Taufik ini bukti betapa berbahayanya ketika pola asuh permisif bertemu dgn budaya patriarki.
Ketika anak laki-laki terlalu sering dimaklumi, dibela saat berbuat salah, & tak dibiasakan menerima konsekuensi, ia bisa tumbuh dgn rasa berhak (entitlement) yg tinggi: merasa keinginannya harus diutamakan, kesalahannya akan selalu dimaklumi, & aturan tak sepenuhnya berlaku untuk dirinya.
Lama-kelamaan, ia jadi terbiasa mengutamakan dirinya sendiri, sulit melihat dampak perbuatannya pada orang lain, & tidak terbiasa bertanggung jawab atas tindakannya.
Tolong jawab jujur : Apakah ini murni kesalahan karakter si anak, atau lingkungan keluarga yang menciptakan monster❓Gimana pendapat kalian??
-Pak Tata, Ayah Taufik ini punya empat orang anak
-Anak pertama perempuan, sudah meninggal dunia karena sakit
-Anak kedua laki-laki, masih hidup dan tinggal di Garut."
-Pak Tata bilang bahwa anak keduanya ini juga bermasalah, seorang pemabuk, sering berkelahi, dan sudah dua kali bercerai.
-Anak ketiga si Taufik Hidayat
-Anak keempat bungsu laki-laki juga, sudah meninggal dunia secara tragis akibat overdosis obat-obatan
-Kematian anak bungsunya inilah yang menjadi salah satu pemicu Bunda Taufik mengalami depresi berat hingga meninggal dunia.
-Kalau kalian pikir perlakuan ke mantan istrinya ini sudah kelewatan, tunggu sampai kalian dengar apa yang dia lakukan ke orang tua kandungnya.
-Sang ayah, Pak Tata, pernah nyaris kehilangan nyawa karena kepalanya dihantam balok kayu oleh Taufik saat sedang mencangkul di sawah
-Pemicunya apa? Sangat sepele dan tidak masuk akal. Taufik ini yang pengangguran mengamuk hanya karena di rumah nggak ada lauk ikan untuk dia makan.
-Gimana mungkin ada anak yang tega bertindak seberingas itu ke ayah kandungnya sendiri demi urusan perut.
-Ternyata asal muasal dari sikap beringas anak-anak Pak Tata ini dari pola asuhnya sendiri, toxic parenting alias pola asuh pembiaran.
-Pak Tata sendiri mengakui kalau sedari kecil Taufik ini adalah anak emas karena dianggap memiliki wajah yang paling tampan di antara saudara-saudaranya.
-Karena fisik yang rupawan itu, Taufik selalu dimanja dan dibela mati-matian oleh sang ayah setiap kali berbuat ulah atau bertengkar dengan tetangganya.
-Hasilnya, sikap buta itu justru mematikan empati Taufik. Dan tahukah kalian, siapa korban paling tragis dari semua kekacauan ini? Sang ibu !!
-Ibu kandungnya sampai meninggal dunia akibat depresi berat. Beliau hancur secara mental melihat kelakuan anak-anaknya.
-Ada yang overdosis, ada yang pemabuk, dan Taufik menjadi pelaku kriminal.
-Sang ibu sampai sering linglung berjalan tanpa arah ke pegunungan hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Tapi kita bisa lihat, kisah ini benar-benar nyata.
Gimana menurut kalian? Apakah ini murni karena karakter Taufik yang memang sudah cacat sejak awal atau lingkungan keluarganyalah yang menciptakan monster ini?
Modus pemerasan baru kini tengah mengincar para pemilik usaha di wilayah Sleman. Berdasarkan laporan yang diterima (threads/Mataram Underground), pelaku memanfaatkan fitur ulasan Google Maps dengan memberikan rating bintang satu secara massal menggunakan 15 akun berbeda.
Setelah reputasi digital korban turun, oknum tersebut kemudian memeras pemilik usaha dengan meminta sejumlah uang sebagai imbalan penghapusan ulasan negatif tersebut.
Saya baru disensus BPS, pantas saja banyak yg meragukan akurasi datanya. Iseng sy jawab : saya ga berpenghasilan, saya makan tabungan
Si mba survei ternyata tidak punya kolom isian untuk jawaban semacam itu, jadi dia tanya : sehari hari pengeluaran habis berapa? Ternyata itu diakui sebagai sumber pendapatan. Dia tidak peduli ternyata pengeluaran kita itu dari hutang atau jual-jual aset.
Ya pantas saja diatas kertas ekonomi kita terus naik kalau cara pencatatanya begitu
cc : ige_pranata
Kalau lu percaya selama ini RANS mesin cuci, pasti hah heh hoh liat IPO ini, karena lu tau:
> Jadi publik ga bikin cuci makin gampang
> Sebaliknya. Terikat regulasi buka-bukaan data
> Makin banyak orang yang bisa liat
> Makin banyak investor yang peduli liat
> Gerak-gerik ga longgar
Makanya lu bakal tanya, terus kenapa dia IPO? Alternatif jawabannya cuma 3:
> Udahan main cucinya.
Pingin main di jalan yang lurus.
Tapi artinya prospektus dan LK selama ini ga bisa jadi acuan. Angka yang terbentuk berasal dari cashflow gelap.
Hati-hati value trap.
> Udahan main cucinya.
Udahan juga mainnya.
IPO sebagai exit, dapat uang bersih.
Perusahaan dibiarin mati pelan-pelan bersama seluruh masa lalunya.
Macam $HKMU yang kita bahas kemarin.
Jangan lupa angkat artis jadi komisaris.
> Selama ini bukan tempat cuci.
Kita aja yang suudzon.
Minta maaf kita ke Papa Rafathar. 😏
Whatever will be, will be
Anyway IPO RANS ini menarik.
UBOnya menarik.
UWnya menarik.
Yang paling menarik karena IPO ini akan ngundang lebih banyak masyarakat umum masuk ke bursa saham
Inget case $FORE kapan hari?
Beli lot gratis kopi?
Vibesnya persis
Lagi ramai nih di facebook.
Ada orang Mesir namanya Ahmad al-Tukhi. Beberapa tahun terakhir dia rajin keliling pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Mengaku sebagai ahli Qur'an dan bahasa Arab.
Yang mulai aneh, dia dulu belum pakai gelar apa-apa. Sekarang tiba-tiba sudah bergelar Professor.
Al-Tukhi sekarang juga punya lembaga namanya ASAS Institute. Diklaim terafiliasi dengan International Islamic University for Sharia Science di Mesir, dan katanya bagian dari UIU, semacam perkumpulan universitas Islam internasional.
Nah, sudah banyak yang coba verifikasi. Cari situsnya, cari alamatnya, cari bukti bahwa IIUSS ini benar-benar ada di Mesir.
Hasilnya? Nihil. Tidak ditemukan sama sekali.
Lewat lembaganya ASAS Institute, al-Tukhi menawarkan pendaftaran gelar Doktor Honoris Causa dan Profesor Honoris Causa. Berbayar. Jutaan rupiah.
Padahal semua orang yang pernah belajar di lingkungan akademik tahu: gelar honoris causa itu datang dari universitas. Universitas yang menilai kontribusi dan berinisiatif memberikannya. Bukan sesuatu yang bisa Anda isi formulirnya lalu transfer biaya admin.
Waktu praktik ini mulai dipertanyakan banyak ustadz, ASAS Institute menjawab begini:
"Ini tidak melanggar hukum Indonesia, karena yang mengeluarkan gelar adalah institusi asing. Kami tidak di bawah Dikti."
Padahal Indonesia punya mekanisme penyetaraan gelar luar negeri. Artinya setiap gelar dari luar yang mau dipakai di sini tetap harus bisa diverifikasi. Kalau kampus induknya fiktif, konsekuensinya bukan sekadar gelarnya tidak diakui, namun bisa masuk ranah pidana.
Namun saya coba googling, kelihatannya lembaga ASAS Institute dan Prof. At Toukhi ini sudah banyak diundang kemana-mana, misalnya ketemu Ustadz Abdul Somad.
Cara Mengantisipasi Data yang Tersebar di Google.
Aku pernah iseng cek namaku sendiri di Google dan kaget ternyata CVku kesebar di Scribd. Ternyata itu dipublish oleh tempat kerja yang mengundang interview tapi aku tolak karena posisinya aku baru aja kerja di tempat lain. Masalahnya CVku ada nomor, email, dll yang menurutku personal dan aku tidak ingin itu tersebar. Jadi aku putusin untuk mereport itu ke Google tidak keluar jika orang cari namaku. Gimana caranya?
Meskipun obat ini harganya puluhan juta rupiah, tetapi untuk pasien kanker, harganya sebanding dengan harapan yang diberikan.
Namanya Pembrolizumab (Keytruda). Obat ini cara kerjanya nggak membunuh sel kanker secara langsung. Tapi sebaliknya, obat ini bantu bangunin sistem imun biar bisa mengenali kanker yang selama ini bersembunyi darii pertahanan tubuh.
Masalahnya, beberapa sel kanker seolah-olah sangat pintar, dimana mereka bisa nyamar sehingga dianggap sebagai sel normal oleh tubuh. Akibatnya, sel imun nggak bakal menyerang mereka.
Nah, pembrolizumab bantu bukain penyamaran itu sehingga sel imun bisa lihat mana yang kanker dan mana yang bukan.
Karena itulah obat ini disebut imunoterapi. Pada beberapa pasien, terutama yang kankernya sudah menyebar atau sulit dioperasi, obat ini bisa memberikan hasil yang sangat baik.
Meski begitu, tidak semua jenis kanker atau semua pasien akan merespons pengobatan ini dengan cara yang sama.
Sikopat Taufik Hidayat punya Fetish aneh juga dia tiap dapat korban di aplikasi dating
Info ini kami dapat dari beberapa DM yang masuk ke kami
Dia juga sering ancam bawa senpi, Update terakhir area Tangerang...
Tlp 110 bila ketemu di jalan
Jempol Racing Mode On
Namanya Mbah Mien Sri Wahyuni (74), warga Desa Kalierang, Kec Selomerto, Kab Wonosobo.
Tiba2 ditagih BRI 2,5 M karena kredit.
Gk pernah ajukan kredit, gk punya rekening BRI, ATM Buku rekening.
Di dokumen dia ada pengajuan kredit lewat notaris.
Lapor ke polisi, 3 tahun mandeg.
Anak tetanggaku nggak ikut les apapun.
Nggak les matematika. Nggak les Inggris.
Nggak les coding. Umur 10 tahun.
Sepulang sekolah main.
Ibu-ibu komplek sudah lama geleng-geleng.
Di grup WhatsApp komplek, topiknya selalu sama. Anakku baru mulai les piano. Anakku ranking 1 lagi, Alhamdulillah. Anakku ikut olimpiade sains minggu depan. Ibunya si anak itu diam saja. Nggak pernah posting apapun.
Arisan komplek bulan lalu.
Seorang ibu nyeletuk langsung ke dia:
Nggak khawatir?
Anak sekarang kalau nggak diasah dari kecil,
nanti ketinggalan.
Ibunya senyum. Di asah kok. Tapi caranya beda. Di asah gimana? Les apa? Bukan les. Aku ajak dia ngobrol setiap malam. Beberapa ibu saling pandang.
Ngobrol doang? Iya. Tentang apapun yang dia mau ceritain hari itu. Aku nggak boleh pegang HP waktu dia ngobrol. Aturannya cuma itu. Ruangan mulai senyap.
Terus anaknya nggak ketinggalan pelajaran? Kemarin gurunya nelpon. Semua menunggu. Pasti ada masalah, pikir mereka.
Gurunya bilang, anakku satu-satunya murid yang kalau ada teman kesulitan dia yang pertama nawarin bantuan. Bukan karena disuruh. Tapi karena dia mau. Gurunya bilang itu langka sekarang. Satu meja. Senyap.
Ibu yang tadi nanya anaknya ikut 4 les sekaligus. Senin matematika. Rabu Inggris. Jumat coding. Sabtu piano. Minggu lalu anaknya nangis di mobil sepulang les. Bilang capek. Bilang nggak mau sekolah lagi. Dia nggak cerita itu di grup.
Yang paling membekas adalah ini. Aku tanya ke ibunya setelah arisan bubar: Bu, nggak takut anak ibu nggak bisa bersaing nanti?
Dia jawab pelan: Aku lebih takut anakku bisa bersaing — tapi nggak tahu caranya berteman. Bisa juara — tapi nggak tahu caranya mendengarkan orang lain. Pintar — tapi kesepian. Itu yang aku takuti. Bukan nilai rapornya.
Aku pulang arisan. Anakku lagi hafalan perkalian untuk persiapan les besok. Aku tanya: Hari ini gimana, Nak? Dia jawab nggak sambil liat aku. Fokus ke buku. Aku nggak ingat kapan terakhir kali dia cerita sesuatu ke aku dengan mata berbinar.
Ibu itu nggak anti les. Nggak anti prestasi. Dia cuma nggak mau anaknya tumbuh jadi orang yang bisa segalanya - tapi nggak punya siapapun untuk diajak berbagi. Dan malam itu aku sadar - aku sibuk membentuk anakku jadi juara. Tapi lupa nanya: juara di mata siapa?
cc:threadlilydes2026
Pernah dengar dari senior.
Ada pekerja sex yang sengaja hamil. Biar harga jualnya naik. Karena emang ada yang punya fetish sama ibu hamil dan bayarannya bisa berkali-kali lipat. Terus kalau udah lahiran. Anaknya "dijual" ke orang yang mau.
Kadang dapat juga yang sistem kontrak. Ke pasutri pengen punya anak tapi nggak mau hamil.
Pas ditanya kenapa alasan kayak gitu. Suami pekerja sexnya yang nyuruh kayak gitu. Mana suaminya nggak kerja, tukang selingkuh, mabok, judol dan residivis.
Udah di edukasi tentang kehamilan berulang dan berdekatan itu berbahaya. Tapi alasannya istri harus nurut suami. Dan merasa juga udah membantu pasutri lain untuk bisa punya anak.
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
Prihantini tetap mencoba mempertahankan travel grantnya dgn mengirim screenshot2 kepada pihak organizer seolah2 ada boycot personal dari kami, walaupun sudah mengakui dan minta maaf secara publik melalui akun instagram baru mereka. Berikut email yang kami dapatkan dari organizer.
disclaimer saya share ss klarifikasi dokter tersebut bukan semerta-merta karena saya juga nakes. tapi agar semua orang tau bahwa kita pun sebagai nakes harus tunduk pada regulasi.
menurut saya masalah bpjs ini ada di mekanisme yang tidak dimengerti semua lapisan masyarakat.
1. nakes tidak diperkenankan melayani pasien diluar jam yang tertera pada SIP (surat izin praktik).
2. jika kondisi demam tinggi / gawat darurat maka boleh langsung ke RS lewat UGD tanpa melalui faskes 1.
3. sering saya jumpai di lapangan pasien yang sebenarnya kami ingin bantu tapi malah memperlakukan kami (nakes) sebagai budak, memaksa kami melanggar aturan untuk mereka, dimarahi, diteriaki, dan ngancam dsb.
4. jika ada nakes yang berbaik hati membantu kalian diluar jam, tolong bersikap baik lah pada mereka, karena mereka sudah mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, dan regulasi hanya untuk kalian 🙏🏻
#intinyadeh permohonan maaf Rifaldy & tim atas dugaan fraud konferensi sains internasional:
> Ngaku partisipasi mereka tujuannya buat dpt travel grant & jalan2 ke luar negeri
> Maaf atas "penggunaan AI yg berlebihan"
> Maaf atas kurangnya etika penelitian & akademik
(1/4)
𝐒𝐢𝐬𝐢 𝐆𝐞𝐥𝐚𝐩 𝐏𝐚𝐬𝐮𝐭𝐫𝐢 𝐝𝐢 𝐗/ 𝐓𝐰𝐢𝐭𝐭𝐞𝐫, 𝐄𝐤𝐬𝐩𝐥𝐨𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐝𝐚𝐫 𝐒𝐚𝐤𝐢𝐭 𝐉𝐢𝐰𝐚?
> X/ Twitter pelan-pelan berubah jadi pasar gelap bagi pasangan suami istri yang mencari mangsa pria ketiga.
> Mereka berlindung di balik fetish cuckold, di mana suami menikmati istrinya digagahi pria asing.
> Ada juga konsep threesome hingga tukar pasangan dengan dalih menjaga gairah pernikahan.
> Syaratnya terlihat profesional tanpa ikatan perasaan, wajib pakai pengaman, dan seleksi super ketat lewat DM.
> Kedengarannya seperti kebebasan mutlak, padahal ini murni jebakan psikologis yang menghancurkan kewarasan dan ikatan batin.
> Banyak korban akhirnya terjebak trauma mental, tertular penyakit kelamin mematikan, hingga hancurnya rumah tangga.
> Jangan kaget kalau ada mafia konten dewasa diam-diam merekam dan menjual videomu ke situs porno.
> Ketika jiwa digadaikan demi syahwat, siapkah memeluk bangkai pernikahan yang membusuk dalam senyap?
Update:
Katanya Rifaldy dan Prihantini cs mau ada kongres terdekat di Korea Selatan 29 Mei ini??!
Trus jumlah papernya banyak,
Rifaldy 3 judul, Prihantini 3, Shannaz 1.
Mantab betul..
Ada yang lagi rame:
DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark??
Masih menunggu kesimpulannya.
Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.