Enggak enak banget yaa tumbuh jadi manusia overthinking gini, masalah seumprit yang menurut orang sepele aja tetep dipikir dalem, astaghfirullah ๐ฅฒ๐ฅฒ๐ฅฒ
Overthinking itu penyakit mental ga sih ๐คฃ
Urgensinya apa sih SPPG dpt fasilitas motor listrik?
Kita yang tenaga pendidik dapat fasilitas apa ya, pake transportasi umum jg ga dapat tuh previlege buat guru, adanya tarif pelajar atau mahasiswa. Manusiawi sekali dong kalau kita iri dengan itu
Profesinya ga mainยฒ tapi......
Waaahhh.... Welcome back to my routinty. Bukannya apa-apa, yang paling syulit itu ngembaliin good habit yang bangun awal dan tidur cepet ๐ฅบ๐ฅบ๐ฅบ
Kembalikan aza yang jam 8 malem udah tepar wkwkw ๐คฃ
TRUMP PENING! Update situasi perang Iran vs AS-Israel, ya Sobat. Hari ketiga, konfliknya lagi panas-panasnya. Saya coba rangkum berdasarkan info terkini, straight to the point, tapi tetap real. Simak yuk!
Pertama, negara-negara Teluk (Saudi, UAE, Kuwait, Bahrain, Qatar) yang biasanya jadi sekutu dekat AS, saat ini sedang merasa kena getahnya dengan parah. Iran meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke arah mereka. Sudah ratusan upaya intercept (mencegat rudal/drone di udara), tapi amunisi pertahanan udara mereka, kayak Patriot atau THAAD mulai tipis banget karena serangan nyaris nonstop.
Yang bikin mereka kesal, AS ternyata lebih memprioritaskan melindungi Israel dulu. AS kirim jet, bom, dan membantu intercept buat Tel Aviv, sementara negara-negara teluk merasa ditinggal AS. FYI, mereka memang sangat bergantung dengan AS buat recharge stok amunisi, tapi sekarang ini, kondisi seperti mengalami "nightmare" karena pertahanan bisa jebol kalau gini terus.
Beberapa analis bilang mereka mungkin terpaksa counter rudal-rudal itu tanpa bantuan AS sendiri biar gak keliatan lemah. Aslinya pening tujuh keliling. Apalagi yang diserang Iran sebenarnya kan kepentingan AS yang ada di negara tersebut.
Kedua, di AS sendiri sedang ribut internal. Pentagon melakukan briefing ke Kongres: mereka ngaku gak ada bukti intelijen bahwa Iran punya rencana menyerang AS lebih dulu. Jadi, serangan AS-Israel ke Iran itu merupakan "pre-emptive", karena ketakutan atas ancaman rudal dan proxy Iran. Ya, sekadar khawatir, bukan karena bukti atau evidence imminent attack ke US forces. Sekadar memenuhi ketakutan dan kekhawatiran, alih-alih bukti kongkrit.
Hal ini bikin Demokrat marah. Mereka menyebut ini "war of choice" ala Trump. Publik juga geram. Demo-demo mulai muncul, orang protes kenapa duit pajak buat perang mahal gini, sementara ekonomi lagi susah. Coba deh Googling, berapa hutang AS saat ini. Parah lho, lebih parah dari Indonesia๐
Trump bilang operasi ini membutuhkan waktu 4-5 minggu (atau lebih lama). Pentagon coba tenangin: "Bukan endless war." Tapi publik AS dan terutama kubu Demokrat masih meradang, karena sudah 6 tentara AS tewas dalam serangan balasan Iran di Kuwait.
Ketiga, Uni EropaโInggris, Prancis, Jermanโtegas nolak ikut perang langsung. Mereka keluar joint statement: kecam serangan Iran ke kawasan, tapi ga mau gabung serang Iran. Dorong diplomasi dan negosiasi aja. "Lu yang berbuat, ngapain gue ikut tanggung jawab", mungkin gitu bahasanya, ya.
Meski begitu, Inggris kasih izin AS memakai base di Cyprus dan Diego Garcia buat operasi defensif (intercept rudal), tapi UK nggak kirim jet atau pasukan buat ngebom. Prancis dan Jerman juga main aman, khawatir konflik melebar ke Eropa atau bikin harga energi meledak.
Mereka bilang dukung sekutu tapi ga mau terlibat full-scale war. Ya begitulah...
Terakhir, Iran tetep ngegas rudal balistiknyaโsalvo besar ke Israel, Gulf, dan target AS, seolah stok gak abis-abis. Mereka menutup Strait of Hormuz (jalur minyak super vital), bikin harga minyak dunia naik gila-gilaan.
Dugaan kuat: China dan Rusia bantu suplai diam-diam. China lagi proses deal menjual CM-302 supersonic anti-ship missiles (carrier killer), plus komponen dual-use buat rudal.
Rusia kirim tech radar, air defense, mungkin shoulder-fired missiles. Ini bikin Iran tetep kuat meski kena 2000+ bom dari AS-Israel, termasuk strikes ke Tehran dan leadership.
Bagaimana Trump tidak pening?
Ayo lanjut tilawah lagi, bulan Ramadan nih, kan.
Pemerintah US Lagi kelabakan karena Kongres minta penjelasan knapa mereka nyerang Iran, padahal secara konstitusi semua perang harus disetujui kongres.
Kata menhan US "kita ga mulai perang" secara konteks utuh sepertinya merujuk pada puluhan tahun Iran 'mengganggu' kepentingan US di timteng.
Kata Menlu US "kita serang karena kalo ga, kita bakal diserang dulu dan bakal banyak korban"
Kedua pernyataan ini berseberangan dengan Pentagon yg menurut sumber "gaada tanda2 Iran bakal berani nyerang US dulu"
Di sisi lain, kita tahu semua 2 hari lalu siapa yg tiba2 nyerang Iran, siapa yg mindahin 30% kekuatan militernya ke Iran.
Ini menandakan adanya kepanikan eksekutif US karena melihat rendahnya dukungan publik, dunia, sekutu, dan bahkan kongres di serangan ini.
Kita bisa liat di awal serangan, Presiden Trump bilang kalo serangan ini untuk mengganti rezim. Tapi sekarang narasi berubah! Menhan bilang "kita ga ada maksud ganti rezim!"
Kemudian Trump menyampaikan bahwa Iran ingin negosiasi dan US mau membuka diskusi. Padahal pihak Iran bilang TIDAK AKAN NEGOSIASI DENGAN US. Ini adalah tanda paling utama bahwa ada kepanikan di US karena model venezuela ternyata ngga berhasil di Iran. Tapi US gamau bilang "oke, ayo diskusi" dulu karena itu artinya KALAH.
Kepanikan ini menguatkan bukti bahwa serangan kemarin sebenernya bukan kemauan US, tapi terpaksa masuk kancah perang karena tekanan dari Israel. Inilah yg di highligh Rep @JoaquinCastrotx.
Jika memang ini yg terjadi, jika memang benar2 tidak ada tanda2 Iran nyerang, maka Presiden Trump dapat dianggap melanggar konstitusi dan bisa berujung pemakzulan (lagi).
Secara politik, Demokrat bisa ambil 'keuntungan' dengan mulai memperkenalkan sosok anti-perang, pro ekonomi dan kedamaian untuk diajukan sebagai capres selanjutnya.
Dan gw yakin, ada kemungkinan besar pemerintahan selanjutnya akan dipegang Demokrat.