MENGAPA PALANG PINTU DI PAPUA TIDAK ADA YANG BERANI MEMBUKA?
Bagi banyak orang, pemalangan jalan di Papua sering dianggap sebagai tindakan yang menghambat aktivitas masyarakat. Namun, bagi masyarakat adat Papua, palang pintu bukan sekadar penghalang jalan, melainkan simbol hukum adat dan bentuk protes terakhir ketika hak-hak mereka dianggap diabaikan.
Pemalangan umumnya dipicu oleh sengketa tanah ulayat, tuntutan ganti rugi yang belum diselesaikan, ketidakpuasan terhadap proyek pembangunan, hingga respons atas konflik sosial. Bambu, kayu, atau kain merah yang dipasang memiliki makna bahwa wilayah tersebut sedang berada dalam status larangan menurut adat dan tidak boleh dilanggar sebelum persoalan diselesaikan melalui musyawarah.
Lalu, mengapa tidak berani dibuka saja? Karena tindakan membuka palang secara paksa bukan hanya soal menyingkirkan penghalang di jalan. Langkah tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum adat dan penghinaan terhadap hak masyarakat adat, sehingga berpotensi memicu konflik yang lebih besar, bahkan bentrokan yang mengganggu keamanan dan ketertiban.
Itulah sebabnya pemerintah dan aparat keamanan umumnya memilih pendekatan dialog dengan kepala suku dan tokoh adat, sembari menyelesaikan persoalan administratif seperti ganti rugi tanah atau tuntutan masyarakat. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk menjaga stabilitas sekaligus menghormati keberadaan hukum adat yang masih hidup di Papua.
Meski pemalangan sering merugikan masyarakat luas karena menghambat akses dan aktivitas ekonomi, penyelesaiannya tidak sesederhana membuka paksa palang tersebut. Tantangannya adalah mencari titik temu antara penegakan hukum negara, perlindungan hak masyarakat adat, dan kepentingan publik agar semua pihak memperoleh keadilan.
Ilustrasi : meilan.matsumoto6
INGAT UCAPAN LUHUT INI ?
"Kalau ada yang bilang Indonesia gelap, yang gelap kau, bukan Indonesia."
Ucapan tersebut disampaikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan di acara The Economic Insights 2025 di Jakarta Rabu, 19 Februari 2025
Faktanya memang #IndonesiaGelap dimana pekerja Indonesia jadi budak dinegeri sendiri. Di perusahaan tambang / smelter Nikel Cina di Sulawesi terjadi ketimpangan gaji yang luar biasa antara TKA Cina dengan Pekerja Lokal. Padahal bidang kerjanya sama.
Bidang kerja yang bersifat general dan bisa di lakukan oleh Pekerja Lokal masih dipegang oleh TKA Cina.
Nah, Tahu berapa rata-rata gaji mereka (dilevel yang sama) ?
🇮🇩 Gaji Pekerja lokal 3 jt 🤯
🇨🇳 Gaji TKA Cina 18 jt 🙃
#JejakJokowiLuhut
Gila, ketimpangan kita separah ini!
Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Dr. Media Wahyudi Askar, menjelaskan hasil studi terbaru mereka:
1. Studi CELIOS mengungkap ketimpangan ekstrim: di saat pejabat/orang super kaya merayakan ultah mewah di Paris, anak-anak miskin berjuang keras hanya untuk bisa makan hari itu jg.
2. Indonesia kini punya 2 wajah ekstrem. Wajah pertama diisi oleh 1.700 orang super kaya, dimana kekayaan 50 orang terkaya di antaranya sudah setara dg total kekayaan 55 juta penduduk.
3. Oligarki ini menyetir harga pasar (ojol, LPG, properti) dan "membeli" demokrasi lewat pendanaan parpol. Sebaliknya, rakyat biasa harus berdesakan di transportasi publik yang buruk meski taat bayar pajak.
4. CELIOS mendorong Pajak Kekayaan (Wealth Tax) sebesar 2% untuk aset di atas Rp84 M. Didukung 89% rakyat, pajak ini bisa menghasilkan Rp142 T/tahun untuk menggratiskan layanan kesehatan, KRL, hingga beasiswa sampai bangun rumah layak warga rentan.
Nonton full di youtube nya Watchdoc Dokumentary nya disini 👇
https://t.co/cSzAPhXCd8
SALUTT!!! 🫡🫡
"Sama perjuanganya untuk mandiri"
meskipun dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, mengalami kelumpuhan.
Ya Allah semoga Bapak itu segera di kasih kesembuhan 🤲🙏
Amin ya rabb
Sarıp sarıp izlemelik video
İngiliz polisi Müslüman bir anne ve oğullarına vahşice saldırıyor
Muhammed Fahir Amaz ve kardeşi Annelerine dokunan ırkçı polisleri haşat ediyor helal olsun.