@goensant@RadioElshinta@Kota_Tangerang Polisi ama dishub npc bgt, lambai2 padahal jalur sebelahnya kalau di contraflow bisa ngurangin macet. Tiap hari jalanan situ macet juga dishub useless lambai2 gegara pertemuan jalur dari kebon nanas masuk bikin macet arah dari jembatan
Anakku, 18 tahun, meninggal mendadak tiga tahun lalu. Minggu lalu, orang asing kirim pesan, "Anak ibu nyelametin hidup saya. Saya harus ketemu ibu." Aku kira soal donor organ, tapi dia dateng ke kedai kopi tempat kita janjian.
Begitu liat mukanya, aku pucat. Perempuan ini temen sekelas anakku waktu SMA, yang hampir setahun jarang masuk sekolah. Aku inget wajahnya dari buku tahunan yang anakku simpen di kamarnya.
Dia duduk di depanku, tangan gemeteran, cerita semuanya.
Katanya, tahun itu dia berjuang sendirian, gak ada temen, sampai hampir nyerah total.
Anakku sadar. Dia mulai nitipin catetan kecil di lokernya, kayak "Kamu penting." "Besok butuh kamu ada." Dia anterin perempuan itu ke kelas pas gak ada yang mau noleh. Dia gak pernah cerita ke siapa-siapa. Perempuan itu bilang anakku chat dia tiap malam selama lima bulan, cuma mastiin dia baik-baik aja.
Dia keluarin hapenya, nunjukin ratusan chat. Yang terakhir, dikirim pagi sebelum anakku meninggal, bunyinya, "Hei. Cuma mau cek kabar. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira."
Dia natap aku, bilang, "Saya masih hidup karena anak ibu berani baik walau gak ada untungnya buat dia sendiri." Aku genggam tangannya lintas meja, sadar kebaikan diam-diam anakku ternyata kekuatan terbesarnya.
cc : rgjan03