Melalui pemilu, rakyat sudah menyampaikan pendapat dak keputusannya, kalau anda mengatasnamakan dan bekerja demi dan untuk rakyat, hargailah pendapat rakyat dan bangsa Indonesia.
@mohmahfudmd Yang terpenting adalah ‘the reason behind’ cara apapun harus dilakukan karena ada alasan kuat secara legal, moral, dan ethical. Bukan semata mata ambisi untuk berkuasa. yg penting juga untuk diperhatikan adalah ‘ apakah rakyat akan menjadi lebih baik’ ? If not: Forget it.
Kenapa meribut kan Quick Count? Mohon dipahami Quick Count itu bukan hasil penghitungan suara pemilu, itu cuma indikasi untuk memperkirakan siapa yg menang, apapun hasil Quick Count, gak berpengaruh pada keputusan KPPU tentang siapa yg menang. Kenapa harus diributkan?
@Miduk17 Jangan berfikir semua orang PDI memilih Ganjar, ada yg bilang begini: ‘ saya hadir disini karena kewajiban sebagai orang partai, tapi siapa yg saya pilih itu masalah pribadi dan tidak ada sangkutannya dengan organisasi dimana saya berada’
Aneh? Gak juga…..
@Dennysiregar7 Binaklah dalam melihat, kalau Pak Jokowi ada jeleknya, anda pun ada jeleknya, kalau diminta memilih apakah Denny atau Jokowi, jawabannya 100% pasti Jokowi, bukan Denny.
Salah satu kualitas yg kita cari dari seorang pemimpin sejati (catt:bukan pejabat) adalah kemampuan menghadapi kekalahan dengan bermartabat, hormat, dan kerendahan hati, kita tunggu……
Semakin jelas siapa kandidat yg hatinya ‘culas’ siapa yg ‘tulus’ siapa yg ‘sekedar melaksanakan tugas’ ayo kita memilih tidak dengan emosi, tapi dengan akal sehar, pilih lah yang akan membawa kita menjadi lebih baik. Prabowo?
Character assassination, upaya untuk ‘membunuh’ karakter sebenarnya dan menggantikan dengan gambaran seakan akan orang yg menjadi obyek memiliki reputasi jelek dan tidak bisa dipercaya.
Jangan biarkan kita ‘direkrut’ untuk menjadi pembunuh pembunuh karakter demi kepentingan.
setiap kelompok pendukung yakin bahwa paslon masing masing mendapat dukungan terbanyak, sayang keyakinan itu tidak didasarkan atas observasi obyektive, malah cenderung emosional dan tidak rasional. Banyak juga yg ‘adu kenceng teriak’. Saya jadi senyum senyum sendiri, kelakuaannn