Berkedok Digitalisasi Ternyata untuk Dikorupsi
Pengadaan laptop Kemendikbud seharga Rp10 juta per unit bikin publik geleng kepala. Di pasaran, laptop spesifikasi chromebook cuma Rp1,7โ2,6 juta. Tapi demi digitalisasi pendidikan, anggaran malah terbang tanpa logika. Kalau spek rendah bisa dihargai tinggi, ini bukan transformasi digital, ini lebih ke transformasi mark-up.
Kejaksaan Agung kini membuka peluang memeriksa Nadiem Makarim. Langkah ini bukan cuma soal mencari siapa yang terlibat, tapi juga membuktikan bahwa hukum tak pandang jabatan. Jika Kejagung berani membongkar kasus ini sampai tuntas, kepercayaan publik akan makin kuat. Apalagi, survei terbaru Indikator (17โ20 Mei 2025) menunjukkan Kejagung sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya dengan 76 persen dukungan masyarakat. Bukan tidak mungkin jika Kejagung serius bongkar korupsi pendidikan maka kepercayaan akan semakin meningkat.
Membongkar korupsi di sektor pendidikan bukan hanya soal uang negara, tapi juga soal menjaga masa depan generasi bangsa.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf dan sejumlah pengurus menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (22/8/2024), untuk membahas konsesi tambang dan investasi IKN.
Yahya tiba di Istana pukul 10.20 WIB. Mereka dijadwalkan bertemu Jokowi pukul 10.30 WIB.
"Kita mau bicara soal konsesi tambang dan investasi di IKN nanti," kata Yahya, dikutip Antara.
PBNU juga berencana untuk berinvestasi di IKN, "Rencana kami untuk berinvestasilah walaupun kecil di IKN nanti. Karena kami butuh untuk membangun kantor di sana, membangun fasilitas pendidikan dan keagamaan di sana."
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyetujui PP Nomor 96 tahun 2021 yang mengatur tentang pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus kepada ormas keagamaan. Selain PBNU, Muhammadiyah juga menerima tawaran tersebut.
| Narasi daily
@jokowi klo shalat yg bacaanx terdengar PASTI jadi makmum ya bos...๐๐
ada yg punya pidio jokowi jadi imam shalat magrib, isya ato subuh kah...? share dong...๐๐๐