Pendidikan jadi isu penting nih buat warga jabar, salah satu program ASIH yang diajukan sebagai solusi isu ini adalah beasiswa ASIH.
Yuk ah, coblos ASIH.
Setelah magrib berangkat dari jatinangor rencana langsung mau ke ciparay. Berangkat 2 mobil namun di tengah jalan memutuskan untuk singgah sholat Isya ke Mesjid megah Al Jabar di kota bandung. Sampai di pintu masuk di kasih karcis parkir. Dari jauh sudah begitu kagum dengan keindahan Mesjid yang penuh dengan cahaya indah. Wajar sih Parkiran susah di cari karna ada ratusan mobil yang parkir. Udah bayangin ada ribuan orang yang akan sholat berjamaah di dalam.
Setelah keliling akhirnya nemu tempat parkir dan ada petugas parkir pakai rompi di dalam. Keluar mobil langsung di minta uang "seikhlasnya" karna udah bantu kasih aba aba parkir. Kasih 2 ribu nggak mau.
Lah katanya ikhlas.
Kasih 5 ribu masih melengos akhirnya petugas bilang 10 ribu.
Saya kasih aja. Karna udah adzan isya dan mau buru2 biar bisa jamaah bergegas deh ke Mesjid.
Sampai di pelataran jinjing sepatu ke tempat penitipan. Ternyata petugas nggak mau terima suruh masukin ke plastik. Balik lagi beli plastik yang di jual sebelum pelataran seharga 5 ribu. Akhirnya bisa titip sepatu dan di kasih nomor. Sebelum ambil wudhu kami mau ke toilet dulu. Baru masuk toilet udah di gedor2 petugas sambil ngomong pakai TOA keras banget "di toilet jangan lama-lama" . Belum juga mulai kesal akhirnya keluar aja dan langsung ke tempat wudhu.
Tempat wudhu besar dan sepi. Langsung naik ke atas ternyata yang jamaah hanya beberapa saf aja. Bahkan hingga jamaah selesai.
Lanjut ke tempat titip sepatu. Ternyata sepatu saya nggak di temukan. Sekitar 30 menit menunggu akhirnya saya tanya ke petugasnya. Padahal tanya baik2 petugas nya nyolot bilang kalau sepatu saya mungkin bukan di sini tapi di tempat sepatu wanita. Bahkan petugas lain dengan kata kata nggak enak Saya di suruh cari di tempat lain.
Emangnya saya pikun lupa letak sepatu di mana. Saya tegaskan kalau saya titip di sini dan ini nomornya. Akhir petugas lain bantuin. Ternyata sepatunya ada di bawah kaki dia.
Balik ke parkiran mobil ternyata petugas parkir udah beda lagi orangnya namun masih pakai rompi yang sama. Dan minta lagi 10 ribu "seikhlasnya"
Karna malas debat saya kasih 10 ribu. Saya di pintu keluar bayar parkir lagi 5 ribu. Waktu saya saya bilang udah bayar 2 kali 10 ribu di dalam petugasnya hanya senyum senyum aja.
Karna di luar macet ada satu petugas pakai rompi yang bantu keluar. Sambil ngulurkan tangannya minta seikhlasnya lagi.
Karna udah kesal saya nggak kasih.
Saya mengagumi keindahan Mesjidnya tapi sayang ternoda oleh petugasnya.
Pantang lihat plat mobil beda
Jalan kaki 5 KM menuju JIS.. pake patwal gak nembus .. harus nya tampil jam 9 pagi jadi jam 12 kurang menjelang sholat dzuhur.. alhasil hanya 2 lagu dari yang harus nya 7 lagu tapi seruu 😀
Fenomena "Abah Online" bubble tiktok
Saya banyak ditanya wartawan 😅
Kata wartawan, fenomena Abah Online lebih trending dari fenomena gemoy.
Benarkah?
Yg pasti lebih mengedukasi dan akrab.
Politik santui dan santun tanpa marah-marah
#abahonline#abahnasional#desakanies
Saya mengajak para Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia beserta segenap tim suksesnya untuk mengikuti operasi #julidfisabilillah saja.
Mari energi julidnya kita salurkan menjadi hal yg positif sesuai dengan amanat konstitusi negara dan amanat pendiri bangsa!
Cc:
1. @aniesbaswedan dan @cakimiNOW
2. @prabowo dan @gibran_tweet
3. @ganjarpranowo dan @mohmahfudmd
Perjuangan milik kita. Kemenangan milik Allah semata.
Dunia kini terbelalak bahwa nun jauh di Timur sana, ada jutaan pejuang 'udara' yg bersatu dan juga berjuang untuk kemerdekaan Palestina.
Tetap bergerilya. Kita tak ada gencatan senjata. Tetap waspada, terlebih dari segala tipu daya setan durjana yg merusak keikhlasan perjuangan kita. Tetap bergelora, karena ini bukan akhir, ini adalah awal dari serangan-serangan kita selanjutnya.
Prajurit tak kenal lelah! Ia hanya kenal satu kata: Lillah...
ARAHAN
Hari ini, kita tidak sedang mencatat sejarah. Hari ini, sejarah-lah mencatat kita. Bahwa untuk pertama kalinya kita bersatu melawan (bukan hanya mengutuk) dengan apa yg kita bisa. Dengan apa yg kita punya.
Hari ini, kita lupakan segala perbedaan. Agama, keyakinan, suku, ras, golongan, pilihan politik, atau apa pun yg sedari dulu malah mencerai beraikan dan menjadi kelemahan. Hari ini kita bersatu! Melawan!
Hari ini, kita tidak sedang ingin dilihat oleh dunia! Kita sedang ingin dilihat Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Bahwa kita tidak hanya selemah-lemahnya iman yg hanya berdiam dan berdoa saja. Bahwa kita pun berjuang menghentikan segala kezhaliman yg dilakukan mereka.
Hari ini, kita bersatu, berjuang dan berjaya bukan saja untuk kemerdekaan Palestina! Melainkan juga untuk kejayaan hidup kita nanti di sebuah negeri yg kekal abadi selama-lamanya.
#SeranganUmum #JulidFiSabilillah