Gubernur Apolo Safanpo: PSN Papua Selatan Harus Membawa Manfaat untuk Orang Asli Papua
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan seluruh Program Strategis Nasional (PSN) yang berjalan di wilayahnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, khususnya Orang Asli Papua.
โMenurutnya, pemerintah daerah terus mengawal pelaksanaan proyek dengan memastikan masyarakat adat dan pemilik hak ulayat dilibatkan dalam setiap proses pengambilan keputusan.
โApolo juga menegaskan pembangunan harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
#PsnWanam
@bang_dasco@Gerindra
Inilah pertanyaan yang mungkin mewakili hampir kebanyakan masyarakat awam.
Keterlibatan TNI-Polri dalam dalam PSN Wanam.
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo bernama Merius mempertanyakan keterlibatan TNI dan Polri dalam program cetak sawah di Papua. Menurutnya, program pertanian semestinya lebih banyak dikelola langsung oleh masyarakat dan petani setempat.
good question!
Mentan Amran menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dan Polri bersifat sementara untuk membantu percepatan pembangunan pertanian di daerah yang masih kekurangan tenaga pendamping.
โSupaya ini ad-hoc saja sementara. Setelah petaninya sudah pintar dan mandiri, polisinya mundur, tentaranya mundur. Bukan hanya di Papua, tetapi di seluruh Indonesia. Kenapa kami gunakan Babinsa? Karena jumlah penyuluh pertanian kita belum cukup. PPL hanya sekitar 37 ribu orang, sementara kebutuhan mencapai 80 ribu,โ
Dapat dipahami kan? ๐
Lanjutkan PSN Wanam !
Terima kasih pak Mentan atas dialog terbuka untuk pembangunan PSN Wanam. ๐
๐ฉ Membangun infrastruktur, sekaligus membangun masa depan manusianya! ๐ฉ
Ketika proyek didesain untuk membesarkan orang-orangnya, bukan hanya memanfaatkan lahannya โ di situlah kemajuan yang adil dan abadi lahir. Ini janji yang ditepati untuk Papua Selatan ๐คฒ๐พ
80 ribu hektar sawah baru ditanam oleh orang asli Papua untuk mendukung ketahanan pangan nasional, bangsa yg kuat adalah bangsa yg mandiri soal pangan, dan kini sudah dimulai di Papua.
Warga sejahtera dan ketahanan pangan terjaga ๐๐
PSN Wanam di Papua harusnya membuka mata kita semua dan CEO MBG beserta orang di lingkarannya.
Bayangkan saja anggaran 5 T setara dengan 4 hari proyek politik eeh MBG bisa mencetak sawah sehingga menurunkan harga beras yang selama ini sangat mahal, membuka jalan yang bisa hubungkan kampung yang satu dan yang lainnya.
Dan masih banyak keuntungan yang di dapat warga dengan anggara sebanyak itu.
Tambahkan anggaran kesana agar warga Papua mendapatkan akses dasar yang layak.
RP5 TRILIUN DIGELONTORKAN UNTUK PAPUA!
"Semoga dananya tidak dikorupsi oleh para pejabat-pejabat yang berwatak jahat!" harapku dalam hati.
Rp5 triliun untuk Papua, memang relatif kecil jika dibandingkan dengan anggaran empuk MBG, Rp1,2 triliun per hari.
Tugas rakyat Papua dan tugas kita semua untuk mengawasi step by step setiap proyek pembangunan di Papua demi memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan lancar tanpa penyimpangan, terintegrasi tanpa korupsi, dan bersinergi tanpa basa-basi.
"Pro dan kontra pasti selalu ada, namun jika tidak sekarang, kapan lagi. Jika tidak kita, siapa lagi? Papua adalah Indonesia dan rakyatnya juga berhak sejahtera!"
#Ngik
Pemerintah Provinsi Papua Selatan meminta perusahaan pengelola proyek untuk memprioritaskan 80% tenaga kerja lokal.
PSN Perkebunan Tebu, Proyek ini menargetkan penyerapan tenaga kerja hingga 15.000 orang lokal pada tahun 2027.
PSN Cetak Sawah, Fokus proyek ini pada ketahanan pangan, meskipun data pasti mengenai perkembangan proyek Wanam belum sepenuhnya tersedia.
Gubernur Papua Selatan menegaskan bahwa Program Strategis Nasional (PSN) harus membawa manfaat langsung bagi Orang Asli Papua
Pemandangan yang bikin adem.
Keren banget kaka-kaka di Papua! Semangat terus tanam padinya, semoga hasilnya melimpah dan bawa kebaikan buat semua. Mantap! ๐ชโจ