A real man is not the one who keeps promising, but the one who is able to keep it. He's not just good at flirting, but he's the one who can keep commitments.
@Naz_lira Statemen dan narasi atau kata2 yg diucapkan para elite Partai dan Pemangku Kekuasaan sekarang, janganlah berharap suatu 'KEPASTIAN', karna apa yg mereka ucapkan walau bertentangan dg hati nuraninya tdk jadi masalah krn mreka lebih utamakan kepentingan Partai dan rezim drpd rakyat
Takdir Itu Milik ALLAH, Tapi Do'a & Usaha Itu Milik Kita, Teruslah Berusaha & Berdoa Sampai BISMILLAH mu Berubah Menjadi ALHAMDULILLAH AMIN", Aamiin
Perzinahan Putusan 90 dan
Mimpi Keadilan Pilpres 2024
Hari ini, Minggu 21 April, adalah hari terakhir Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) Mahkamah Konstitusi untuk memfinalkan putusan Pilpres 2024. Besok Senin putusan tinggal dibacakan, dan sejarah akan mencatat dengan tinta emas keadilan, atau sebaliknya, dengan tinta hitam kedzaliman.
Delapan Hakim Konstitusi akan menentukan, apakah mereka akan menjadi negarawan pemenang, atau pecundang dalam perang abadi melawan godaan dan serangan tanpa henti: Kekuasaan.
Keadilan Pilpres 2024 hanya akan lahir dari rahim Mahkamah Konstitusi yang merdeka, independen dari intervensi akal bulus dan akal fulus, utamanya dari kroni dan oligarki βIstanaβ.
Tragedi dan Mega Skandal Mahkamah Keluarga, melalui Putusan 90 Paman Usman untuk Gibran, adalah proklamasi terbuka aksi Korupsi-Kolusi-Nepotisme, sekaligus bom dan gol bunuh diri yang meledak, menghancurkan pondasi Mahkamah Konstitusi, dilakukan langsung oleh Ketua Anwar Usman, tanpa ragu-ragu, tanpa malu-malu.
Maka, syarat utama bagi Mahkamah Konstitusi melahirkan putusan yang berkeadilan dalam Pilpres 2024 adalah, membangun kembali pondasi dan pilar-pilar keadilan, melalui introspeksi institusional Mahkamah atas Putusan 90.
Tidak akan mungkin ada bangunan tegak keadilan Pilpres 2024, yang berdiri di atas pondasi putusan Paman Usman untuk Gibran bin Jokowi.
Blunder Putusan 90 sebagai hasil perzinahan haram konstitusi, hanya dapat dihalalkan melalui pertobatan nasuha para Hakim Konstitusi. Itu artinya Putusan 90 harus dikoreksi, demi alasan menyelamatkan Pilpres 2024, minimal dengan membatalkan kemenangan curang cawapres Gibran Rakabuming Raka, anak kandung cawe-cawe inkonstitusional Presiden Jokowi.
Melbourne, 21 April 2024
Denny Indrayana