Memang yah, kita harus sering-sering melihat kebawah. Untuk menyadarkan diri kita kalau hidup itu tidak susah, kitanya saja yang terlalu ingin kelihatan "wah".
@tanyarlfes Lanjutan 3:
kalo udah hubungan lama mungkin harusnya jawabannya ga gitu.
Coba buat pertanyaan yg harus di jawab sama diri kalian masing” lalu di ungkapin bersama contoh "apa yg bikin aku yakin nikah sama kamu?"
@tanyarlfes Menurut gua dari obrolan di atas
1. "belum tentu ada yg sabar kaya aku" terkesan mungkin (narsis) apa bedanya sama
2. " Banyak BLA BLA BLA" mungkin poin no 1 di atas pemicunya
3. "Ketemunya kamu" ini keterlaluan untuk deeptalk