mungkin aku belum layak kesalnya dibujuk, cemburunya ditenangin, perhatiannya tidak dianggap berlebihan, sekali lagi, aku harus belajar memahami itu dan sadar dimana posisi ku
Aku masih menyukaimu
Masih dengan cara yang sama
atau mungkin lebih dalam dari sebelumnya.
Hanya saja sekarang,
aku tidak lagi tahu
bagaimana cara menunjukkannya.
Dan mungkin...
dari luar, itu terlihat seperti aku mulai menjauh.
Padahal sebenarnya..
aku sedang berusaha bertahan.
Ketampar sama realita kalau sebenarnya nggak ada yang namanya "cowok bingung". Yang ada, kamu memang bukan orang yang dia mau.
Makanya dia nggak akan semengusahakan itu π₯Ί
Aku tidak hanya merindukanmu di jam 3 pagi saat dunia sedang sepi-sepinya. Tapi aku benar-benar merindukanmu di sepanjang hari, saat aku sudah melewati banyak hal, menghadapi hari-hari yang melelahkan, namun refleks pertamaku masih mencarimu
Ada yang bisa menemani kita setiap hari, tapi belum tentu memprioritaskan kita.
Karena ditemani hanya tentang kehadiran, sedangkan diprioritaskan adalah tentang usaha
Hingga aku pun tersadar dan berusaha belajar untuk terus memaklumi bahwa memang tidak semua orang memiliki kapasitas hati yang setara untuk merawat sebuah ketulusan.
Terkadang, aku berbicara ketika ada hal yang bertentangan dengan perasaanku, hanya kemudian aku bertanya pada diri sendiri, apakah aku terlalu banyak meminta?
Kamu tau letak patah hati seorang perempuan?
saat hal kecil dari perasaan nya kamu anggap sepele, saat kamu menganggap itu tidak penting untuk dibicarakan dan saat kamu terlalu liar bermain logika, sedangkan perempuan hanya ingin divalidasi perasaannya
Hopefully, another time, Iβll get to experience what it feels like to be truly seenβto have someone consistently make an effort for me, celebrate me, and remember even the smallest details π₯Ί