Ada barang ginian tapi temen-temen gua bukan target pasarnya :(
Potensinya bagus, kalo dijadiin rumah bisa lebih murah dari rumah KPR, ga ada biaya bahan bangunan & angkut sampah proyek.
Mau pre-built atau custom juga bisa. Cocok banget sama tema minimalis-industrial.
@maulanafikri455 Contoh nyata dari NU kacangan.
Dia ga "napak tanah", ga nongkrong dengan NU atau MD, kerja di luar negeri(gaada NU dan MD disana), eh pas ada ijtihad (positif) antara NU dan MD mendadak jadi pakar rukyat. Yang sesama NU aja geli liat opini orang itu.
Dari dulu emang aneh 😅
@ainunnajib@faizfaizrahman Dari awal twit soal masalah ini nadanya tendensius banget mas. Masih suasana lebaran loh ini...
Perbedaan perhitungan hisab-hilal di tiap negara itu SANGAT WAJAR dan termasuk ijtihad yang positif. Perbedaan tipis 1 hari itu sama kaya perhitungan 29/30 hari di kalender hijriah...
@qylaqyl@tanyarlfes Ya memang begitu, Tapi acuannya tetap hari puasamu. 29 hari tetap sah hukumnya.
Kecuali kamu Muhammadiyah, tapi lebaran ikut pemerintah. Jatuhnya jadi ga sah karena total puasamu jadi 31 hari.
Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali (tiga mazhab selain Syafi'i) berpendapat:
Cukup hilal terlihat di satu tempat saja di dunia, maka seluruh umat Islam di mana pun wajib ikut mulai/akhiri puasa atau Idulfitri.
Satu rukyat (penglihatan hilal) berlaku global untuk semua Muslim, tidak peduli jauh atau dekat. Ini pendapat mayoritas dan yang lebih kuat di mazhab-mazhab itu.
Mazhab Syafi'i beda:
Harus rukyat lokal. Hilal terlihat di satu daerah hanya mengikat daerah itu dan sekitarnya (misalnya radius ±120 km). Daerah yang jauh boleh rukyat sendiri, tidak wajib ikut.
Angka 120 km didapat dari kemampuan penyebaran informasi yang dibawa kuda dan penunggangnya. Sedangkan fakta hari ini sudah ada internet real time.
@lilaccountz Yess. Perbedaan penetapan 1 syawal ini termasuk ke dalam perbedaan ijtima yang baik dan positif. Yang penting tetep ahlusunnah wal jama'ah.
Karena gua MU, puasa duluan, lebaran juga duluan.
Mohon maaf lahir batin ya🙏
@fzpermana@Alghurabaaaaaa Emang ga dibatasi kok. Tapi lebih ke "etika berpikir".
Kalo konteksnya islam, koridor yang diabaikan bisa menyebabkan penafsiran ilmu jadi "liar".
Kalo konteksnya riset ilmiah, justru wajib pake landasan ilmu. Beda dengan jaman renaissance yang disiplin ilmunya masih terbatas.
@lilaccountz Jadi inget jokesnya bang Dzawin:
Ulama belajar puluhan tahun, baca ratusan kitab islam, fakultasnya gede, kajiannya dalam. trus lu tiba-tiba dateng dan bilang "menurut gue..." LU SIAPA??!🤣
@fzpermana@Alghurabaaaaaa Poinnya bukan itu bang.
Maksudnya, kalo mau "mikir" soal sesuatu, minimal di "pikirannya" udah punya keilmuannya. Pikiran itu ibarat rak buku besar itu.
Dalam konteks islam, dasarnya setidaknya Al Quran & Hadits. Kalo mau advanced lagi, dasarnya dari buku/kitab tabi'in dll.
@busanonni Yes. Dan sebenarnya ayat-ayat yang dia sebut "fear mongering" berisi "peringatan" dan diawali dengan "dan janganlah...".
Allah sesayang itu sama makhluknya, Dia gamau ciptaan yang dia sayang ternodai dengan perbuatan buruk.
@Memphisboy1@robymaula@freethink32@erlanishere Gausah didebatin bang. Dia cuma cari validasi atas "pemikiran" dia yang tanpa dasar itu, ga cari kebenaran/fakta.
Sok-sokan aja dia pake username "🤔lalu🗣".
Minimal kalo mau bener cara 🤔nya, 📖 dulu tentang topik yang mau di🤔in, jangan asal🗣.
@lilaccountz Konsep yang wajib ditanamkan ke muslimin/mah:
Akidah & syariat: Fanatik yang penuh keilmuan. Biar ga jadi fanatisme buta yang berujung jadi khawarij.
Akhlaq: Fanatik yang beradab. Inget, akhlaq itu buah dari penerapan akidah & syariat.
"Gitu aja kok repot" -KH. Abdurrahman Wahid
Saya tak abis pikir, gerakan memaki Presiden soal Board of Peace, menjadi-jadi di Sosmed.
Ini cerminan:
- tidak iqra
- minim iqra
- hati sempit kalau tak ingin dikatakan batu
Kalau iqra: KASUS GAZA itu pasti dipahami SUDAH BERLANGSUNG SEJAK 1948.
Artinya 77 tahun menuju satu abad.
PbB selama itu mandul!
Kalau ada cara atau program out of the box, sperti BOP, apa salahnya?
Apa alasan kalian mengatakan Presiden Pro Yahudi?
Dengan kita joint: TNI kita bisa masuk, kita berada riil dalam kawasan konflik: melalui aksi nyata perundingan diplomasi bisa lebih nyata pula.
NKRI belum membayar Rp 17 T, sesen pun belum.
Tentang logistik, makan TNi yang 8.000 Presiden @prabowo melalui akses bukan hal yg sulit baginya urunan dg RaJa Jordan, juga MBZ. Contoh!
Di negeri di mana Netizen berhati kumuh, segala serba baik, negatif duluan top di hatinya lalu berkubang di kubangan aura negatif.
Semoga di Ramadan Mubarak, Allah SWT membuka lapang hati kalian, bersih. Aamiin
@lilaccountz Orang-orang kenapa pada pengen buru-buru kiamat dah?😅 Gua pribadi ga mau ketemu sama dajjal, apalagi kiamat.
Makanya sekarang lebih baik kita banyak-banyak ngumpulin amal dan berdoa supaya "dipanggil" sebelum dukhan, al masih & dajjal turun.
@erlanishere "Kalo kamu berdebat dengan orang bodoh, kamu baru saja buktikan kalo mereka ada 2"
Kalo udah out of context, mundur aja bang. Orang caper aja itu.
@0ranggWARAS@mr_leng169@onetwocue Berarti yang kamu kritisi itu bukan "kaum islam", lebih ke extremist/khawarij.
Muslim yang lurus ga pernah membela/validasi perilaku anomali radikal dan extremist di dalam islam. Gua pribadi termasuk ketat dalam ajaran islam, tapi tetap respect dengan ajaran agama lain.
@0ranggWARAS@mr_leng169@onetwocue As a muslim, biasanya pengajian modelan gitu bubblenya kecil dan ga banyak jamaahnya, tapi sering jadi contoh buat islamophobia ngasih gambaran islam dimatanya seperti apa.
Agama lain juga ada yang kaya gitu. Cuma karena islam mayoritas disini, jadi lebih keliatan.