Hari ini saya dan Ibu Negara mengunjungi SMK Negeri Jawa Tengah di Kota Semarang.
Saya mengapresiasi program pemerintah provinsi yang memberikan akses serta fasilitas pendidikan secara gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di sekolah ini.
Meski gratis, sarana dan prasarana di SMKN Jawa Tengah ini cukup lengkap dan sudah sejalan dengan kebutuhan dunia industri. Ada mesin CNC (computer numerical control), mesin dasar, ada semuanya. Sekolah ini memiliki jaringan ke industri, juga menyediakan fasilitas kursus bahasa Jepang untuk mempersiapkan peserta didiknya mendapat beasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jepang.
Saya segera menginstruksikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim untuk meninjau SMKN Jawa Tengah dan melakukan evaluasi. Program pembelajaran di SMKN Jawa Tengah saya kira dapat diterapkan secara nasional di seluruh Indonesia.
Pengoperasian LRT Jabodebek akan menjadikan keamanan dan keselamatan sebagai faktor utama. Karena itu, kita tidak akan tergesa-gesa mengoperasikannya.
LRT ini merupakan yang pertama di Indonesia. Wajar jika masih ada kekurangan yang perlu dievaluasi dan diperbaiki.
Hari ini saya kembali menjajal kereta LRT Jabodebek dari Stasiun Harjamukti, Depok, Jawa Barat hingga Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Kereta berangkat pukul 08.18 WIB dan, seperti saat beroperasi normal nanti, berhenti di sejumlah stasiun yang dilalui.
Alhamdulillah, perjalanan sepanjang 26 kilometer terasa nyaman dan lancar.
LRT Jabodebek akan melayani dua rute perjalanan yakni Cibubur-Dukuh Atas sepanjang 26 kilometer dan Bekasi Timur-Dukuh Atas sepanjang 30 kilometer.
Sepupu gue; Mulki, ngidap autism dari lahir. Umur 27th, tapi pola pikir dia stuck di umur 14th.
Buat bantu ibunya yg single parent, dia sekarang jualan Susu Kurma & Almond bikinannya sendiri tiap hari dari pagi.
Siapa tau ada yg lewat atau sekitar Depok mau bantu beli.
📍Pesona Khayangan Depok, gerbang pintu belakang (Jl. KHM Yusuf)
https://t.co/2TW39M3qQa
Pengembangan Bandara Ewer di Distrik Agats, Papua Selatan ditujukan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat di Kab. Asmat, membuka keterisolasian wilayah, dan mempercepat pengiriman logistik.
Saya berharap Kab. Asmat semakin berkembang dan maju.
Setelah pengembangan dengan biaya Rp287 miliar dari APBN, bandara ini memiliki landasan 1.650m x 30m yang mampu didarati pesawat tipe ATR72-600. Bandara Ewer juga dilengkapi terminal penumpang berkapasitas hingga 14 ribu penumpang per tahun.
Saya tiba di Bandara Sentani, Jayapura, semalam seusai kunjungan kenegaraan di Papua Nugini.
Pagi ini, dari Jayapura saya bertolak menuju Kabupaten Asmat, Papua Selatan untuk meninjau sekaligus meresmikan Bandar Udara Ewer.
Cuaca cerah pagi ini di Bandar Udara Ewer, Kab. Asmat, Papua Selatan saat saya mendarat.
Di landasan bandara, tarian selamat datang dari warga Asmat menyambut kami – sebentuk kegembiraan bahwa pengembangan Bandar Udara Ewer yang dilakukan sepanjang 2018-2022 telah selesai.
Hati² dgn DIAMNYA orang SABAR & TULUS, karena getaran Hatinya Mengundang Dukungan SEMESTA, baginya memang tdk Masalah diperlakukan tidak Baik, tetapi masalah akan Berdatangan pd Mereka yg Mendzoliminya..!!