As I said earlier this week, “decolonization”, “from the river to the sea” and similar euphemisms necessarily imply genocide.
Clear calls for extreme violence are against our terms of service and will result in suspension.
Paus Leo XIV: Perang Terhadap Iran Bukanlah "Perang yang Adil"
Paus Leo XIV memberikan tanggapan bernada sarkastik terkait pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat yang mengeklaim bahwa perang terhadap Iran merupakan sebuah "perang yang adil" (just war).
Menurut Paus Leo XIV, konsep tersebut sudah tidak lagi relevan untuk situasi saat ini. Beliau menegaskan bahwa konflik ini sama sekali bukanlah perang yang adil, mengingat teori just war itu sendiri dirumuskan berabad-abad lalu—suatu masa di mana senjata modern beserta daya hancurnya yang masif belum pernah ada.
Perempuan Iran Bisakah Jadi Presiden?
Ini cuplikan dari tulisan lama saya.
Ceritanya, dulu tahun 2002-2007, saya bekerja sebagai jurnalis di IRIB (Islamic Republic of Iran Broadcasting). Nah, saat saya mencari informasi soal 'bisakah perempuan Iran jadi presiden', saya menemukan jawaban: UUD Iran sebenarnya memberi peluang kepada perempuan untuk jadi presiden karena kata yang dipakai adalah rijal (dimaknai ‘tokoh’), bukan ‘mard’ (laki-laki, b. Farsi). Isi pasal UUD tsb: Presiden harus dipilih di antara “rijal” relijius dan politisi yang memiliki kualifikasi sbb.... dst.
Nah perjalanan saya menemukan informasi ini didahului dengan kisah lucu (menurut saya).
Awalnya, karena saya penasaran, apa perempuan Iran bisa jadi presiden? Saya tanya ke rekan sekantor saya, cowok. Dia dengan mantap menjawab, “Tidak.” Saya tanya ke rekan yang lain, dia juga jawab tidak.
Dua rekan cowok ini, sebut saja A dan B. Mereka laki-laki muda, baik hati, punya istri. Oiya, kantor IRIB itu biasa saja, campur laki-laki dan perempuan, tidak disekat-sekat.
Saya masih penasaran, saya telpon ke redaksi Tehran Times karena headline koran tersebut pada hari itu, kebetulan membahas tentang pilpres. Si redaktur memberikan penjelasan seperti yang saya tulis di paragraf awal. Saya lalu ke perpustakaan, meneliti lebih lanjut. Beberapa waktu kemudian, hasilnya saya tulis di paper yang dipresentasikan di sebuah seminar internasional. [1]
Saya ceritakan penemuan saya ke A dan B.
“Perempuan di Iran boleh kok, jadi presiden!..bla..bla..” (saya jelaskan argumennya)
“Apaa?? Jangan sampai perempuan jadi presiden! Mereka engga jadi presiden aja kami udah repot banget, apalagi kalau jadi presiden!” jawab mereka berdua, sambil tertawa terbahak-bahak. Saya juga tertawa, karena paham apa yang mereka maksudkan.
Mengapa sampai ada pernyataan demikian? Karena, perempuan Iran (minimalnya yang saya temukan sehari-hari ya, baik di tempat kerja maupun tetangga-tetangga), ya begitu itu, suka “bikin repot suami,” hahaha. Mereka memang cenderung dominan di keluarga.
TV Iran juga sering menayangkan sinetron yang “feminis” banget, memperlihatkan dominasi ibu/istri di rumah. Adegan istri yang ngomelin suami tuh biasa banget. Misalnya, suami-istri berantem tentang siapa yang harus nganterin sampah ke tong sampah.
Di Iran, banyak orang tinggal di apartemen atau rumah susun, jadi buang sampah itu “masalah.” Kita musti repot turun tangga (kalau ga ada lift) mengantarkan sampah itu ke tong sampah utama, supaya bisa diangkut oleh petugas. Siapa yang harus melakukannya? Ya bapak-bapak dong (kata para istri).
Kalo belanja ke pasar, tugas siapa? Tergantung si istri, bisa nyuruh suami untuk belanja apa gak? Yang jelas, di pasar, saya biasa antri di kasir bareng para bapak-bapak (dan ibuk-ibuk). Antrian ga dipisah. Pokoknya siapa duluan, ya dia di depan
Suatu hari, saya duduk ruang tunggu dokter anak, bawa anak saya. Eh tak lama kemudian, pak dokter spesialis itu datang sambil membawa tas (mungkin berisi perlengkapan dokter) dan kresek bening berisi sayuran!
Ada sebutan ledekan untuk bapak-bapak yang takut istri, yaitu “zan-zalil” dan pernah ada sinetron komedi tentang para zan-zalil ini. Salah satu tokoh mengejek rekannya yang zan-zalil, eh, ternyata dia sendiri juga zan zalil. Atau bapak-bapak menjawab telpon istrinya, “Chasm, bale khanum, dar khedmat-e shoma” (baik, siap nyonya, saya siap melayani) tapi dengan ekspresi pasrah tak berdaya.
Di kehidupan sehari-hari, kalimat ini juga biasa dipakai bapak-bapak dengan sopan kepada rekan kerja perempuan (termasuk ke saya) “Man dar khedmat-e shoma” (saya siap melayani Anda). Ini ekspresi biasa, tidak memperlihatkan kelemahan, tapi penghormatan.
Suami saya juga kadang bercanda meniru gaya Irani ini, “Chasm, bale khanum, dar khedmat-e shoma” sambil pasang wajah pasrah, seolah blio ga ada pilihan selain memenuhi permintaan saya.
Tapi apakah para perempuannya merasa punya posisi lebih? Ga juga, mereka suka ngomel tentang perilaku laki-laki yang menurut mereka “ga rela kalau perempuan maju.” Suatu hari, tetangga saya (perempuan) beli mobil baru. Saya sesekali ikut naik mobilnya. Nah mungkin karena masih baru punya mobil, dia nyetirnya agak pelan. Mobil di belakang berisik mengklakson.
Temen saya ini langsung ngomel, “Dasar laki-laki, ga rela banget kalo perempuan nyetir!” Banyak lagi omelan-omelan ibuk-ibuk tentang bapak-bapak, kalau kami sedang ngumpul.
Beberapa kisah tentang perempuan Iran saya catat di buku saya “Journey to Iran: Bukan Jalan-Jalan Biasa.” Kalau minat baca, download saja e-booknya di sini:
https://t.co/uD4jRGYxwe
[1]https://t.co/kWuHoFl8J8
🇮🇱 🇺🇸 Sorotan di Festival Film Tribeca NY: Di Mana Batas Kemanusiaan?
Sebuah dialog yang diklaim sebagai 'lelucon' dalam gelaran Festival Film Tribeca di New York memicu kecaman keras dan memunculkan pertanyaan mendasar: Apakah rasa kemanusiaan telah merosot sedemikian dalam di Amerika Serikat?
Sentimen tersebut mencuat setelah percakapan berikut tersebar ke publik:
"Saya baru saja diperkosa oleh dua anjing Israel."
"Saya kira mereka hanya memperkosa orang Palestina."
🚨 خلـوا العـالم تعـرف أن الولايـات المتحـدة لا تستحـق تنظيـم كـأس العـالم،
تم أحتجاز لاعب المنتخب العراقي أيمن حسين 🇮🇶 للتحقيق لمدة 7 ساعات من قبل السلطات الأمريكية في مطار شيكاغو!!!!!!
تخيلوا رحلة مدتها 12 ساعة بالأضافة 7 ساعات حجز للتحقيق بدون سبب واضح، ضاع يوم اللاعب.
⚡️BREAKING: The US has banned the Iranian National Football team from staying on its territory before or after a World Cup match
The Iranian team will stay and train in Mexico; it will only be allowed to enter the US on match days and must leave after the game
Iran is the only country subjected to such treatment by the United States
🚨 𝗕𝗥𝗘𝗔𝗞𝗜𝗡𝗚: The United States has denied entry to Iraq's official photographer for the World Cup.
He was detained for at least 12 hours and in the end was sent back to his country.
— @Romain_Molina
Félicitations à la FIFA pour avoir attribué la Coupe du Monde à un pays capable de retenir pendant 7 heures un joueur qui n’a jamais fait parler de lui autrement que par ses performances sur le terrain.
Quand le meilleur buteur de l’Irak, qualifié pour le plus grand événement sportif de la planète, peut être traité comme un suspect à son arrivée, difficile de ne pas s’interroger sur l’accueil qui sera réservé à certaines sélections (Iran) et à leurs supporters.
Pendant des années, chaque aspect de l’organisation au Qatar a été scruté, commenté et critiqué. J’espère que les États-Unis feront l’objet du même niveau d’exigence et de la même couverture médiatique.
Bravo, Monsieur Infantino.
87 Anggota Parlemen Iran Tolak Negosiasi dengan AS, Desak Peningkatan Jangkauan Rudal
Dalam sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Pemimpin Revolusi Ayatollah Mojtaba Khamenei, sebanyak 87 anggota parlemen Iran menguraikan serangkaian tuntutan pasca-perang.
Mereka menegaskan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat dapat membahayakan kepentingan nasional Iran.
Berikut Poin-Poin Tuntutan Utama:
- Status Selat Hormuz: Selat Hormuz tidak boleh dikembalikan ke statusnya seperti sebelum perang.
- Program Nuklir: Menolak segala bentuk negosiasi terkait kemampuan nuklir Iran.
- Ganti Rugi Perang: Menuntut kompensasi penuh atas seluruh kerusakan material maupun non-material yang disebabkan oleh perang.
- Penarikan Pasukan AS: Mendesak pengusiran total pasukan militer AS dari wilayah tersebut.
- Penegakan Hukum: Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Iran harus dihukum demi mencegah agresi di masa depan.
Para anggota parlemen tersebut juga berkomitmen untuk terus menyokong militer serta industri pertahanan domestik. Mereka menegaskan dukungan ini akan berjalan hingga jangkauan rudal Iran mampu mencapai "kantor para pembunuh Martir Khamenei."
الحكومة الإيرانية تعلن حصر ثروة السيد علي الخامنئي (رض):
كل ما يملكه تم حصره بسيارة حمل صغيرة.
لا عقارات، لا حسابات بنكية، لا قصور ولا شركات ولا أرصدة مخفية.
٤٧ سنة قائداً في الثورة التي حكمت إيران.
سنوات وزيراً للدفاع.
سنوات رئيساً للجمهورية.
وما يقارب ٤٠ سنة قائداً أعلى لإيران الغنية بالنفط والغاز والصناعات، الدولة التي هزمت أقوى قوة في العالم وأذلت مشروعها في المنطقة.
مرجع ديني يقلده الملايين وتُدفع له مليارات الحقوق الشرعية، ومع ذلك خرج من الدنيا وهو لا يملك إلا أثاث منزل قديم دمرته صواريخ أمريكا والكيان.
هكذا يكون العظماء...
لا بسرقة أموال الشعوب، ولا ببناء إمبراطوريات عائلية، ولا بتهريب المليارات إلى الخارج.
بل بالزهد والنزاهة وخدمة الأمة حتى آخر يوم.
هذه الصورة قبل استشهاده( رضوان الله عليه )بدقائق.
IRAQ football STAR Aymen Hussein INTERROGATED for 7 HOURS
Held and questioned before being allowed into US for World Cup
‘Why America hosting World Cup if so hostile to foreign nationals?’