Seorang Gadis di Bengkulu Jadi Korban Pengintaian Pria Misterius pada Subuh Hari
BENGKULU – Rasa aman di dalam rumah sendiri kembali terenggut dari seorang gadis berinisial SMF. Korban mengalami trauma berat setelah memergoki seorang pria misterius sedang mengintai di depan jendela kamarnya pada pukul 04.00 WIB subuh.
Kejadian ini membuka kembali luka lama korban yang pernah menjadi korban percobaan kekerasan seksual di tempat yang sama beberapa tahun lalu.Peristiwa mencekam ini bermula ketika korban sedang terjaga di kamarnya karena kesulitan tidur.
Di tengah keheningan subuh, korban dikejutkan oleh suara detikan jam tangan yang berasal dari balik jendela kamarnya. Awalnya, korban sempat mengira suara tersebut berasal dari kucing liar yang melintas dan memilih untuk mengabaikannya.
Namun, situasi berubah mencekam ketika korban mendengar suara hentakan kaki manusia yang mencurigakan di luar jendela. Merasa ada yang tidak beres, korban mencoba mengintip. Ia merasa ada seseorang yang sedang bersembunyi di balik kegelapan.
Untuk memastikan pandangannya, korban berinisiatif mematikan lampu kamarnya agar bisa melihat situasi luar dengan lebih jelas. Saat itulah korban terkejut melihat sesosok bayangan orang dewasa yang berdiri di luar jendelanya.
Dalam kondisi panik dan ketakutan, korban langsung berlari keluar kamar untuk membangunkan neneknya agar bersedia menemani memeriksa halaman luar. Tepat sebelum membuka pintu rumah, korban kembali dikejutkan dengan sekelebat bayangan kaki manusia yang berlari cepat, terlihat dari celah bawah pintu.
Meski sang nenek sempat menenangkan korban dan mengira bayangan itu hanyalah kucing—terlebih memang ada seekor kucing di depan pintu—firasat kuat korban tidak meleset. Saat memberanikan diri memeriksa area luar, korban menyaksikan langsung seorang laki-laki asing sedang mengintip di area rumahnya. Pria misterius tersebut langsung melarikan diri setelah keberadaannya diketahui.
Kejadian subuh itu menyisakan trauma mendalam bagi korban. Lingkungan rumah yang seharusnya aman, karena terletak jauh dari pinggir jalan raya dan berhadapan langsung dengan gedung sekolah yang dipagari kokoh—ternyata tetap bisa ditembus oleh pelaku kejahatan.
Bagi korban, insiden ini adalah mimpi buruk yang berulang. Beberapa tahun lalu, korban pernah menjadi korban penyusupan akibat teledor lupa mengunci jendela. Kala itu, seorang pelaku pria berhasil masuk ke dalam kamar, naik ke atas kasur, dan hampir melecehkan korban sebelum akhirnya korban terbangun di momen kritis.
Kini, korban diselimuti ketakutan luar biasa karena khawatir bahwa pria misterius yang mengintipnya subuh itu adalah pelaku yang sama yang pernah mencoba mencelakainya dulu.