::
Termul dari yg Elit sampai yg Alit kuciwa berat kerna Roy Suryo dan Dokter Tifa tidak bisa dipenjara sebelum Jokowi mau menunjukkan Ijazah yg padahal dia ga punya.😁😁
#JokowiStrokeMikirIjazah
••
Penangguhan penahanan yg dikabulkan kejaksaan kepada Roy dan Tifa tidak membatasi hak mereka untuk melakukan kegiatan termasuk yg menyangkut perkara ijazah Jokowi.
Ada seseorang yang bersedia bersaksi di pengadilan, dia mengaku alumni UGM fakultas kehutanan masuk 1980 dan lulus 1985.
Dia mengatakan tidak mengenal yg namanya Joko Widodo.
Termul meriang
Kurap majikan kambuh.
Putusan KIP nyatakan dokumen² Mukidi bukan privat, tapi UGM lakukan banding
Bayangkan.. UGM banding untuk dokumen² Mukidi yg notabene ujungnya jadi dasar dan dipakai pencalonan jabatan publik agar 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 𝘁𝗮𝗸 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘁𝗮𝗵𝘂
𝗚𝗮 𝗻𝗴𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝗮𝗻𝗲𝗵❓
Jujur saya jijik sama pembuat konten² menyesatkan macam ini
Makin bikin bingung dan bikin apatis orang awam pada informasi yg beredar di medsos
Tanyakan saja pada yg sebar konten modelan ini, sumber mereka dari mana dan kapan dimuatnya?
Tegur dan kalau perlu unfollow mereka
Saya saksi hidup saat @DokterTifa berada di ruang tahanan Polda Metro Jaya dan mau dibawa ke Rumah sakit Polri Kramat Jati, hampir semua yg hadir menyarankan utk tidak memakai banyu oranye tersebut, tapi beliau tegas menyatakan saya akan pake untuk menunjukkan ke dunia “kebiadaban” yg terjadi. Saat itu saya terdiam dan sangat memaklumi dan mengagumi pilihan beliau dan saya menjadi merasa kecil di hadapan beliau.
Kami bangga padamu Bu Dokter.
Kejadian yg sama pada laporan Edy Mulyadi terhadap akun Fufufafa
Tidak menerima laporan &
alihkannya jadi DUMAS
Tapi atasan & pihak² yg ditugasi awasi Kepolisian tak lakukan tugasnya
Ini masalah 𝗜𝗡𝗧𝗘𝗚𝗥𝗜𝗧𝗔𝗦!
Masalah penyimpangan yg terjadi
pada lebih dari 2 lembaga!
UGM mengatakan tidak menemukan bukti data bahwa Jokowi pernah melegalisir ijazahnya di UGM,untuk kepentingan persyaratan jadi walikota Solo,gubernur DKI dan presiden 2 periode.
Mereka sudah inkracht dalam putuskan pengadilan, tapi masih saja tidak di eksekusi,
Malah sibuk yg masih belom masuk pengadilan,
Hukum itu tajam kebawa, termul kearas
Aku sudah pernah berbaju orange
Aku tidak pernah membayangkan akan sampai di titik ini.
Memakai baju orange, berdiri di tengah kerumunan, dilihat banyak mata, seolah hidupku diringkas menjadi satu warna. Tapi kalau mereka mau tahu, ini bukan awal dari ceritaku. Ini hanya satu potongan kecil dari jalan panjang yang sudah kupilih, sadar atau tidak.
Baju orange ini,
Yang sering diteriakkan buzzer dan termul untuk menghinaku
Ketika dia ku sandang di tubuhku, justru
Seperti baju zirah yang membungkus perjuanganku.
Baju orange ini, di tubuhku adalah tanda perlawanan terhadap kebohongan, kepalsuan, kezaliman.
Tanda bahwa aku terus berdiri tegak dan senyuman karena aku tahu nilai apa yang terkepal di tanganku.
Aku hanya berjalan dengan apa yang kupercaya. Kadang langkahku pelan, kadang aku ragu, tapi aku tidak pernah benar-benar berhenti.
Aku tahu, apa yang kusuarakan tidak selalu nyaman untuk didengar. Bahkan mungkin membuat sebagian orang terusik. Tapi bagaimana aku bisa diam, kalau hatiku sendiri tidak bisa diajak kompromi?
Di balik senyum ini, ada banyak hal yang tidak terlihat. Ada lelah, ada takut, ada pertanyaan yang tidak selalu punya jawaban. Tapi ada satu hal yang selalu kutahan kuat-kuat: aku tidak mau kehilangan diriku dan menggadaikannya demi kenyamananku.
Hari iitu, melihat aku berbaju orange, mungkin banyak orang iba padaku, menangisiku.
Tapi di dalam diriku, muncul bara api membara seterang baju ini.
Yang membuatku tetap utuh dalam langkahku dan berkata:
Kalau ini memang harus aku jalani, ya sudah… aku jalani.
Bukan untuk membuktikan apa-apa ke dunia. Tapi supaya nanti, saat aku melihat ke belakang, aku tahu,
aku tidak pernah mengkhianati kebenaran yang kuyakini.