First trailer for Alejandro G. Iñárritu’s ‘Digger’ starring Tom Cruise
It follows the most powerful man in the world, who goes on a mission to prove he is humanity’s savior before his own disaster destroys everything
In theaters October 2
Cerita ini bikin aku teringat sama teori psikoanalis Erich Fromm dalam bukunya Escape from Freedom (1941). Jadi, ada dua jenis "kebebasan" menurut Fromm:
1. Freedom FROM (bebas dari/negative freedom) : bebas dari penindasan, kelaparan, kontrol otoriter. Ini yang didapat si defector waktu kabur dari Korut.
2. Freedom TO (bebas untuk/positive freedom): kebebasan untuk (mampu) aktif mengarahkan hidup sendiri: kerja bermakna, hubungan yang tulus, menentukan jalan hidup sendiri. Ini butuh skill dan sumber daya psikologis, bukan cuma soal "gak ada yang melarang"
Masalahnya: orang ini dapat negative freedom (bebas dari Korut), tapi nggak siap dengan positive freedom (harus belajar buat keputusan buat diri sendiri dan milih banyak hal sendiri di Amerika)
Dia gak pernah dilatih untuk membuat keputusan sendiri seumur hidupnya jadi begitu semua pilihan dilempar ke dia sekaligus, yang muncul bukan kelegaan, tapi juga kecemasan dan kewalahan “Koq jadi apa-apa gue yang milih dan lakuin sendiri?”
Bisa jadi dia pengen balik ke Korut bukan karena kangen miskin atau lapar, tapi karena dah terbiasa dengan tidak perlu mikir dan memutuskan apa-apa. Ini tentu memunculkan pertanyaan lebih lanjut soal kapasitas agensinya sebagai individu.
Fromm bilang ini pola umum: kalau manusia dikasih kebebasan tapi nggak dikasih kapasitas atau dukungan untuk memakainya, dia akan “kabur dari kebebasan” lagi ke bentuk "tunduk/submisif" entah itu dengan tunduk kepada atau menegakkan otoriterianisme, menghancurkan dunia atau orang lain yang dianggap mengancam diri, atau konformitas buta agar merasa bagian dari “normal” dan terhubung dgn orang lain/kelompok lebih besar sambil mengorbankan ciri individual diri sendiri. Dalam hal ini, si mantan Korut merasa tunduk pada otoritarianisme menjadi cara paling aman dan wajar setelah kewalahan akan kebebasan.
Fromm juga melihat ini bukan cuma soal satu individu, tapi gejala masyarakat modern secara umum termasuk kita di negara "yang lebih bebas". Kita dikasih segudang pilihan (karier, gaya hidup, konsumsi), tapi kalau nggak dibarengi rasa keterhubungan, makna, dan kerja yang otentik, pilihan itu jadi beban, bukan kebebasan. Makanya banyak orang modern diam-diam rindu "ada yang mikirin buat gue" entah lewat pemimpin fasis di sistem demokrasi, agama yang kaku, konformitas ke tren konsumsi barang/gaya hidup yg mgkn ga sesuai value pribadi atau rutinitas yang serba diatur.
Intinya orang ini bukan menolak kebebasan itu sendiri, dia menolak versi kebebasan positive yang bikin cemas karena kebanyakan pilihan tanpa ada support system dan sumber daya dalam dirinya sendiri. Kebebasan sejati, kata Fromm, bukan cuma karena "nggak ada yang ngelarang", tapi juga tentang "punya kapasitas dan koneksi untuk menjalani hidup dengan penuh makna."
aku ketemu konten reels begini, jujur ngena bgt🥹
- kalo mulai angkat beban di umur 27th, di umur 32 bisa jadi jauh lebih kuat drpd pas umur 22.
- kalo mulai konsisten membuat konten di usia 23 tahun, kemungkinan di usia 26 udah punya 100k followers.
- kalo mulai membangun bisnis di usia 30 tahun, di usia 40 udah ada 10 tahun pengalaman.
- kalo mulai belajar memasak di usia 20 tahun, di usia 23 mungkin udah bisa masak tanpa liat resep.
Waktu akan terus berjalan, dengan atau tanpa kamu memulai.
Jadi, kenapa gak mulai sekarang?
Siapa tau beberapa tahun dari hari ini, kamu sudah menjadi seseorang yang selama ini kamu impikan 🌱
Saran buat HRD dan boss boss kantoran.
Mending besok mundurin jam masuk. Bikin 1/2 hari aja.
Daripada :
1. Karyawan pada telat dan alasannya suka gak masuk akal. Yg ban kereta bocor lah, ada gajah di atas pohon lah, keinjek kepala kerbau lah, dll
2. Karyawan on time, tapi sampe kantor gak efektif karena ngantuk. Pada melipir ke musholla klo nggak tangga darurat atau pantry.
3. Karyawan datang lebih cepat, tapi sampe kantor buka laptop bukannya kerja tapi malah nonton bola.
So, better kasih kelonggaran. Karena jangan sampai kerjaan mengganggu waktu sepakbola.
Thank me later
Offiside tipis2 ini kalau menurutku sangat merusak keindahan sepak bola, membunuh selebrasi gol, dan sangat2 merugikan penyerang.
Kasihlah batas toleransinya. Misalnya 10 cm gitu. Jadi tujuannya adl mengembalikan esensi bahwa offside dibuat utk mencegah penyerang dpt keuntungan posisi.
Maju tipis seujung kuku kayak gini kan nggak memberikan keuntungan mekanis apapun bagi striker..😪
Kalau suka Hanzawa Naoki atau dorama2 korporasi, cobain Fumochitai. Eks-tentara, dimasukin kamp kerja paksa Uni Soviet, balik ke Jepang masuk perusahaan besar, masuk ke dalam intrik persaingan bisnis dan politik di post-war Jepang. Epic!
Ada di Netflix.
Si no recuerdas cómo terminó la segunda temporada de #HouseOfTheDragon:
• Rhaenyra reúne a los nuevos jinetes de dragón y prepara la guerra.
• Daemon Targaryen jura lealtad a Rhaenyra en Harrenhal tras sus visiones.
• Aemond gobierna Desembarco del Rey mientras Aegon II sigue gravemente herido.
• Alicent se reúne en secreto con Rhaenyra y le propone entregar la ciudad para evitar más muertes.
• Helaena confirma que Aegon sobrevivirá y anticipa parte de lo que está por venir.
• Otto Hightower reaparece encarcelado.
• Tyland Lannister consigue el apoyo de la Triarquía para los Verdes.
• Rhaena encuentra al legendario dragón salvaje Sheepstealer.
• Los Stark ya marchan hacia el sur.
• La guerra entre Negros y Verdes entra en su fase más sangrienta.
Esta madrugada se estrena la Temporada 3 de House of the Dragon en España.
La Danza de los Dragones está a punto de empezar de verdad. 🔥🐉
DEMASIADO HYPE. VUELVEN LOS DOMINGOS DE DRAGONES. VUELVEN LOS DOMINGOS/LUNES DE PONIENTE. VAMOOOOOSSS
#HOTD #GameOfThrones
Akhirnya ngebuktiin sendiri kalo MBG ini lahan basah 😅 Tanggal 9 April diminta kasih harga roti 1.500 padahal harga aslinya 3.000, tapi nota tetap harus ditulis 3.000.
Habis itu semua chat hilang ditarik. Semalam chat lagi, ternyata masih juga nego harga roti 😂
ini parah banget sih guys🤡
sc:threadsspidolls
Bulan berganti, giveaway buku berlanjut lagi!
Dibantu TB Buku Gila, satu orang akan dapat karya adiluhung Pram ttg lakon Jawa kuno penuh intrik: Arok Dedes.
Cukup like, RT dan kasih komentar suka-suka kalian, satu tanggapan favorit akan diumumkan jadi pemenang Sabtu nanti.
Seskab Teddy Indra Wijaya .
Letkol Kopassus, mantan ajudan Prabowo, nol pengalaman diplomasi ,
merespons Dino Patti Djalal dengan sindiran: "diplomat hebat, walau cuma 3 bulan jadi Wamenlu."
Oke, Pak Letkol. Kita bedah satu-satu.
Soal biaya: Lo bilang kelebihan biaya ditanggung "pribadi Presiden." Tapi pesawat kepresidenan, pengamanan TNI-Polri, hotel protokol, tim advance, logistik 50-60 orang , itu semua tetap APBN.
Yang "pribadi" cuma excess-nya.
Dan Prabowo sendiri yang tanda tangan Inpres No. 1/2025 yang perintahkan seluruh K/L pangkas perjalanan dinas 50%.
Guru nyuruh murid hemat, gurunya keliling dunia.
Soal rombongan: Lo bangga rombongan turun dari 120 jadi 50-60 orang.
Dino tidak pernah bicara soal ukuran rombongan. Dia bicara soal frekuensi , 1 dari 6 hari Presiden ada di luar negeri.
Lo jawab pertanyaan yang tidak ditanyakan.
Soal investasi Rp 2.430 triliun: Ini total realisasi investasi PMDN + PMA tahunan , tren jangka panjang yang sudah berjalan sebelum Prabowo menjabat, dipengaruhi hilirisasi, regulasi, dan iklim global.
Lo tidak bisa buktikan berapa dari angka itu kausal dari kunker.
Berdiri di bawah hujan lalu ngaku bisa mendatangkan air.
Soal sindiran "3 bulan":
Dino punya PhD dari London School of Economics, 26 tahun karier diplomatik, 3 tahun Dubes untuk Amerika Serikat.
Yang nyindir dia adalah seorang Letkol yang jabatan Seskab-nya lahir dari loyalitas, bukan keahlian tata negara.
Di negara yang sehat, Seskab dijabat teknokrat.
Di sini, dijabat ajudan yang merangkak naik karena setia , lalu nyindir diplomat doktoral soal pengalaman.
"Speak truth to power," kata Dino.
Yang menjawab justru orang yang hidupnya melayani power.