@psi_id Tetap menjaga drama politik, hanya ditulis J, biar dpt atensi publik, view nya banyak, komennya banyak (walaupun banyak negatif). Memang permainannya begitu dari dulu, ngga kreatif
@akbarfaizal68 Diksi pengkhianatan dlm politik rasanya berlebihan Bang Akbar, krn kita bersama dlm politik yg abadi hanyalah kepentingan, jd geser2 anggota parpol itu bukan khianat tp hanya sdh berbeda kepentingan saja
@football_garin Manusia, lagi lagi manusia. Bs salah ucap, salah denger, salah informasi, dll. Salah itu biasa tp mengakui kesalahan itu yg jarang dan susah. Kata2nya klo diartikan secara normatif ya ngga salah, tp klo diucapkan dgn bernada rendah jd terkesan merendahkan. Itu aja PoV nya beda2
@nalar_logis@Yusrilihza_Mhd Dan TNI sedang berurusan dgn orang yg jago dlm rekayasa persepsi, jd saya sependapat dgn saran Prof Yusril. Ngga usah berurusan sementara dl sm anak muda itu, biarlah dl
@unilubis Nah apa ngga dikonfirmasi langsung saat di Hambalang Mba Uni ? Kok bisa nambahnya begitu cepat dan besar. Klo berita nya seperti ini, terkesan mempertanyakan padahal ada kesempatan bertanya & klarifikasi sewaktu di Hambalang
@Ronnie_Rusli Prof,, Menkeu nya ini alumnus ITB bukan FE UI, kan selama ini (sejak era SBY) Kemenkeu dipegang alumnus FEUI, jd ksh kesempatan dl. Sabar Prof
Apresiasi utk TNI @Puspen_TNI krn sdh bersikap dewasa & profesional. Tapi si berhala satu ini ttp mrasa tdk salah, klo sama2 legowo sharusnya "sy pun minta maaf jk ada salah dlm berkata-kata" tp liat diksinya -> "saya jg sdh meminta maaf atas situasi ditubuh TNI".. Bnr2 somplak
Ide dan kebijakannya bagus, tapi lebih bagus dan hrs jd prioritas adl memperbaiki infrastruktur sekolah dgn standarisasi yg bagus lalu kesejahteraan guru termasuk guru honorer, baru ide Pak Presiden ini bisa dijalankan
@Ronnie_Rusli Dalam ekonomi tdk bisa ada diksi "pasti", terminologi ceteris paribus pun itu utk mempermudah pemahaman tp realita tdk ada ceteris paribus, semua variabel akan bergerak. Jadi tdk ada yg pasti, adanya hanyalah kemungkinan/ probability
@bangherwin Gw org corporate, simple nya ini kyk spin off model aje. Krn yg diurusi ini puluhan juta dgn kompleksitas tinggi, jd ya disapih dari Kementerian induknya jd Kementerian baru agar bisa fokus & kewenangannya bisa bertambah. Ngga usah pake view sumber pendanaanya, ribet
@Ronnie_Rusli Betul, harus ada penyeimbang nya (M.V=P.Y), klo ngga itu yg naik malah si P sementara Y nya turun, ini yg hrs diliat langkah2 berikutnya. Misal, industri padat karya diberikan stimulus/ insentif, produksi berputar, tenaga kerja terserap pasti otomatis demand side terdampak naik
@Ronnie_Rusli Udah lah Prof, kasih waktu itu Menkeu baru. Kebijakan awal dgn membanjiri likuiditas dipasar itu langkah berani dan out of the box, itu positif buat saya. Lagian baru tau, ngapain 440T ngendep di RKUN ? Normal nya buffer fiscal itu kisaran 5%, ini sampe 12%
@tempodotco Saya dukung demonstrasi, kritik abis itu anggota DPR yg dungu, kritik itu pemerintah. Tapi jangan memframing negatif dgn cara melakukan disinformasi, giliran ada kesalahan ngga mau klarifikasi bahkan dgn arogan menantang yg mengkritiknya. Itulah kedongoan sejati. Yakusa
@unilubis@Gerindra Mba Rahayu mengajarkan bagaimana Etika dan Moral itu harus diatas segalanya. Dan manusia politik seperti ini sangat jarang di negeri ini