Bayangkan manteman, guru honorer harus mengabdi belasan tahun demi gaji 1-2 juta per bulan. Sementara itu, 'yayasan' pengelola dapur cuma perlu 'siap sedia' (availability based) untuk dapat 𝟔 𝐉𝐔𝐓𝐀 𝐏𝐄𝐑 𝐇𝐀𝐑𝐈 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐩𝐚𝐣𝐚𝐤.
Kerjanya: Duduk manis.
Bayarannya: 1,87 Miliar setahun.
Rakyat disuruh hemat, elit pesta pora lewat 'insentif'.
Ini MBG atau Mesin Bagi-bagi Gaji?
Definisi "passive income" dibiayai oleh negara ya ini...
Untuk mahasiswa ekonomi kelas Pengantar Ekonomi Makro.
Kasus yang menarik untuk dipelajari: Apa dampak menaikkan bunga deposito USD pada bank Himbara dengan tujuan menarik arus modal kembali ke Indonesia. Gunakan kerangka ekonomi makro.
Apakah akan ada capital inflow dengan policy ini? Apakah ada kemungkinan rupiah justru melemah?
1. Dampak pada Likuiditas Rupiah
•Jika bunga deposito dalam USD di Indonesia naik, akan muncul insentif bagi deposan untuk mengalihkan aset dari rupiah ke USD.
•Akibatnya, terjadi permintaan lebih besar atas USD → masyarakat/korporasi menukar rupiah ke dolar.
•Konsekuensi: likuiditas rupiah di pasar menurun karena rupiah keluar dari sistem perbankan (ditukar ke USD).
•Secara makro, ini bisa menimbulkan tightening likuiditas rupiah di pasar uang domestik → suku bunga pasar rupiah bisa naik.
2. Dampak pada Exchange Rate
•Permintaan dolar meningkat (karena deposito USD lebih menarik), sehingga tekanan depresiasi rupiah cenderung muncul.
•Apalagi kalau selisih bunga USD di bank Indonesia dengan rupiah mengecil, investor mungkin melihat USD lebih atraktif (lebih aman, mengurangi risiko kurs).
•Hasilnya: rupiah melemah terhadap dolar.
•Namun jika BI (Bank Indonesia) melakukan intervensi atau menaikkan bunga rupiah untuk menjaga daya tariknya, dampaknya bisa berbeda.
3. Dampak pada Perbankan
•Funding side (pendanaan): Bank bisa mendapat tambahan dana USD (deposito valas naik).
•Tetapi ini bisa membuat dana dalam rupiah berkurang, karena nasabah shifting ke USD.
•Asset-liability management: bank harus menyalurkan USD tersebut. Kalau demand kredit dalam USD rendah, bisa timbul mismatch.
•Risiko valas: bank berpotensi lebih terpapar mismatch antara kewajiban USD vs aset rupiah.
•Likuiditas sistem perbankan rupiah: bisa mengetat, mendorong persaingan bunga deposito rupiah naik untuk mempertahankan dana rupiah.
Ringkasnya:
•Likuiditas rupiah: menurun (tightening).
•Exchange rate: rupiah tertekan melemah karena permintaan USD naik.
•Perbankan: funding dalam USD bertambah, funding rupiah berkurang, risiko mismatch dan biaya dana rupiah naik.
Hari ini, Tom divonis 4,5 tahun penjara. Keputusan yang amat mengecewakan bagi siapa pun yang mengikuti jalannya persidangan dengan akal sehat, meski sayangnya tidak mengejutkan.
Selama proses berjalan, berbagai laporan jurnalistik independen dan analisis para ahli telah mengungkap kejanggalan demi kejanggalan dalam dakwaan. Fakta-fakta di ruang sidang justru memperkuat posisi Tom, tapi semua itu diabaikan. Seolah-olah 23 sidang yang telah digelar sebelumnya tak pernah ada. Seolah-olah bukti dan logika tak diberi ruang dalam proses peradilan.
Jika kasus sejelas ini saja bisa berujung pada hukuman penjara, jika seseorang seperti Tom yang dikenal dan terbukti integritasnya di pengadilan, terbuka dan disorot publik perkaranya, masih bisa dihukum semena-mena, maka bayangkan nasib berjuta lainnya yang tak punya akses, sorotan, atau kekuatan serupa.
Vonis hari ini adalah penanda bahwa keadilan di negeri ini masih jauh dari selesai. Demokrasi belum kokoh berdiri. Kita dihadapkan pada keraguan mendasar tentang kredibilitas sistem hukum, dan tentang keberanian negara menegakkan kebenaran. Ketika kepercayaan terhadap proses peradilan runtuh, maka fondasi negara ikut rapuh.
Senin lalu, Tom menyampaikan dalam dupliknya bahwa ia belajar tentang makna kata tawakkal, tentang berusaha sekuat tenaga lalu menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Sayangnya hari ini, hasil itu belum berpihak padanya. Tapi ini bukan ujung. Ini satu babak dari perjuangan panjang untuk menghadirkan keadilan yang belum tuntas dan akan terus kita jalani bersama.
Tom dan tim pengacara masih mempertimbangkan respon terhadap putusan ini. Tapi satu hal yang jelas, kita akan terus mendukung penuh langkahnya untuk mencari keadilan sampai titik akhir. Apapun yang akan ia hadapi ke depan, kita terus pastikan bahwa Tom tidak akan pernah berjuang sendirian.
🚨🚨💣 EXCLUSIVE: Florian Wirtz to Liverpool, HERE WE GO!
Liverpool verbally agree deal in principle with Bayer Leverkusen for package reaching €150m add-ons included.
Player side already agreed two weeks ago with move now imminent.
Wirtz set for medical and contract signing.
Bagi yang ngira kita ngasih tariff rate barang US sebesar 64%, itu semua salah ya. Emang Trump suka ngawang aja, imbasnya malah ngasih kebijakan gajelas
Just figured out where these fake tariff rates come from. They didn't actually calculate tariff rates + non-tariff barriers, as they say they did. Instead, for every country, they just took our trade deficit with that country and divided it by the country's exports to us.
So we have a $17.9 billion trade deficit with Indonesia. Its exports to us are $28 billion. $17.9/$28 = 64%, which Trump claims is the tariff rate Indonesia charges us. What extraordinary nonsense this is.
AI alat luar biasa, tp esensi kemajuan ttp bergantung pd manusia yg mengendalikannya. Bukan sekadar pakai AI atau kalah, tp bgmn kita membangun AI yg memperkuat nilai kemanusiaan, kreativitas & kebijaksanaan, bukan menggantikannya. Mari kita pastikan AI jadi mitra bukan ancaman.
Liverpool Football Club and adidas have agreed a new multi-year partnership that will see the sportswear giant once again become the club's official kit partner from 1st August 2025 🔴