Reflek langsung kutarik kedua tanganku dari pipinya.
Tingkahnya membuat wajahku semakin terbakar. Sontak, aku langsung berdiri.
"Udahlah! Lanjut main lagi sana!"
Aku berusaha mengalihkan topik
Sedikit terkejut saat wajahnya di dorong dan merasakan sentuhan tangan Chloe yang menutupi matanya, lalu tertawa kecil.
“Astaga, kamu ini kenapa? ”
Ia tidak menjauhkan diri, justru meraih kedua pergelangan tangan Chloe, menahannya disana dan menurunkannya ke pipi.
Wajahnya semakin mendekati wajahku, reflek aku dorong wajahnya dengan kedua tanganku.
"Ga usah deket-deket gitu dong, balik main aja sana"
Sengaja ku tutup matanya untuk menyembunyikan wajahku yang memerah
Malvin menangkap bola yang dilempar Chloe dengan santai kemudian menyeringai lebar, ekspresinya sangat usil dan puas melihat pipimu yang merona.
“Oh, pipimu memerah. Jangan-jangan kamu beneran terpesona ya?”
Dia mendekat untuk menatap lekat wajahmu.
Pipiku sedikit merona, tapi aku langsung memalingkan pandanganku.
"Apasih!? Ngagetin gitu lohh"
Dengan sedikit kesal, ku lempar bola kearahnya dengan pelan.
Malvin tertawa renyah, senyum menantangnya semakin lebar. Ia berjalan mendekat ke arah Chloe. “Hmm... Refleksmu lumayan.”
Mencondongkan tubuhnya, suaranya dibuat lebih pelan dan menggoda.
“Atau jangan-jangan, kamu kaget karena terlalu fokus melihat skill-ku tadi?”