Bro... I just saw another creator get paid in stablecoins by posting contents on X. Not points. Not promises. Actual stablecoins. Dropped straight on-chain.
@RallyOnChain is dropping new paid campaigns every single day right now. You post quality content that actually hits, AI scores it fair and square, and the money hits your wallet.
No 50k followers needed. No agencies taking their cut. No waiting months for someone to "approve" you.
If you're still sitting on the sidelines watching other creators eat, this is the part where you realize you're missing the biggest creator opportunity in Web3 today.
New campaigns keep landing. Join now while RALLY is still in the beta phase:
https://t.co/g6ZIjcgy4l
get in before the next wave pays out without you.
Gimana jelasinnya ya ..... ๐
Gini aja deh:
Firaun itu mengaku kalau dia Tuhan. Tapi ga goblok.
Kalau Fir'aun bilang 10+6 = 17, dia ga akan disembah.
Lagian bapak ini parah juga malah nyamain @prabowo sama Fir'aun ๐
๐๐๐๐๐ฆ ๐๐๐ซ๐ค๐๐ญ๐๐๐ง ๐๐๐ง๐ญ๐๐ง ๐๐๐ญ๐ฎ๐ ๐๐๐ ๐๐๐, ๐๐๐ก๐ฒ๐๐ค๐ฌ๐ ๐๐๐ฎ๐ฅ๐ญ: โ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐โฆโ
Video yang menampilkan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, tengah ramai diperbincangkan setelah ia menyampaikan kritik tajam kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, mahasiswa Ilmu Filsafat UGM itu menggunakan analogi yang dinilai sebagian pihak sudah melampaui batas kritik yang wajar. Potongan video itu pun cepat menyebar luas dan memicu berbagai reaksi di platform digital.
Salah satu tanggapan keras datang dari Adhyaksa Dault. Ia bahkan beberapa kali mengucapkan istigfar saat menanggapi pernyataan Tiyo, karena menilai ucapan tersebut tidak pantas ditujukan kepada kepala negara.
โIni bukan kritik lagi, kau menghina kepala negara,โ ujar Adhyaksa dalam video tanggapannya.
Naskah | Admin: FR
Video | Editor: mediaprabowo | AQ
#laporan8 #PresidenPrabowo #BEMUGM #AdhyaksaDault #Viral