Tahun 2019, aku dapet pengumuman lulus SBMPTN di Undip. Tapi gada biaya buat ngerantau, karna ayah-ibu udah meninggal.
Aku bilang ke guru BK kalo gajadi kuliah dan mau kerja, tapi ajaibnya, seluruh guru di SMA aku patungan sampai tujuh juta lebih buat biayain aku satu semester
Asing cabut bukan karena mereka benci sama program bagi-bagi jatah atau kesejahteraan rakyat, tapi karena mereka ngitung APBN bakalan boncos.
Mana pola sama lagi kayak di negara-negara Amerika Latin (kayak Argentina atau Venezuela) era 80-an sampai 2000-an.
Pas rezim baru memaksakan program raksasa yang sangat banyak dan di saat pemasukan pajak lagi seret, ujung-ujungnya negara bakal ugal-ugalan nerbitin surat utang.
Kalau utang numpuk, inflasi meledak. Sebelum krisis itu kejadian, algoritma trading asing udah kasih sinyal JUAL duluan.
Bukan mau nakut2in. Tapi sepantasnya bersiap. Rating Indonesia saat ini cuma selevel di atas investment grade.
Artinya kalau sampe kita kena downgrade dan outlook tetap negative, berarti risikonya kena downgrade ke junk rating.
Turun dari investment grade ke junk risiko outflow.
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
semoga dengan kejadian kemarin, membuat dek @primagnesius lebih humble, berfikir dampak dari tulisan maupun perkataan, instrospeksi.
Notes : bukan saya yang chat pak sabirin
Buang air kecil (BAK) sebelum berhubungan int*m disarankan dilakukan untuk pencegahan infeksi saluran kemih, bahkan juga saat selesai berhubungan.
Tidak ada bukti bahwa BAK sebelum berhubungan int*m dapat melemahkan ereksi, justru malah kalau kandung kemih penuh dapat menyebabkan ketidaknyamanan di panggul dan mengganggu aktivitas saat berhubungan.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Erectile dysfunction and lower urinary tract symptoms
Letter #8 has just been released.
The problem after MSCI was never the conglomerates. The problem is that the market's pressure point has shifted toward the big banks.
In this letter, we explain why $BREN and related names were flying on Friday, yet $IHSG still ended the session in negative territory. The answer lies in where the market's true driver now sits.
We also discuss GOTO's latest position following the President's speech, how GOTO could address the situation, and the ongoing MSCI overhang issue.
Read our latest report through the link below.
https://t.co/00YJKxPJom
#MeridianResearch
Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐️
Hati-hati ⚠️
Jabodetabek area yg pernah match/kenalan dgn org ini di dating app. Namanya FARHAN. Lulusan Al-Azhar Cairo (valid).
udh bnyk korban sejak 2023. Ganti” cewe buat diajak tidur, ngaku single walau udh puny anak & istri. Skrg status msh suami tp makin gila main cewe🙄
✅ Berikut rangkuman singkatnya..
kasus prihatin dkk
1). Ada dugaan kuat sekelompok orang Indonesia melakukan pemalsuan riset secara terorganisir untuk mengikuti konferensi ilmiah internasional, terutama demi mendapatkan travel grant alias biaya perjalanan gratis ke luar negeri.
2). Kasus ini terungkap di konferensi ISPPD tentang pneumonia di Kopenhagen, Denmark, dan ramai dibahas karena berpotensi besar mencoreng nama ilmuwan Indonesia di mata dunia.
3). Pelaku utama yang disebut adalah Prihantini (alumni Matematika UNY angkatan 2015 dan S2 Matematika ITB jalur LPDP), bersama Rifaldy Fajar, Shahnaz (adiknya), serta beberapa orang lain dalam tim.
4). Mereka membuat banyak paper dengan topik kedokteran yang sangat spesifik seperti pneumonia, kanker hati, transplantasi hati, dan penyakit lainnya, padahal latar belakang mereka matematika, bukan kedokteran.
5). Riset mereka diduga hampir sepenuhnya dibuat menggunakan AI, data dipalsukan, tidak ada penelitian lapangan asli, dan tidak melibatkan dokter atau ahli medis sama sekali.
6). Cara lolos seleksi adalah dengan hanya mengirim abstrak pendek (200-300 kata), bukan full paper. Proses review blind, jadi reviewer tidak tahu identitas penulis dan hanya menilai abstrak yang sengaja dibuat sangat meyakinkan.
7). Abstrak mereka selalu terlihat wah karena memakai data dari berbagai negara, metode machine learning, deep learning, dan kesimpulan ilmiah tinggi, sehingga sering lolos dan bahkan mendapat penghargaan Outstanding Abstract.
8). Di konferensi mereka hampir selalu memilih tipe Poster Presentation, bukan Oral. Poster yang dibawa hanya ukuran kertas A4 biasa (bukan standar A0 besar), dengan alasan “poster ketinggalan di pesawat”.
9). Banyak kesaksian dari peserta konferensi lain menyebut pola yang sama berulang: poster kecil, sulit menjelaskan riset saat ditanya, dan cenderung menghindar diskusi mendalam.
10). Mereka sering memasukkan nama keluarga (ibu dan adik Shahnaz) sebagai co-author, padahal tidak ada hubungannya dengan riset medis. Afiliasi yang dicantumkan juga sering dipalsukan.
11). Contoh afiliasi palsu: Departemen Bedah Transplantasi Hati UNY, Health Management Lab Universitas Terbuka, bahkan afiliasi Papua Nugini. Prihantini di beberapa paper disebut sebagai Medical Doctor.
12). Strategi mereka adalah mengirim banyak judul paper dalam satu konferensi (bisa 5 sampai 20 judul) untuk memperbesar peluang diterima dan mendapat travel grant.
13). Tujuan utama tampaknya adalah jalan-jalan ke luar negeri gratis sambil mempercantik CV dengan banyak publikasi dan konferensi internasional.
14). Mereka masih punya jadwal padat: Rifaldy dan tim dijadwalkan ikut kongres di Korea Selatan (29 Mei), Jepang (Juni), dengan total 7 judul paper hanya di acara Korea saja.
15). Data riset mereka diduga 100% palsu, lokasi studi di negara aneh seperti Peru, Ethiopia, Guatemala, tapi semua peneliti dari Indonesia tanpa ethical clearance yang benar.
16). Afiliasi lembaga seperti “Al-BioMedicine Research Group” atau “IMCDS-BioMed Research Foundation” ternyata tidak ditemukan keberadaannya.
17). Prihantini sempat mengirim pesan pribadi ke whistleblower (Mba W.O.D.D) mengakui dan meminta maaf, tapi kemudian akun Instagramnya menghilang sebelum dibalas.
18). Ada klarifikasi dari akun yang diduga milik Rifaldy, tapi banyak yang meragukan keasliannya karena akun lamanya dikabarkan kena ban.
19). Banyak dokter dan peneliti Indonesia ahli di bidang tersebut mulai angkat bicara dan membongkar kejanggalan riset mereka satu per satu.
20). Kasus ini sangat merugikan peneliti Indonesia yang jujur karena sekarang riset dari Indonesia lebih mudah dicurigai oleh komunitas internasional.
21). UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) langsung merespons karena Prihantini dan Rifaldy adalah alumni mereka. Wakil Rektor menyatakan sedang melakukan penelusuran mendalam dan akan dibawa ke komite etik.
UPDATE!
Data poster exhibitor di Liver week 2026 Korea.
Banyak nama dari Indonesia yang tidak memiliki background medis.
Ada yang mencurigai ini sindikat dan terkait dengan The Pranala Institute, Yogyakarta.
Nama-nama terkait menurut saya sebaiknya segera klarifikasi terkait kecurigaan masyarakat yang tengah memanas ini.
@primagnesius dek ignasius, sebagai alumni 1 jurusan di FEB UB, dan alumni Lab IPM (KSPM FEB UB) saya rasa ada baik nya be humble saja, nanti saya chat pak sabirin kamu kalau bertingkah terus @primagnesius
Erasmus mundus baru saja mengeluarkan klarifikasi bahwa RF bukan resipien beasiswa erasmus mundus
Tapi, benar yang bersangkutan merupakan mahasiswa S2 University of L’Aquila, Italia dan Karlstad University, Swedia, bagian dari Intermaths Network 2021-2023
Erasmus mundus menghubungi dosen supervisor ybs dan konfirmasi bahwa RF tidak mengikuti sidang thesis dikarenakan tidak memenuhi syarat kelulusan program S2 nya (diduga tidak menyelesaikan keseluruhan matkul prasyarat sidangnya atau tidak mencapai kredit minimum)
Source: IG @/erasmusplus.id