Make alasan bad mood/trauma/urusan tak terselesaikan/inner child/luka masa lalu, buat melukai org lain itu udah last year banget. Please, belajar tanggungjawab dengan pulihkan luka/kelola diri tanpa lukai orang lain. Semua org punya lukanya sendiri, bukan kita doank.
Jadi inget dulu pernah ambil studi di Ragunan Jakarta, pengelola disana bilang begini: "Dengan harga tiket 4,500 kita mau untung darimana? Kalo DKI stop anggaran untuk ragunan hari ini, besok kita langsung tutup mas. Taman Safari tiket 300rb aja masih buntung mereka."
Kalian itu kalau ngomong hati-hati. Kalau malaikat mengaminkan bisa merepotkan.
Tahun kemaren kalian bilang, mau beli kalender yg banyak tanggal merahnya. Nah, sekarang sudah dikabulkan terus mau apa?
Post partum depression itu bukan karena ibu tidak bersyukur, tidak menerima kodrat, bukan
Ada hormon yang terganggu, kecenderungan biologis dan ditambah masalah psikososial. Depresi paska melahirkan tidak pernah sederhana, jangan dihakimi tapi didorong konsultasi