Dampak PDN yang sudah mulai terasa:
1) Ada ribuan paspor belum bisa tercetak, layanan percepatan paspor dan pengambilan paspor belum bisa dilayani,
2) Buat diaspora, kalau sial banget paspor expired sekarang pas residensi mau abis. Untuk perpanjang residensi perlu paspor, gak ada residensi, siap-siap kena deportasi,
3) Data sekitar 800 ribu penerima KIPK raib, gak ada backupnya,
4) Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia terpaksa mundur (beasiswa untuk dosen ke LN), padahal jadwal mulai kuliah di LN tidak mundur.
5) Masih terkait BPI, kemungkinan bagi penerima beasiswa akan terlambat cair, bayangkan hidup di luar negeri dengan living cost beberapa kali lipat, lalu terlambat cair.
6) Aplikasi Srikandi untuk pengarsipan nasional masih belum bisa diakses.
7) Verifikasi data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di berbagai daerah terganggu.
Ini baru beberapa poin, ingat, ada total ada 282 layanan yang terganggu gara-gara PDN.
Cepat atau lambat, kehidupan kita pasti kena dampak.
Menurut gue buat orang yg suka nasihatin "nikah/punya anak mah gak usah mikir gak punya uang nanti juga dateng sendiri rejekinya kalo udh nikah/punya anak"
Heeeey Maemunah monmaap duit gak dateng dari langit gitu aja setelah lo nikah apa lagi punya anak.
Yang muda dan tidak santun harusnya minta maaf. Yang sudah lebih tua mbok ya bijaksana ... sudahlah dibicarakan dg baik dan bijak. Manusia tempatnya salah. Introspeksi diri, betapa kita sendiri juga sering lupa diri. Hidup sering memberi kita refleksi hal yg harus kita lakukan๐
Malu-maluin emang jaringan internet @IndiHomeCare bayar Mahal kualitas kayak Gini ancur. Malu lah sama kompetitor... Cepetan deh @MyRepublic@balifiberID buka jaringan di tempat gue. Muak.