@guguum_ Aku mengambil sebuket bunga dan sebungkus cookies. Aromanya enak serta wangi bunga yang harum.
"Thanks bro, bye" balas ku sambil melambaikan tangan serta berjalan keluar apartemen Gugum.
@guguum_ Aku menghela nafas mendengar pernyataan Gugum. "Sama aja gundulmu, itu kikis. Goblok" jawabku marah. "Udah cepet di wadahin. Aku mau jemput Eca, capek ngomong sama orang anehh" sambung ku lalu memilah-milah cookies yang layak di makan.
Panik binggung aku mengeluarkan 2 loyang itu dengan rasa bersalah, mengamati semua ada dengan teliti. "Sial gosong, mati aku dimarahin Gugum" gumamku.
Tinggal suara kode pintu terdengar, aku menghampiri Gugum dan dengan panik aku ngungkapan kebenaran "gumm gosongg" @guguum_
Pelan tapi pasti aku membentuk nya diatas loyang dan mulai meriset waktu cookis di open. Sejujurnya aku lupa berapa lama tadi hingga aku meriset nya menjadi 20 menit.
Pikirku sama dengan menunggu di freezer ternyata gosong tercium.
Masih sedikit terkekeh, mataku melirik sekilas melihat kerja azri. Dan betapa terkejutnya aku saat dia mengganti alat aduk dengan menggunakan tangannya sendiri.
"HEH BODAT! Lu ngapain ngaduk pake tangan, bodat!โ
@guguum_ Aku duduk setelah mencuci tangan, pekerjaan ku sudah diambil alih oleh Gugum dan kini hanya menunggu cookies di freezer 20 menit.
Melihat Gugum mengenakan jaket dan memperbaiki rambut setelah mencuci muka. Aku pun bertanya "mau mana kamu?"
@guguum_ Melihat ke arah Gugum yang marah "Ribet gum pake itu alatnyaa, tangan lebih cepett." Seru ku dengan santai.
Melanjutan pekerjaannku yang terhenti karena umpatannya terhadapku. Aku mulai mengulangi mengunakan tangan. Namun lagi lagi Gugum memaki dan mengambil alih pekerjaan.
Aku mengangguk patuh mengerti instruksi dari Gugum, ku masukkan tepuk dan backing powder. Namun aku terhenti ketika merasa mengunakan alat yang di berikan Gugum terlihat sulit. Hingga tangan kananku masuk mulai menguleni bahan tersebut.