๐ข Klasemen sementara masker (tersedia masker anak dan masker hijab anak- dewasa), dengan harga terjangkau dan sudah terjual diatas 4000+๐
Masker DUCKBILL (3 layer, isi 50 pcs/box)
๐https://t.co/ZY19LXuqjA
โญ 4.9
Honestly, kita tidak layak menghujat atau mempertanyakan keputusan dari orang yg disegala aspek hidupnya kurang beruntung atau bahkan seolah terus mengalami kesialan.
Some people live without buffer guys, itulah alm. alami.
Kalian pasti sering dengar istilah support system. Sebuah sistem pendukung yg selalu tersedia ketika hal buruk menimpa. Kalau kalian punya beberapa atau bahkan semuanya, kalian adalah orang yg beruntung.
- Teman/Pasangan yg bersedia hadir dan merangkulmu, ketika hidupmu berantakan adalah sebuah keberuntungan.
- Keluarga yg selalu bersedia menerimamu apa adanya, ketika kamu kembali kerumah dalam keadaan tidak punya apa-apa, adalah sebuah keberuntungan.
- Kesehatan yg mampu menopangmu disaat hidupmu sedang menghadapi tekanan, adalah sebuah keberuntungan.
- Pekerjaan yg bisa memenuhi kebutuhan hidupmu, adalah sebuah keberuntungan.
- Tabungan yg bisa kamu gunakan ketika hal darurat muncul, memberimu ruang untuk istirahat ketika kamu lelah berjuang adalah sebuah keberuntungan.
Ketika seseorang hidup tanpa jaring pengaman (buffer) sejak kecil, satu masalah kecil saja bisa memicu efek domino yg meruntuhkan seluruh aspek kehidupannya. Seolah kesialan berikutnya bersiap muncul setelah kesialan sebelumnya terjadi.
Setelah membaca catatannya, ternyata hidup yg ia jalani begitu mengerikan, bahkan hanya membayangkannya saja cukup membuat kita sesak dan beberapa pasti akan terpicu (triggered). Hidup yg membentuknya menjadi manusia rentan, yg bagi siapapun pasti tidak ada yg mau mengalaminya.
Alm. sebenarnya tidak mudah menyerah, terbukti dia keluar dari lingkungan yg telah lama menghancukanya menuju lingkungan baru lainya, tentu untuk menyelamatkan dirinya dengan harapan bisa menemukan ruang aman.
Dalam catatannya, alm. terlihat begitu "haus", namun tak seorang pun yg memberinya "minum". Kebutuhan yg paling mendesak baginya sebenarnya sangat sederhana. Kebutuhan untuk dipahami, dimengerti, didengar dan diterima apa adanya. Mungkin bagi kalian itu hal sepele, tapi baginya itu adalah suatu kelangkaan.
Bahkan kelangkaan itupun masih terjadi saat ia telah mengakhiri hidupnya dan tidak bisa lagi membela dirinya. Kalian masih menghakimi dan menuduhnya bersalah karena ingin dimengerti, ingin dipahami, ingin diterima apa adanya dan ingin didengar untuk terakhir kalinya.
Apakah sesulit itu bersimpati meskipun itu sedikit saja?, setidaknya kalian bisa diam. Tapi disaat alm. sudah pergi, kalian lebih memilih mengirim pesan hujatan dari pada mengirim doa.
Seseorang yg berjuang sendirian lalu mengambil keputusan mengakhiri hidupnya karena kelangkaan dukungan adalah tragedi. Hal ini menandakan rasa simpati dan empati telah menjadi barang langka.
Tragedi ini menjadi pembelajaran dan juga mengingatkan kita semua agar lebih peka terhadap orang-orang di sekitar kita yang mungkin sedang berjuang dalam sunyi.
Bagi kalian yg belum memiliki kepekaan, kalian cukup diam dan tidak memberikan gangguan kecil yg bisa meruntuhkan hidup seseorang.
Awalnya saya coba-coba, tapi keterusan ๐
Sedikit banyak udah paham tips dan trik-nya, sayangnya ga divideoin aja.
Tapi bisa rip saldo rekening kalau kepencet checkout pas udah berubah ke harga normal ๐
Btw, ini beneran dapet atau penglaris doang?
Dari yang awalnya klaim "skeptis banget" langsung terjun bebas ke narasi "hal sepele". What a classic move ๐. Dia ga ganti opini, tapi lagi damage control aja.
Egonya kena dan terlalu rapuh untuk minta maaf, jadi suasana dibuat kelihatan lebih santai.
Tapi justru kelihatan banget paniknya, jadi pakai narasi "hal sepele" untuk menghibur diri.
Tenagiin diri lo...๐
Padahal ngaku blunder itu lebih hemat waktu loh, daripada sibuk revisi narasi mulu, tapi aslinya makin blunder.
Hanya dengan melihat "Pernikahan di Sulawesi Selatan" udah bisa ketebak.
Disclaimer: Pernikahan dini bukanlah nilai adat yang sengaja diajarkan. Di beberapa daerah, pernikahan dini sering kali terjadi sebagai efek samping dari penegakan norma adat.