ㅤ
Jin Ah mengangguk sembari tersenyum. Ia menempatkan dirinya duduk di samping gadis itu.
“ Tumben kau sudah ada di sini, Byul-ah. Biasanya kau datang di saat petang. ”
Han Byul terkekeh, “ Aku hanya ingin berendam. Hehehehe. ”
ㅤ
ㅤ
yang bisa membuatnya menjadi lapar kapan saja. Beruntung Jin Ah dapat menekan hal itu. Setidaknya sampai ia mendapatkan 'makanan' secara layak.
“ Oh, agasshi! Kau datang lagi hari ini? ”
Sebuah seruan membuatnya tersadar dari lamunan singkatnya.
ㅤ
ㅤ
━━━━━━━━ Takoyaki.
Kali ini, 'tuk menghabiskan waktu senggangnya yang lumayan banyak, Grace memutuskan untuk menggerakkan kakinya menyelusuri setiap jajaran toko. Langkahnya terkesan santai, sembari mengedarkan pandangannya.
–
ㅤ
@takoiyaiki ㅤ
mengotori tempat dengan sampah, padahal sudah disediakan banyak tong untuk menyimpan itu.
Ia menghela napas, kemudian memilih untuk bangkit secara mendiri. Sebab dirinya yakin, tak mungkin lelaki yang nampak kesal itu sudi mengulurkan tangan padanya.
–
ㅤ
@alcheimisteu ㅤ
/: Oh, ya? Mungkin kau sedang gugup berbicara denganku, Tuan? Kau tau kan, rasa itu membuat tubuhmu menjadi lebih sensitif dari sebelumnya.
ㅤ
ㅤ
mengarah pada sisi depannya. Lurus.
“ Oh? Kuanggap itu sebagai sebuah pujian. Kau tau, lebih baik mengagumi wajah tampanmu daripada menghabiskan tenaga untuk bertarung. Bukan begitu? ”
Grace tertawa kecil 'tuk menanggapi perkataannya sendiri.
( @LETHALM00N )
ㅤ
ㅤ
━━━━━━━━ Abadi.
Takdirnya menjadi makhluk abadi bukan suatu yang bisa ia banggakan. Bersusah payah sosok sepertinya mencari identitas palsu 'tuk sembunyi dan berbaur dengan manusia agar bisa mengikuti zaman yang sama.
–
ㅤ
@LETHALM00N ㅤ
Grace mengangkat sebelah alisnya, “ Aku pun juga menyukai dunia malam, Tuan. Dingin, gelap. Kau bisa menyebutnya seperti itu. ”
Wanita itu menyandarkan punggungnya pada badan kursi. Kemudian melipat kedua tangannya di depan dadanya, sedang tatapannya masih –
ㅤ
ㅤ
itu namanya aku tidak peduli. Jadi, bagaimana? Kau mau, kan? ”
Kepalanya sedikit miring, memperhatikan raut si puan yang nampaknya masih berpikir.
“ Hitung-hitung sebagai tanda perkenalan awal kita. ” Lanjutnya.
( @deuxill )
ㅤ
ㅤ
━━━━━━━━ Cincin
Wanita, tak pernah luput perhatiannya jika diberi satu genggam berlian secara cuma-cuma. Entah dalam bentuk mahkota, atau sekecil cincin pun mereka akan terus berebut.
Sudah beribu kali Grace melihat penampakan seperti itu. Pun seperti –
ㅤ
@deuxill ㅤ
Grace tertawa kecil melihat reaksi yang diberikan si lawan bicara. Dia sudah sering melihatnya, sebab Grace sendiri sangat suka tuk memuaskan hati seseorang meski dalam status asingnya.
“ Tentu saja tidak, cantik. Aku sedang ingin eum– beramal? Ah, apa pun –
ㅤ