasilkan Citta dan Guna. Citta adalah pikiran, ingatan. Guna adalah sifat. Guna ada 3 disebut tri guna (3 sifat yaitu satwam, rajas dan tamas). Tri guna inilah yang mengikat, menarik dan kerapkali menguasai, mengendalikan kesadaran. Dalam Bhagavad Gita XII. 5 disebutkan :
sattvaṁ rajas tama iti
guṇāḥ prakŗtisaṁbhavāh
mbadhanti mahābāho
dehe dehinam avyayam
(Sattva, rajas, tamas ini adalah guna yang lahir dari prakerti wahai yang berlengan perkasa, yang mengikat penghuni badan yang kekal itu dengan eratnya).
Selanjutnya Bhagawad Gita menjelaskan sebagai berikut :
Rajo rāgātmakaṁ viddhi
tŗṣnā-saṅga-samudbhavam
tan nibadhnāti kaunteya
karma-saṅgena dehinan
Tamas tu ajnāna-jaṁ viddhi
mohanaṁ sarva-dehinām
pramadālasya-nidrābhis
tan nibadhnāh bharata
Sattvam sukhe sanjayati
Rajah karmani bharata
Jnanam āvŗtya tu tamah
Premade sanjayaty uta
(BG. XIV 7-9)
Ada yang mau 100 ribu?! ✨𝑵𝑲𝑲𝑪𝑯𝑰 📷
yuk, Nanti Kita Kasih Cepek Hari Ini!
• Quote Tweet 1 hadiah yg cocok untuk dikasih ke anak!
• FOLLOW @bliblidotcom
+ RT LIKE tweet ini
• Pemenang acak
Cek link ini utk dapetin promonya yg pasti produk ORIGINAL 🥛 👇
https://t.co/EDf35tNCzC
#NoBlablaDiBlibli #BlibliBLM