udah liat tingkah menjijikan mimi peri? masih mau ngasih ruang untuk bencong? masih mau bela para boti dan LGBT kah?
-dia terang2an mengaku suka tusbol/sodomi, di mana dia ngambil anak2 kampung, katanya anak2 kampung lebih bersih dari HIV. kurang ajar sekali, pun kalo mereka bersih, bisa saja nanti justru dia yang tertular dari si bencong ini. daya rusaknya luar biasa untuk anak2 dan masa depan
bejat. hina. dia menularkan penyakit kelamin dan bisa menularkan orientasi seksnya yang menyimpang itu ke anak2 kampung yang kemungkinan masih ada yang polos
jangan lagi bilang sifat dan kelakuan bencong itu gak bisa nular. bisa. jurnal barat yang jadi rujukanmu soal LGBT gak bisa nular itu gak valid, emang yang buat jurnal itu udah ngambil survey dari seluruh dunia? gimana kalo yang buat jurnal itu ada beberapa yang pro ke LGBT juga? stop denial
bagaimana kalo anak2 kampung itu anakmu? keponakanmu atau kerabatmu? masih ada kah ruang untuk tidak marah?
anak2 kampung yang dia sebut itu mungkin ada yang sama2 mau, tapi besar kemungkin ada juga yang awalnya gak mau tapi karena banyak faktor seperti iming2 dikasih imbalan, dirayu atau apapun lah caranya sampai pada akhirnya dia mau melakukannya. ditambah dengan keadaan ekonominya yang sulit, begitu ditawari uang dan hadiah bisa saja pendiriannya goyah. ini banyak terjadi
-saat ditegur soal kelakuannya itu, dia teriak "hidup boti, saya bangga menjadi boti. dosa itu gak ada, gak ada disiksa (di neraka), itu hanya dongeng, dongeng masa kecil buat nakut-nakutin"
apa gak bahaya kalo predator seperti ini dibiarin berkeliaran semaunya tanpa ditindak? tanpa memasukkan unsur agama pun, kita semua harusnya gak boleh bebasin dia ngerusak anak2 dan menularkan penyakit fisik dan mental ini
teman2, jangan biarkan kemungkaran terjadi di depan mata. lawan
Kalau mau dikritik secara terbuka dan tidak menerobos ruangan ya rapat kalian juga jangan tertutup mulu, nanti ujung ujungnya sah trus rakyat lagi yang salah karena dibilang gak ngawal dan gak memberi masukan
Mahasiswa menjelaskan tujuan demonstrasi, reaksi apa yang mereka harapkan dari Presiden, dan siapa yang mereka wakili.
Anas (21 tahun) juga menyinggung tentang tudingan "mahasewa", buzzer dan narasi 'Indonesia Masih Terang'.
Kalau elu mau narik pajak gede,
Apa yang bisa memastikan kita dapet benefit negara Nordik setelah itu?
Benefit kaya:
1) Cuti melahirkan 480 hari buat ibu, dan 90 hari untuk ayah? Kemarin baru ada wacana cuti ayah aja ribut.
2) Guru digaji sangat layak, jadi bisa konsentrasi mendidik murid, gak pontang panting nyari sambilan.
3) UMR yang cukup buat hidup sekeluarga. Bukan yang cukup buat 1 orang doang, itu pun masih kredit.
4) Hak cuti pekerja minimum sebulan. Cuti dibayar, sebulan penuh.
5) Healthcare sepenuhnya gratis, tapi dokternya juga digaji layak, gak kejar-kejaran kaya BPJS sekarang.
6) Pelayanan publik tinggal ngurus online atau kalau terpaksa, dateng bentar aja selesai kaya di bank.
***
Benerin dulu kepercayaan rakyat ke negara.
Baru minta dari rakyat,
Menarik pajak lebih besar tanpa timbal balik ke rakyatnya = dosa besar.
#PajakMencekik
Sejumlah orang acap terjebak over confidence bias. Terlalu yakin dg prospek usahanya. Jebakan bias ini bnyk bikin bisnis kolaps.
Kafe bubar. Ruko sepi. Apartemen kayak ghost building. Ini semua contoh jebakan overconfidence bias.
Halo! Buat yang masih belum paham, bisa banget disimak rangkumanku yang sudah aku usahakan menggunakan bahasa 'bayi' ini ya guys. Tolong bantu share untuk spread awarness! Terima kasih🙏
Pasang beginian emang nggaruh?
Ya nggak. Bahkan seminggu/sebulan lagi orang pada ga peduli. Tapi setidaknya, ini pengingat, mungkin juga pengumuman sikap. Bahwa aku tidak menerima keadaan, menolak jadi bagian yang membenarkan, dan ketika nanti ditanya, ini bisa jadi bukti sikap.