@Sentjoko@Onl1Jb@Valhallaah LGBT yg klaim dirinya sebagai LGBT itu mutlak. Sedangkan orang yg ngaku2 kiayi, blm tentu beneran, termasuk yg sebenarnya penganut aliran LGBT dan pedo yg ngaku2 kiayi.
Gk perlu berdebat, cari info kenapa institusi seperti TNI dan Polri memecat anggota yg terbukti berbuat LGBT
@ImamBesar212 Ya ampyun,... Itu istri kok mulutnya kayak gak pernah disekolahin.
Pantes saja lakinya berpaling ke yg lain.
Apa yang keluar dari mulutnya saat itu, pasti gk akan jauh dari yang keluar sehari-harinya. Kebayang.
@vhipsta@hanifproduktif Kocak kalo terjadi. Selama ini di ITB yg terdaftar ya harus sekolah beneran, kalo nggak, ya gk lulus2. Tapi siapa tahu, ketika petinggi2 PTN sudah ditunjuk. Di UI saja nyaris lolos ada S3 pake jasa joki. Lalu di UGM masih blm beres dgn 'kasus besar' nya mantan.
@sekolah_amb@herculep638 Yg bahasanya gini pasti gak yakin kalau ijasahnya asli. Karena bagi yang yakin akan keaslian ijasah itu, akan tetap bilang bahwa ijasah asli itu penting, karena di situ ada kejujuran.
@douglas70602@haluandotco Kenapa dulu mau, kalo itu dianggap masalah.
Ketika menerima lamaran dulu, mestinya siap dengan kelebihan dan kekurangannya. Gk perlu koar2 ke publik.
@Boediantar4 Sebenarnya kalau ada kesalahan atau 'cacat masa lalu', bisa diperbaiki, direhabilitasi, dan dimintakan maaf.
Tapi syarat pertamanya adalah adanya pengakuan dan kejujuran.
Kalau tetap menyimpan kebohongan dan menyembunyikannya, apa yang bisa diharapkan untuk memperbaikinya?
@regar_op0sisi Paling heran waktu masa kampanye dg respon sebagian emak2 atas penampakan orang ini, ada yang sampai histeris, katanya "ganteng".
Langsung terpikir "Apa mata saya yang salah ya ?",
karena di TNI itu banyak perwira yang lebih 'wow', kok bisa mereka terpukau sama yg ini
@GudangBapack Ngapain polisi nyuruh buka2 celana, ini bukan perkosaan tapi sudah jelas S3 (Suka Sama Suka), gak relevan utk periksa 'daerah privasi' orang2 itu. Mau terjadi atau tidak 'tusbol', gk penting untuk dibuktikan.
Jangan2 polisi juga kepo dengan 'barang' punya pa guru.
@Free2Independen@is_pelssy Lebih gampang cari yang siap kentutin mukanya orang gitu. Kalo bokerin agak susah, susah cari orang yg siap melakukan itu, krn harus buka celana๐๐
@is_pelssy Tidak ada manusia sempurna, tapi kalau sampai sanggup melakukan gitu ke orang asing, dan di ruang publik pula, berarti sudah parah kelainannya.
Tak bisa lagi bilang "Jangan menghakimi", karena sudah beneran ganggu orang
@TaliUdeng Menteri ini tercium seperti agak aneh ketika koar-koar ke publik ada pejabat anak buahnya yang punya rumah di Pondok Indah.
Sebagai orang yang punya kuasa di kementeriannya, bukankah lebih elegan kalau membersihkan dari dalam, dalam 'kesenyapan' gak perlu gaduh.