Demo itu hak mahasiswa dan tidak boleh dilarang atau dicegah. Justru ekspresi dan tuntutan mahasiswa dapat menjadi bahan perbaikan kebijakan. Maka tidak ada larangan bagi mahasiswa penerima KJMU ikut demo. Yang tidak diperbolehkan adalah melakukan kekerasan, pelanggaran, atau pengrusakan fasilitas umum.
"Dilarang menyampaikan pendapat di bundaran HI karena itu pusat aktivitas masyarakat" — Polisi
Dengan kata lain: kamu boleh menyampaikan pendapat, asal nggak di tempat yang bisa didengar dan dilihat orang lain.
Pajak kita dipakai buat ngegaji orang-orang tolol. 😂
Kindly reminder, untuk yang tidak ikut turun aksi tapi terkena dampak seperti kepadatan lalu lintas, mohon bersabar. Kita harus berterima kasih untuk yang sudah menyampaikan aspirasi dengan aksi hari ini.
JUST IN: Pihak kepolisian mengklaim bahwa berbagai upaya telah mereka lakukan demi menjaga stabilitas dan kondusifitas. Namun, salah satu mahasiswa UI mengaku menerima tendangan saat hendak memarkirkan kendaraan.
liat di threads tadi ada kak gabriellaocv, yg ngenotice ada orang di atas gedung
Ngeliat mahasiswa demo ❌
Mencari org org sus di atas gedung ✅
So far uda nemu 3 org di pinggir gedung tinggi, di atas Hotel Indonesia, UOB, Graha Mandiri
Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
Aneh ga sih?
Tujuan MBG itu untuk anak-anak sekolah.
Tapi ketika Dapur MBG dihentikan bahkan kalaupun cuma sementara, yang marah bukan anak-anak sebagai penerima Makan Bergizi Gratis.
Yang marah malah yang punya Dapur.
Makin ke sini kok makin kreatif ya bikin fitnahnya? Penasaran, sebenernya siapa sih yang lagi order? Budgetnya gede banget kayaknya sampe segitunya usaha buat jatuhin. Semangat ya, semoga rezekinya berkah! 🤗
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya
Salam hormat untuk Pak @prastow
Gila, gila, di Threads banyak banget yang berusaha mendelegitimasi "Pesta Babi" dengan narasi Soros-Soros, antek-antek asing.
JUST IN: KWI Mengeluarkan Seruan Pastoral
Seruan pastoral KWI dibuka dengan refleksi atas 118 tahun Kebangkitan Nasional. KWI mengingatkan bahwa kebangkitan bangsa dahulu lahir dari keberanian moral, solidaritas sosial, dan harapan bersama untuk keluar dari keterpecahan, ketakutan, dan penjajahan. Kebangkitan dewasa ini dimaknai sebagai panggilan untuk menghadapi ketidakpastian global, tekanan ekonomi, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi, krisis ekologi, dan persoalan sosial dalam negeri dengan semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama.
KWI menyoroti adanya luka sosial dan retaknya persaudaraan di tengah bangsa. Banyak keluarga mengalami tekanan ekonomi, generasi muda menghadapi kecemasan dan krisis kesehatan mental, sementara kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terus terjadi. Kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, masyarakat adat, dan masyarakat kecil juga dinilai belum mendapatkan perlindungan yang memadai. Secara khusus, Papua disebut sebagai luka panjang bangsa yang tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan keamanan, melainkan membutuhkan pendekatan yang manusiawi, dialogis, partisipatif, serta menghormati sejarah, budaya, dan hak dasar masyarakat setempat.
Dalam bidang ekonomi, KWI mengapresiasi upaya pembangunan, tetapi mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka-angka makro. Pembangunan harus benar-benar dirasakan masyarakat akar rumput, terutama kaum miskin, petani kecil, nelayan, buruh, masyarakat adat, dan mereka yang hidup di pinggiran. KWI juga mengkritik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dominasi kepentingan ekonomi tertentu, serta kebijakan yang dapat mengganggu stabilitas sosial-ekonomi. Karena itu, kebijakan publik perlu dijalankan secara jujur, transparan, partisipatif, dan berani dievaluasi bahkan dibatalkan bila merugikan rakyat.
Dalam kehidupan demokrasi, KWI melihat adanya gejala yang mengkhawatirkan: ruang dialog menyempit, kritik sering dianggap ancaman, perbedaan pendapat berubah menjadi permusuhan, dan muncul kecenderungan otoritarianisme, militerisme, serta sentralisasi kekuasaan. Seruan ini menegaskan bahwa demokrasi Indonesia harus tetap berakar pada Pancasila, supremasi hukum, kebebasan berekspresi, partisipasi masyarakat, dan etika publik. Kekuasaan dipahami sebagai amanat untuk melayani, bukan sarana dominasi atau keuntungan kelompok tertentu.
Bagian akhir seruan menekankan pentingnya merawat rumah bersama, yaitu bumi dan Indonesia sendiri. KWI mengajak semua pihak melakukan pertobatan ekologis karena deforestasi, pencemaran, eksploitasi sumber daya alam, dan proyek pembangunan yang top-down dapat melukai masyarakat kecil serta masyarakat adat.
Terakhir, lima ajakan utamanya ialah merefleksikan kembali makna Kebangkitan Nasional, membangun solidaritas dengan yang terpinggirkan, merevitalisasi demokrasi Pancasila, mendorong dialog dan rekonsiliasi terutama di Papua, serta memperkuat fondasi nilai dan spiritual. Intinya, Indonesia harus dijaga sebagai rumah bersama yang adil, damai, beradab, dan bermartabat.
https://t.co/FAVKAV12bB
Coba dipikir.
Cita2 pingin industrialisasi, bikin mobil dan ponsel sendiri
Tp belanja APBN Top 3 nya: BGN, TNI, Polri
Programnya: MBG, Kopdes, Gentengisasi
Budget R&D to GDP cuma 0,28%.
Preman di mana2. Kepastian hukum ga pasti.
Gimana industrialisasi dan investasi bisa jalan?