💚 Kenapa ya orang² tuh susah banget cancel culture ? 😔 Masih banyak banget akun seleb yg cantik, pinter, bermartabat yg bisa di naikin engagementnya, jgn malah yg problematik 🥲
Baru tau ternyata kalo orang-orang menghilang dari sosmed itu mereka ga sama sekali ngilang. Mereka tetep scroll sosmed, cuma mereka ga ada interaksi aja
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Pelajaran paling dalam dari Surah Maryam itu sederhana tapi menampar:
Ada fase di mana manusia merasa sangat lelah, sangat hancur, sampai merasa ingin menghilang.
Tapi di saat hati paling sepi itulah, Allah justru paling dekat.
Bahkan ketika lisan tak mampu menjelaskan luka, Allah sudah lebih dulu tahu.
Dan dari cerita Maryam, kita belajar:
Putus asa itu manusiawi, tapi ditinggalkan Allah itu tidak pernah terjadi. 🤍
Gw pernah denger cerita tentang 2 orang yang ditakdirkan masuk neraka. Mereka sudah pegang buku catatan amalnya di kiri,
ketika ketemu Allah orang yang pertama langsung disuruh Allah masuk neraka.
Tanpa babibu lagi dia langsung ngacir laro ke neraka. Eh distop sama Allah. Allah nanya ke dia kenapa dia langsung lari mau masuk ke beraka saat disuruh masuk neraka. Dia jawab:
“YaAllah, selama di dunia hamba tidak pernah taat akan perintahmu, kali ini engkau perintahkan hamba untuk masuk neraka, hamba taat”
Tau ga respond Allah?
“Masuklah ke surga ku”
Orang ke dua pas ketemu Allah, dan Allah perintahkan dia masuk neraka orang ini justru kayak jalan pelan, nengok ke Allah lagi, jalan pelan lagi nengok ke Allah lagi
Akhirnya Allah nanya ke dia kenapa dia begitu, jawabannya:
“YaAllah, hamba mengetahui bahwa hamba adalah pendosa yang membuat Engkau murka, tapi yaAllah, hamba yakin kasih sayangMu lebih besar daripada murka Mu”
Jawaban Allah
“Ya benar, kasih sayangku lebih besar dari murka ku, masuklah ke surga ku”
Sudah sepantasnya kita yang percaya Allah Maha Pengampun, pengasih dan penyayang. Jangan jadikan dosa di masa lalu jadi penghalang untuk mendapatkan rahmat Allah, tetaplah berbuat baik, tebus kesalahan di masa lalu dan percaya Allah menyayangi kita. Jangan malah karena dosa kita menjauh dari Allah. Gw pun dosanya banyak banget ini 😭😭😭 tapi gapapa lah tetep mendekat sama Allah aja gw 😭
Ingat kata Allah:
“Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).
Percaya gak sih, semakin kamu sering menceritakan tujuanmu ke banyak orang, semakin kecil kemungkinan kamu benar-benar melakukannya.
Kenapa?
Karena setiap kali kamu membicarakan rencana besar seperti mau diet, mau bisnis, mau jadi sukses, mau rajin belajar, otakmu menerima respons sosial.
Orang bilang, “Wah keren!”
“Semangat ya!”
“Kamu pasti bisa!”
Dan tanpa sadar, otakmu sudah mendapat rasa pencapaian kecil. Secara psikologis, pengakuan sosial itu memicu rasa puas. Seolah-olah sebagian tujuan itu sudah tercapai.
Padahal kamu belum mulai apa-apa.
Inilah kenapa beberapa orang yang benar-benar berhasil justru cenderung diam.
Mereka bekerja dalam sunyi, bukan sibuk mengumumkan. Karena tindakan memberi kepuasan yang nyata bukan hanya validasi semata.
Coba ingat-ingat lagi deh, berapa banyak rencana yang dulu kamu ceritakan dengan semangat… tapi akhirnya berhenti di tengah jalan? Soalnya aku sering merasa gitu, even hal kecil kaya “besok mau olahraga”
Terus yang bikin lucu dari semua perdebatan Knetz vs SEA banyak yang bela SEA make ava K-Pop, berarti kebanyakan K-Poper beneran cuman suka SK bagian idolnya doang, sisanya emoh
The funny thing with Koreans in the quotes is that they seem unaware that if they drag one SEA country, the entire SEA region will jump at them. We're not as divided as the EA region. We may have our differences, sure, but we still got each other's back like siblings.
this got me cackling 😂 the members were helping wooyoung with his spikey hair he’s so cute and then suddenly, san just ✨magically appeared✨ to fix wooyoung’s hair too (that’s already fixed btw) 🤣