Ini bukti penepatan janjimu.
𝐈𝐧𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐦𝐮.
Kecupmu bau besi mendarat pada bibirnya. Sekali dan singkat. Lalu, kamu ulangi lagi hingga dua-tiga kali. Kamu biarkan obsidianmu bertemu dengan alexandrite hijaunya. Keempat-lima kali kamu biarkan kecupmu mendarat lagi.
hingga bobot raga aku agih seluruhnya padamu yang baru saja terjaga, naik ke pangkumu yang madih merebah raga, sebelum sebuah cumbu dibubuhinya dengan mesra. Melumat beberapa kalinya, satu hingga seterusnya.
“Selamat ulang tahun, Hari.”
Cintaku yang abadi.
Cintaku, @AsmiHari.
“Oh, bangun juga. Akhirnya,” Lengkung bibirku mengulum manis penuh cinta. Sebab aku akan selalu jatuh cinta. Putera Wijaya yang baru saja membuka mata, ku kecupi sekujur muka. Sisi-sisi muka, pipi dan bangir hidungnya, dahi hingga dagu pula. Sedikit jeda, .. ›