Riset terbaru Oxfam International menegaskan ketimpangan global kian brutal: kekayaan miliarder dunia menembus 18 triliun dolar AS, sementara hampir separuh penduduk bumi hidup dalam kemiskinan.
Di saat publik berjuang menghadapi krisis pangan, inflasi, dan iklim, segelintir figur superkaya—dari Donald Trump hingga Elon Musk dan para taipan global lain—terus menikmati lonjakan aset yang tak sebanding dengan kondisi mayoritas umat manusia.
Oxfam mengingatkan, ini bukan sekadar jurang kaya–miskin, tapi akumulasi kekayaan yang berujung pada akumulasi kekuasaan politik. Ketika segelintir orang mampu memengaruhi kebijakan, pasar, bahkan arah demokrasi, ketimpangan berubah menjadi ancaman sistemik global.
Data ini dirilis—tepat pada perhelatan tahunan Forum Ekonomi Dunia atau WEF 2026 di Davos, Swiss, Senin (19/1/2026)—sebagai alarm keras: siapa sebenarnya yang diuntungkan dari sistem ekonomi hari ini? Geser dan baca seluruh slide carousel ini sampai tuntas.
| Narasi Daily
Berbagai manuver tekanan masuk dari segala lini, guna mengamankan situasi pelanggaran yang secara terang-terangan di lakukan oleh oligarki,. Yang mulanya telah di jadwal-kan; akan tetapi hilang karena ketakutan jabatan.
Dua kalimat lucu
1. Rektor di tekan.
2. Rektor Menekan.
☕
Nenek yang bernama Zainab tersebut berusia 83 tahun asal Kalimantan Barat, diduga dimintai biaya ganti rugi sebanyak Rp20 juta buntut dugaan pencurian kelapa milik tetangganya.
Menanggapi hal tersebut, Pengacara ulung Hotman Paris Hutapea menyebut siap ganti rugi hingga 100 kali lipat.
Bahkan bukan hanya itu, puluhan pengacara dan Lembaga Bantuan Hukum yang tergabung dalam Law Firm Hotman Paris & partners menyatakan siap membantu nenek Zainab.
Halo min @BNI
Hari ini saya melakukan Transaksi menggunakan m-banking melalui layanan Bi-Fast ke bank lain.
Saldo terpotong tapi transferannya belum masuk sampai skrng.