Remaja bernama Rizki Nur Fadhilah dari Pasigaran, Citeureup, Dayeuhkolot, diduga menjadi korban TPPO setelah awalnya diajak seseorang untuk mengikuti seleksi sepak bola PSMS Medan melalui SSB bernama Sparta FC. Alih-alih menuju seleksi yang dijanjikan, keluarga justru menerima kabar bahwa Rizki telah dibawa ke Kamboja, dipaksa bekerja, dan mengalami penyiksaan, sementara ia masih bisa menghubungi orang tuanya secara diam-diam sambil terus meminta bantuan untuk bisa kembali pulang.