Kebanyakan orang yang gampang tersinggung di Sosmed. Bahkan kompas moralnya juga ada sendiri tiap Sosmed.
Lama-lama ga asik karena nurutin yang sok asik (karena yang asik cuma mereka)
Salah satu tim perumus JAKI disini ๐๐ปโโ๏ธ
Ada yg mau denger gimana cerita awal JAKI diinisiasi (2019) dan kenapa di awal kemunculan apps ini ditakuti seluruh dinas?
Guys gw mau cerita tentang sesuatu yang jarang dibahas secara serius.
BJ Habibie menjabat presiden cuma 17 bulan.
Dan banyak orang mengenang dia cuma sebagai ilmuwan pesawat terbang yang romantis sama Ainun.
Padahal dia melakukan sesuatu yang secara ekonomi hampir tidak masuk akal.
Waktu Habibie naik jadi presiden Mei 1998 kondisi Indonesia sudah dalam kondisi kritis total.
Rupiah di angka Rp16.800 per dolar.
Seperempat rakyat Indonesia di bawah garis kemiskinan.
Bank-bank kolaps.
Orang antri panjang untuk tarik uang karena takut banknya tutup besok.
Perusahaan-perusahaan bangkrut karena utang dolarnya tiba-tiba membengkak seiring rupiah jatuh.
Dan dunia internasional tidak percaya sama Indonesia sama sekali.
Dalam 17 bulan Habibie balik rupiah dari Rp16.800 ke Rp7.000-an.
Hampir setengahnya.
Dalam waktu kurang dari dua tahun.
Gimana caranya?
Pertama dia beresin perbankan duluan.
Karena dia paham tidak ada kepercayaan ekonomi yang bisa dibangun kalau sistemnya sakit.
Bank-bank yang masih bisa diselamatkan direstrukturisasi.
Yang sudah terlalu parah ditutup.
Dan dari proses ini lahir Bank Mandiri gabungan empat bank pemerintah bermasalah yang sekarang jadi salah satu bank terbesar Indonesia.
BCA juga diselamatkan di era ini sebelum akhirnya dibeli konsorsium yang di dalamnya ada Grup Djarum.
Kedua dia pisahkan Bank Indonesia dari pemerintah. Ini krusial.
Karena selama BI masih bisa disetir presiden investor asing tidak akan percaya bahwa kebijakan moneter Indonesia itu serius dan independen.
Habibie undangkan itu tahun 1999.
Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia bank sentral benar-benar independen secara hukum.
Ketiga dia negosiasi dengan IMF dan dapat pinjaman 43 miliar dolar.
Tapi yang menarik dia tidak sepenuhnya nurut sama IMF.
IMF minta subsidi BBM dan listrik dicabut. Habibie menolak tegas.
Alasannya sederhana di tengah krisis yang sudah sepedas ini, kalau subsidi dicabut sekarang yang hancur adalah daya beli rakyat paling bawah. Dan tanpa daya beli ekonomi tidak akan pulih dari akar rumput.
Itu keputusan yang butuh nyali. Karena menolak syarat IMF waktu itu bukan hal yang gampang secara politik.
Keempat dia stabilkan politik.
Karena investor asing tidak akan masuk ke negara yang kondisi politiknya kacau. Habibie bebasan pers. Izinkan pemilu 1999. Lahirkan undang-undang partai politik yang mengakhiri monopoli Golkar selama 32 tahun.
Dan kelima dia selamatkan sektor swasta strategis. Astra hampir kolaps waktu itu karena beban utang dolar yang membengkak. Sinar Mas juga sama. Habibie intervensi lewat BPPN dan program restrukturisasi utang. Perusahaan-perusahaan itu berhasil diselamatkan dan sekarang masih jadi pemain besar di ekonomi Indonesia.
Dan utang IMF yang dia ambil itu lunas lebih cepat dari jadwal. Dilunasi di era SBY tahun 2006.
Gw cerita ini bukan untuk nostalgia.
Tapi karena sekarang rupiah lagi di Rp17.000-an. Defisit APBN hampir jebol. Harga minyak naik karena perang Iran. Dan banyak orang bingung mau pegang apa.
Habibie membuktikan bahwa kondisi yang kelihatannya tidak mungkin diperbaiki bisa diperbaiki. Tapi dengan syarat keputusannya diambil berdasarkan data dan logika. Bukan gengsi. Bukan pencitraan. Bukan ketakutan dikritik.
Dan yang paling penting dia tahu mana yang harus diselesaikan duluan sebelum yang lain.
Tadi sore diriku keluar buat beli bukaan. Di deket rumah ada 3 stand gorengan. Gak sebelahan, tapi yaa berdekatan jaraknya. Radius 100m
Dari awal puasa, ku perhatiin yang 2 ini lumayan rame nih (salah satunya langganan tempatku beli takjil & gorengan). Kayak ada aja lah pembelinya. Sementara yg satu sisanya sepi. H-30 menit buka, stok dagangan blio masih full, baru laku dikit. Jujur kasian dul.. yg jualan anak muda cewe.
Coba deh beli risol bihun sm bakwan, beli 3 pcs aja buat nyoba sekaligus bantu blio. Cuma kok pelayanannya RAMAH alias judes bangeet.. kayak gak niat.. padahal gue mau bantu aja.. begitu sampe rumah ku coba, ga enak rasanya. Adonannya keras ๐ฅ
Jadi ada alasannya kenapa dari 3 penjual gorengan itu ada 1 yg dr awal puasa kalah terus. Begitu kita milih dia karena kasian, di situ baru kita tau alasan kenapa dia kalah melulu
Kayaknya lebih simpel aktif di sini daripada medsos lain, karena simply tinggal ketak-ketik aja wkwkwk
Cocok buat gw yang penulis dan males desain + take video
Coba misalnya Dapur MBG itu (SPPG) untung bersihnya diwajibkan bagi hasil 30% nya untuk sekolah-sekolah ya
Dan nanti uangnya dialokasikan untuk siswa kurang mampu yang gabisa bayar-bayar, atau gabisa tebus ijazah
Atau untuk guru honorer
Kepikiran bikin cerita fiksi.
----
Premis:
Seorang bapak, kepala keluarga, tiap malam nongkrong di panggung dangdut kampung. Nyawer.
Awalnya receh.
Lama-lama jutaan.
Sampai ngutang koperasi.
Di rumah:
Anak 4 orang
SPP nunggak
Istri gali lubang tutup lubang
Utang warung menumpuk
Tapi dia merasa dirinya benar.
Konflik:
Istri menegur.
โItu uang buat sekolah anak, Pak.โ
Dia marah.
Merasa tidak dihargai.
Merasa dizalimi.
Lalu dia bikin status di Facebook:
โSaya dituduh menghamburkan uang buat nyawer. Padahal itu uang hasil penghematan dari jajan anak dan belanja makan.โ
Netizen terbelah:
Ada yang simpati
Ada yang menghujat
Rasionalisasi:
โKalau uangnya saya kasih ke rumah, nanti juga habis dikorupsi keluarga saya. Mending saya sawer. Jelas transparan. Saya lihat langsung hasilnya. Penyanyinya senang.โ
----
Menurut kalian, ending yang paling realistis buat cerita ini apa ya?
I visited my ex highschool crush at Cipanas, Bogor, Her time stopped on 16 in 30 Jan 2010. I visited her grave in 2013, 2015, 2018, 2020, and the last one maybe in 2022. And maybe i won't visit her anymore.
What i learned when visiting her graves is evaluation for myself. that i can do better.
this is in 2013. when i was in college. (several kg ago ๐คฃ)