When Raisa said:
“Aku memilih melepaskan yang membingungkan, karena aku tidak sekurang itu untuk diragukan. Aku layak dicintai dengan jelas, sepenuh hati dan tanpa ragu.”
We deserve better guys ✨
aku suka bgt sama kalimat ini:
“lupakan segera perkataan buruk yang didengar telingamu atau dibaca matamu, hingga tidak sempat menjadi sampah yang menumpuk di ruang hatimu.”
bercerita itu obat.
mendengarkan itu menguras energi.
jadi, hebatkan orang yg mau dengerin ceritamu tanpa rasa kepo & tanpa rasa menghakimi?
maka dari itu jangan lupa apresiasi orang orang terdekatmu yg mau jadi rumah tanpa adanya drama & toxic, agar kamu bisa pulang lalu sembuh
suka banget dengan kalimat ini :
"Jangan menertawakan badai orang lain hanya karena langitmu sedang cerah."
tapi, jangan lupa juga sebaliknya :
"Jangan menghujani matahari orang lain hanya karena langitmu sedang badai"
Perempuan itu semakin didiamkan, semakin hilang respect. Berkurang juga perasaannya. Perkara membujuk ketika perempuan marah, hanya dilakukan oleh laki-laki yg mencintainya.Maka jgn terlalu berharap pada dia yg mengabaikan karena ga semua laki-laki mempunyai hati yg utuh untukmu.
Jangan jadi penyebab orang tak makan, jangan jadi penyebab orang menangis, jangan jadi penyebab orang jadi diam, jangan pernah menjadi manusia yang menjadi alasan seseorang berdoa sambil menangis, dan angan jadi penyebab orang harus konseling ke psikolog.
Take care semua. 🫶🏻
“kamu nanti akan hidup bersama karakternya dan juga segala kurangnya.”
itulah kenapa menurut keyakinan saya; mengenal stress language pasangan itu lebih urgent ketimbang love language-nya!
Kalo kata raisa begini…
'Aku memilih melepaskan yang
membingungkan, karena aku tidak sekurang itu untuk diragukan, aku layak dicintai dengan jelas, sepenuh hati dan tanpa ragu.'